Adakan FTP, Ikatamur Ciptakan Ekosistem Teater Pelajar Yang Berkelanjutan

Portal Teater – Ikatan Teater Jakarta Timur (Ikatamur) dalam kerjasama dengan Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, kembali menyelenggarakan Festival Teater Pelajar (FTP) Jakarta Timur sepanjang 22 Agustus-2 September 2019 di Auditorium Gelanggang Remaja Jakarta Timur.

Menurut Ketua Umum Ikatamur Ragil Biru Solihin, event tahunan yang digelar sejak tahun 2014 ini bertujuan menempa bibit-bibit kesenian teater bagi generasi muda, khususnya pelajar sekolah, untuk menciptakan ekosistem pembinaan dan pengembangan teater secara baik dan berkelanjutan.

Pembinaan berkelanjutan itu, kata Ragil, misalnya dengan mengirim ketiga peserta terbaik yang menjuarai festival ini untuk tampil pada festival pelajar yang diselenggarakan Pemerintah DKI Jakarta pada pertengahan September mendatang di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Lebih dari itu, melalui festival ini, komunitas teater atau aktor-aktor terbaik bakal dibina secara berkelanjutan di komunitas teater umum.

Bahkan beberapa komunitas teater yang tampil di FTP ini pernah tampil di Festival Teater Jakarta (FTJ), platform pengembangan ekosistem teater dan kota Jakarta. Tahun ini salah satu jebolan FTP yang mengikuti FTJ adalah teater SMK Al Kausar Ciracas, Jakarta Timur.

“Rencananya untuk mencari bibit-bibit untuk festival teater jakarta sekaligus menjadi wadah di mana pelajar bisa bersaing dengan teater umum,” katanya, Senin (26/8).

Ragil menyebut, ada 12 komunitas teater se-Jakarta Timur yang mengikuti festival teater pelajar ini. Kedua belas komunitas ini merupakan peserta yang lolos tahap seleksi administrasi dan tahap kurasi presentasi.

“Ada 30 peserta pada awalnya, tapi yang lolos seleksi administrasi 17 sekolah. Lalu mereka itu dikurasi lagi, sehingga tersisa 12 peserta,” jelasnya.

Didukung Penuh Pemerintah

Setelah berjalan enam tahun, akhirnya FTP pun mendapat perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah pada penyelenggaraan kelimanya tahun ini. Tahun kelima (2018), FTP tidak diadakan.

Ragil menjelaskan, dukungan pemerintah tersebut sangat nyata dalam ketersediaan dana dan penghargaan yang diterima para partisipan dan para juara.

Di mana para sekolah partisipan bakal diberi penghargaan, tidak hanya ketika mereka dinyatakan lolos seleksi dan kurasi, tetapi juga ketika pada awal mula ketika sekolah-sekolah tersebut mengadakan latihan atau persiapan. Kepada sekolah-sekolah, pemerintah memberikan dana sebesar Rp2 juta.

Lebih besar dari itu, pemerintah juga telah menyediakan dana atau hadiah yang besar kepada tiga peserta terbaik, masing-masing: Juara I: Rp12 juta, Juara II: Rp10 juta dan Juara III: Rp8 juta.

Sementara bagi peserta teater terbaik, aktor terbaik, sutradara terbaik, atau penulis naskah terbaik, dan lainnya akan diberikan hadiah masing-masing Rp10 juta.

Sebelumnya, event ini diselenggaakan Ikatamur melalui dana swadaya, sehingga penghargaan kepada peserta pun masih kecil.

Ragil pun mengharapkan agar event ini diselenggarakan dengan melibatkan lebih banyak partisipasi sekolah. Untuk menjaring lebih banyak partispasi tersebut, ia berharap agar penyelenggaraan FTP dibuat pada waktu yang lebih tepat.

Misalnya dengan tidak dilakukan menjelang liburan atau masuk sekolah karena banyak sekolah yang mengalami kesulitan untuk mengadakan latihan dan koordinasi.

Perkuat Ekosistem Kesenian Sekolah

Ragil pun mengharapkan, dukungan yang makin nyata dari pemerintah tersebut terus berlanjut pada event-event FTP selanjutnya.

Tentu dukungan tersebut dapat menumbuhkan suatu ekosistem kesenian teater sekolah yang lebih baik, bukan hanya karena ada sokongan dana, melainkan soal bagaimana para pelajar dapat menyalurkan bakat-bakat secara terlembagakan.

Sebagai seorang pegiat dan pengajar teater di sekolah, Ragil melihat antusiasme yang tinggi dari kebanyakan sekolah di Jakarta Timur. Banyak permintaan dari sekolah agar menjadikan teater sebagai bagian penting dari kegiatan ekskul di sekolah-sekolah. Misalnya melakukan workshop dan pelatihan keaktoran dan manajemen teater.

“Kita sebagai asosiasi, kita adakan wadah, kita berikan workshop. Kan nanti mereka akan melihat, ternyata ada yang diperhatikan,” ungkapnya.

Ragil mengharapkan, festival ini dapat menjadi wadah di mana para pelajar bisa menampilkan dan berkarya di bidang kesenian, selain ragam kegiatan ekskul lain yang ada di sekolah. Karena melalui kerja teater, pelajar tidak hanya belajar keaktoran, melainkan juga belajar tentang manajemen dan artistik teater.

“Intinya pelajar bisa menyalurkan bakat seninya, akhirnya ekskul sekolah merasa tidak sia-sia dengan event ini,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menjalin kerjasama lanjutan dengan pemerintah untuk mengadakan pelatihan dan workshop di sekolah-sekolah untuk mengembangkan kerja kesenian teater. Karena menurutnya, masih banyak sekolah di Jakarta Timur yang belum sungguh-sungguh memaksimalkan kerja teater. Malah, ada sekolah yang menolak adanya kegiatan teater di sekolahnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...