Abi ML dan Problem Bunuh Diri di Era Media Baru

Portal Teater – Fenomena praktik bunuh diri di era sekarang sudah amat variatif dan kreatif. Masyarakat tidak lagi cenderung mengandalkan praktik-praktik bunuh diri ala klasik yang lebih menonjolkan penggunaan seperangkat alat tajam untuk meregang nyawa.

Tetapi dengan dan melalui perkembangan teknologi, penggunaan sosial media (sosmed), menjadi kecenderungan baru individu masyarakat untuk melakukan bunuh diri.

Hal itu dikatakan aktor dan sutradara Abi ML seusai pertunjukan diskusi performatif karyanya berjudul “Demonstrasi Bunuh Diri” di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Abi ML, banyak orang masih beranggapan bahwa praktik bunuh diri merupakan ledakan atas gejala-gejala psikologis. Tetapi sebenarnya, praktik bunuh diri, sebagaimana kata Durkheim, lebih merupakan fenomena sosial, di mana seseorang kehilangan keterhubungan dengan lingkungan sosial masyarakatnya.

Dalam pandangannya, Durkheim melihat bunuh diri sebagai kematian solidaritas sosial antarmanusia di dalam masyarakat. Bahwa bunuh diri bukan lagi dilihat sekedar sebagai sebuah ledakan depresi atau gejala-gejala psikologis, tetapi lebih cenderung kepada fenomena di mana seorang individu merasa ditinggalkan, diabaikan dan dikucilkan dari solidaritas sosial masyarakat.

“Orang-orang menganggap bunuh diri hanya semata-mata gejala psikologis, tapi sebenarnya merupakan fenomena sosial,” katanya.

Itulah mengapa dalam pertunjukannya, Abi ML menunjukkan percobaan-percobaan bunuh diri untuk mengatakan bahwa bunuh diri sebenarnya terjadi ketika seseorang memasuki zona hitam hidupnya dan ia tidak lagi diperhatikan oleh orang-orang sekitar.

pertunjukkan demonstrasi bunuh diri
Pertunjukkan “Demonstrasi Bunuh Diri” – Doc. portalteater.com

Lebih jauh, melalui karyanya itu, Abi ML mencoba menghembuskan perspektif baru tentang realitas bunuh diri di era perkembangan teknologi dan kemunculan media baru sebagai instrumen yang paling signifikan menggerogoti desain praktik-praktik bunuh diri dalam masyarakat.

“Banyak responden yang menggunakan sosial media seperti instagram untuk merencanakan aksi bunuh diri,” ungkapnya.

Dalam fragmen-fragmen diskusi performatif, Abi ML dan para aktor mencoba menyodorkan kepada publik bahwa realitas bunuh diri di era sekarang makin dekat dengan kehidupan harian masyarakat.

“Inilah mengapa kami mendesain panggung yang tidak biasa, agar penonton ikut melihat praktik-praktik bunuh diri itu dari dekat, lalu menyadari bahwa realitas bunuh diri itu hadir di hidup sehari-hari,” kata Abi ML.

Daya Magis Abi ML

Daya magis keaktoran Abi ML berhasil menawan hati para penonton di pertunjukan hari kedua Lintas Media 2019 melalui karyanya berjudul “Demonstrasi Bunuh Diri”, sebuah panggung diskusi performatif yang membincangkan tentang posisi dan sikap kreator dan aktor atas fenomena bunuh diri.

Daya magis itu tidak hanya karena ia berhasil memukau pentonton di Teater Kecil TIM Jakarta, tetapi juga karena ia mampu mengelaborasi kemampuan para seniman muda lintas media untuk berkolaborasi dalam diskursus bunuh diri, tentu dari perspektif khas mereka masing-masing. Para seniman itu antara lain: Dwi Arip M (sastrawan puisi), Irna Prihandini (fotografer), dan Sheren Novaline Ariveane (vokalis).

Melalui demonstrasi tersebut, para aktor menelanjangi perspektif personal karena menyadari bahwa diskusi selama proses berkarya cukup pelik, di mana para aktor masih tertutup pada benturan pendirian dengan kemanusiaan, agama, norma moral, dan yang lainnya.

Fragmentasi perbincangan para seniman kemudian menjadi spot-spot pameran yang terbagi ke dalam beberapa babak, di mana setiap seniman atau aktor akan saling menanggapi sikap seniman atau aktor lain, tanpa keharusan untuk bersetuju maupun berdamai, tergantung dari ekspresi pemahaman masing-masing aktor.

Faset Momen Performatif

Pertunjukan “Demonstrasi Bunuh Diri” terbagi ke dalam empat faset (segmen). Pertama, gelar data, yaitu babak di mana melakukan provokasi pro-kontra terhadap sikap dan aksi bunuh diri.

Kedua, transaksi disiplin, yaitu segmen di mana para seniman atau aktor saling memasuki sikap, perspektif, dan disiplin tiap aktor lain, bagian dari fase berdamai.

Ketiga, para peserta diskusi atau aktor memilih 1 data terkuat tiap aktor (4 data) yang memiliki modus kerja, misalnya, intervensi krisis (psikologi).

Akhirnya, pada segemen negosiasi rasa sakit-rasa takut, di mana para aktor melakukan transaksi, intervensi, provokasi terhadap spektator dengan mengambil beberapa sketsa-sketsa yang dibuat.

Media dalam demonstrasi bunuh diri
Media dalam “Demonstrasi Bunuh Diri” – Doc. portalteater.com

Sketsa Pertunjukan

Dalam pertunjukan ini, Abi ML dkk tidak memanfaatkan panggung taater sebagaimana biasanya. Dibuka melalui pintu belakang Teater Kecil TIM, Abi ML dkk sengaja ingin meleburkan penonton ke dalam karya pertunjukannya.
Abi ML mula-mula menjelaskan kepada penonton perihal perbincangan tentang feomena bunuh diri dalam kehidupan masyarakat dari berbagai perspektif ilmu pengetahuan.

