Agenda Hari Kelimabelas FTJ 2019, Selasa 26 November 2019

Portal Teater – Sebanyak tigabelas grup peserta Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 sudah mementaskan karya terbaik mereka. Tersisa dua grup lagi, yakni Unlogic Theatre dan Sanggar Teater Jerit.

Yang menariknya, kedua grup ini merupakan pemenang juara ketiga dari wilayah masing-masing. Unlogic Theatre juara III pada FTJ Jakarta Pusat, sementara Sanggar Teater Jerit juara III pada FTJ Jakarta Timur.

Bukan hanya itu, kedua grup ini juga sama-sama membawakan naskah karya William Shakespeare. Unlogic Theatre mementaskan “Mesin Hamlet” yang diadaptasi Heiner Muller, sedangkan Sanggar Teater Jerit membawakan “Macbeth”.

Dalam pementasannya, “Mesin Hamlet” yang disutradarai Dina Febriana, mencoba menarik batas dengan fokus pada isu-isu perempuan.

Lewat karya ini, Unlogic Theatre juga mencoba menghubungkan dan membawa konsepsi Muller terhadap teater postmodern pada masa itu, dengan konteks kekinian sosial politik di Indonesia.

Satu di antara watak dari postmodern naskah “Mesin Hamlet” adalah sifatnya yang interteks, di mana pertunjukan bisa berupa lintasan peristiwa sosial politik sembari merefleksikan teks dan tema yang tertuang dalam naskah.

“Mesin Hamlet” memiliki plot yang sangat terbuka, beberapa tafsir terhadap pertunjukan ini bisa berupa urutan monolog yang termuat pada naskah, bisa juga berupa teater image dan visual.

Meski begitu, Unlogic Theatre memilih bersetia pada teks sembari memberikan impresi pada penonton di mana posisi dramaturginya dan posisi teks Muller. Satu satunya adalah adanya penggunaan kostum.

“Mesin Hamlet” akan Anda saksikan malam hari ini, Selasa (26/11) pukul 19.30 WIB di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Agenda Hari Kelimabelas FTJ 2019, Selasa 26 November 2019
Agenda Hari Kelimabelas FTJ 2019, Selasa 26 November 2019.

Sinopsis

Patriarki adalah kekuasaan laki-laki terhadap perempuan. Menurut Marxis Feminis, subordinasi perempuan melayani kebutuhan kapitalisme. Solusi bagi penindasan terhadap kaum perempuan itu terletak pada penghancuran kapitalisme.

Gaung Hamlet membuka memori kolektif tentang Hamlet Shakespeare, di mana ibu Hamlet dan pamannya berkhianat dan membunuh ayah Hamlet untuk menguasai Kerajaan Denmark.

Di sana terlihat seorang perempuan dijadikan alat untuk sebuah kepuasan dan kekuasaan berpolitik. Perempuan-perempuan masakini dengan narasi personalnya, mengangkat cerita keseharian mereka yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dan dijadikan pemuas birahi saja.

Ophelia dalam lakon ini mewakili perempuan-perempuan yang melakukan aksi bunuh diri dan perempuan yang mendapatkan ketidakadilan dari sebuah sistem. Suatu revolusi yang dapat membebaskan perempuan dari dominasi laki-laki. Khususnya untuk pembebasan perilaku dan hubungan seksual.

Hamlet kemudian hadir dengan terus meracau tentang politik, kemanusiaan, dan keluhannya pada semesta. Kemuakan, tubuh terhina para perempuan, dan ingin menjadi mesin.

Bagaimana dunia dibentuk dengan seorang wanita, kemudian Elektra menarik kembali dunia yang pernah dilahirkan, tidak ada lagi kekerasan, perang, dan kesakitan.

Sebuah dunia tanpa IBU. Mereka dapat saling bantai dan hidup penuh dengan kebencian, penghinaan, pemberontakan, kematian.

Pemain, sutradara dan kru Unlogic Theatre. -Dok. Tewel Seketi.
Pemain, sutradara dan kru Unlogic Theatre. -Dok. Tewel Seketi.

Masih penasaran kan sahabat teater, bagaimana sejatinya konsep pemanggungan Unlogic Theatre. Untuk itu, kami menanti kedatangan Anda malam nanti.

Jangan lupa, bagi sahabat teater yang tidak kebagian registrasi online, disediakan registrasiĀ on the spotĀ yang akan dibuka pada pukul 18.00 WIB.

Diharapkan untuk datang lebih awal, sembari menikmati pameran di halaman Teater Kecil, TIM Jakarta, yang mulai dibuka pukul 13.00 WIB.

Seluruh pertunjukan ini terbuka untuk umum dan gratis.

*Daniel Deha

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...