Adinda Luthvianti: Yano Mengembalikan Teks pada Tubuh Aktor

Portal Teater – Yasuhito Yano, pendiri dan sutradara Company Theatre Shelf asal Jepang memiliki kekhasan yang hampir tidak banyak ditemukan dalam seniman-seniman masakini, terutama dalam tradisi modern seni teater Jepang.

Keunikan penciptaan karya Yano terletak pada kepiawaianya merevisi kembali teks-teks klasik dari seluruh dunia dengan merekonstruksi teks-teks itu secara tekstual.

Yano juga diakui karena rasa estetika yang tangguh dalam hal ruang dan waktu dengan menarik energi aktor di atas panggung melalui membangkitkan keheningan.

Namun lebih dari itu, menurut anggota Komite Teater Adinda Luthvianti, keunggulan Yano adalah ia mampu mengembalikan teks pada (rasa) tubuh aktor. Artinya, bagaimana ia mampu menyatukan teks-teks klasik yang penuh daya agar diolah bersama dengan peragaan ketubuhan seorang aktor.

Dari keunggulan-keunggulan itulah, Komite Teater mengundang Yano untuk terlibat dalam rangkaian program Djakarta Teater Platform (DTP) 2019.

Undangan tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan berdasakan pilihan gagasan sebagaimana diusung sebagai tema DTP2019: “Kekuasaan Dan Ketakutan”.

Menurut Dinda, dengan tema itu, Komite Teater ingin mengumpulkan kembali naskah drama klasik agar dapat dibaca kembali oleh penulis naskah teater Indonesia.

Dalam program DTP tahun ini, Komite Teater mengundang lima penulis muda dari lima komunitas teater, dengan gagasan untuk membaca kembali naskah klasik dengan cara pandang masakini sebagaimana dikakukan Yano yang menggunakan pendekatan post-dramatik.

Dalam even ini, Yano sendiri tidak membawa metode penciptaan yang baru. Namun, dengan pendekatannya, para sutradara dan aktor teater Indonesia bisa belajar bagaimana membaca naskah klasik dengan keberbagaian metode, termasuk metode post-dramatik.

Dinda menandaskan, di Jakarta khususnya dan di Indonesia umumnya, metode realism yang dibawa Yano pun masih berjalan, sebagaimana terjadi pada Festival Teater Jakarta (FTJ) yang hampir 70 persen pemanggungannya menggunakan pendekatan realis.

Karena itu, diharapkan kehadiran Yano dapat menambah khazanah baru dalam proses penciptaan seni teater Indonesia serta terhubungnya jejaring antara seniman muda Indonesia dengan Yano.

Untuk diketahui, Komite Teater baru pertama kali mengundang Yano ke DTP. Informasi mengenai keterlibatan Yano sebagai penggarap naskah-naskah klasik, sebagaimana gagasan DTP tahun ini, pun didapatkan dari sutradara Lab Teater Ciputat Bambang Prihadi yang beberapa tahun terakhir ini aktif berkolaborasi dengan seniman Jepang.

Yano dan Bambang sendiri dalam beberapa tahun ke depan berencana akan melakukan kolaborasi pertunjukan, baik di Jepang maupun di Indonesia.

Dalam even ini, Yano memberikan lecture dan workshop bertemakan “Tubuh dan Teks” dari karya “Antigone” Snophocles. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu-Kamis, 10-11 Juli 2019, bertempat di Graha Bakti Budaya TIM Jakarta.

*Daniel Deha

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...