Kemudian, para aktor menyelinap masuk ke dalam lorong-lorong temaram panggung teater, dan mendemonstrasikan narasi bunuh diri pada titik-titik pertunjukan yang sudah direkayasa.

Setidaknya, ada beberapa spot pameran berjalan itu, antara lain: spot ketika para aktor mendemonstrasikan kegelisahan dan depresi di kamar tidur; meja dan peralatan tajam seperti pisau, cutter, dan baygon; spot penayangan video bunuh diri; spot panggung atas yang menayangkan depresi seorang penyanyi; serta beberapa spot lainnya.

Pertunjukan ini tidak ada perwakilan responden sebab representasi hanya sebatas sketsa atau capture tulisan responden yang ingin melakukan bunuh diri. Di poin atau momen ini, data-data tersebut dijadikan adegan. Misalnya, intervensi krisis, bagaimana para aktor melakukan pengurungan niat bunuh diri.

Kemudian seniman atau aktor yang setuju dengan bunuh diri akan melakukan percobaan bunuh diri, sementara aktor-aktor lainya melakukan intervensi krisis terhadap percobaan tersebut.

Masing-masing fokus disiplin seniman atau aktor mengunakan masing-masing medianya yang sesuai. Misalnya, fotografi menggunakan kertas foto, printer, kamera, dan lain-lain), begitu seterusnya dengan videografi, penulisan, dan penulis lagu-penyanyi.

Seusai pertunjukan, para aktor meninggalkan beberapa arsip atau objek sisa pertunjukan seperti arsip-arsip fotografi, ruang tali-temali, baygon atau pisau atau racun yang tergantung dan ditempatkan di lorong masuk untuk penonton di gedung pertunjukan Teater Kecil TIM.

Tentang Abi ML

Abi ML adalah sutradara teater, penulis teks pertunjukan dan seniman performance kelahiran Jakarta, 28 Maret 1995. Abi mulai menyutradarai pertunjukan sejak 2013. Dalam tiga tahun terakhir, karya pertunjukannya berfokus pada ranah antropologi dan psikologi dengan relasi yang bermain antara yang personal dengan yang komunal, dan membuatnya seringkali bekerja di antara tegangan individu dan kolektif.

Karyanya sering berupa kolaborasi dengan seniman dan nonseniman dari bidang-bidang fokus yang berbeda. Beberapa karya pertunjukannya dalam tiga tahun terakhir sebagai sutradara, dramaturgi, penaskah dan performer adalah Jakarta Trauma (2017), TV di Atas Ranjang (2017), makemake-up (2018), merem-melek (2018), Membuka Kardus Arsip: 3,5 Tahun Pendudukan Jepang di Indonesia (2018), dan Menyisir Aku Meriang (2019). Ia sempat mengikuti lokakarya “Dramaturgi Baru” yang diadakan Art Summit Indonesia (2016).

Para Kolaborator

Dwi Arip Munandar

Dwi adalah mahasiswa Fakultas bahasa dan seni, jurusan pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta. Dwi lahir di Ngawi, Jawa Timur, 21 Juni 1995. Aktif menulis puisi sejak bergabung dengan Komunitas Ranggon Sastra. Salah satu karyanya terhimpun dalam antologi puisi bersama, Rumah Ingatan; sedangkan cerita pendek karangannya termuat dalam kumpulan cerpen bersama, Risalah dari Lembah Imaji (terbitan Pustaka Ranggon, Jakarta).

Irna Prihandini

Lahir di Jakarta, 2 Mei 1995. Tamat pendidikan diploma di perguruan tinggi Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta program studi Fotografi dengan tugas akhir yakni foto dokumenter budaya berjudul Ondel-Ondel Merentang Zaman. Karya fotografi jurnalistiknya pernah beroleh penghargaan dalam beberapa kompetisi fotografi. Tinggal dan bekerja di Jakarta, sambil berupaya menyelesaikan skripsi kesarjaannya, dan berkarya di bidang kesenian.

Sheren Noveline Ariveane

Sheren adalah pengarang lagu dan penyanyi kelahiran Jakarta, 12 November 1998. Sejak SMA ia memutuskan untuk fokus di dunia musik, khususnya, sebagai vokalis. Saat ini tengah menggarap lagu untuk merilis single pertamanya.

*Daniel Deha

Baca Juga

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Linimasa Kasus Corona Indonesia Selama Maret 2020

Portal Teater - Sebulan penuh Indonesia telah bergumul dengan ancaman virus Corona (Covid-19). Sejak pertama teridentifikasi melalui dua pasien Corona di Depok, Jawa Barat,...

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...

Terkini

Linimasa Kasus Corona Indonesia Selama Maret 2020

Portal Teater - Sebulan penuh Indonesia telah bergumul dengan ancaman virus Corona (Covid-19). Sejak pertama teridentifikasi melalui dua pasien Corona di Depok, Jawa Barat,...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Kemendikbud Fasilitasi Pertunjukan dan Kelas Seni Daring

Portal Teater - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggagas penyajian aneka pertunjukan dan kelas seni dengan memanfaatkan media daring atau online. Hal itu bertujuan...

ATAP Manfaatkan Media Daring Gelar Parade Monolog

Portal Teater - Kreativitas senantiasa mengalir tanpa muara. Kalaupun ada, maka itu adalah awal bagi gagasan baru untuk terus berproses kreatif. Dalam situasi krisis...

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...