Agenda Hari Kesepuluh FTJ 2019, Kamis 21 November 2019

Portal Teater – Festival Teater Jakarta (FTJ) sudah memasuki hari kesepuluh. Tentu banyak kenangan dan pengalaman bagi penonton yang setia menonton festival teater tertua dan terbesar di Indonesia ini sejak awal.

Sementara bagi penonton yang hanya menonton grup-grup favoritnya, karena mayoritas grup teater memiliki penonton bawaan, janganlah khawatir karena masih ada delapan hari menuju puncak kemenangan kita bersama.

Dalam delapan hari ke depan, kepada Anda akan disuguhkan tujuh pertunjukan tersisa yang bakal membuat Anda menyesal jika melewatkannya. Sebab, festival teater yang dibingkai dalam bentuk perlombaan ini akan makin asyik ditonton.

Barangkali dedaunan pohon-pohon di Taman Ismail Marzuki per hari ini mulai berguguran, pertanda musim hujam segera tiba. Ini membuat udara terasa panas.

Namun, jangan khawatir, sebab TIM sejak semula didirikan untuk menjadi “oase budaya” yang memberikan kesejukan bagi pencaharian makna dalam hidup Anda.

Hari ini, Kamis (21/11), Teater Indonesia dari Jakarta Pusat akan mementaskan naskah “Kisah Cinta Dan Lain Lain” karya Arifin C Noer di Teater Kecil, TIM Jakarta, pukul 19.30 WIB.

Sejak berdiri tahun 2006, Teater Indonesia selalu aktif mengikuti FTJ dan selalu menjadi finalis mewakili wilayah Jakarta Pusat. Hanya di tahun 2018 Teater Indonesia tidak mengikuti FTJ, karena pentas tunggal.

Pada awal berdirinya, sampai tahun 2008, Teater Indonesia disutradarai oleh Alm Dayo Pangestu Aji. Mulai tahun 2009 sampai sekarang disutradarai Buddy Sumantri atau Budi Kecil.

Agenda FTJ "Drama Penonton", Selasa (19/11)
Agenda FTJ “Drama Penonton”, Kamis (21/11).

Sinopsis

Lakon yang akan dipentaskan Teater Indonesia berkisah tentang sebuah keluarga dengan latar belakang kehidupan sosial yang sangat kaya raya, tapi tidak mempunyai seorang anak.

Nyonya memelihara seekor anjing yang diberi nama Tony, dan dia sangat mencintai Tony layaknya seorang anak. Mungkin lebih dari itu, karena yang terlihat Nyonya menyayanginya sangat berlebihan.

Ketika Tony sakit, seisi rumah menjadi sibuk. Ini semua bertentangan dengan kata hati Tuan, karena perhatian Nyonya lebih kepada Tony, ketimbang tanggungjawab sebagai seorang istri.

Budi Kecil kemudian menafsirkan cerita ini dengan istilah anjing yang dimanusiakan dan manusia yang dianjingkan. Hal ini bisa saja terjadi di kehidupan nyata dan bisa juga anjing dimaknakan sebagai simbol.

Dibawakan dengan konsep pertunjukan realis konvensional, lakon ini bakal lebih mengedepankan pemeranan tokoh. Adegan opening adalah sebuah peristiwa tanpa dialog, hanya untuk menggambarkan situasi yang sedang terjadi.

Dan di bagian ending beberapa frame-frame turun untuk menandakan ada sebuah dinding lain di sebuah ruang yang berisikan foto-foto Tony.

Di dalam naskah asli, cerita tentang anjing yang sakit sudah diberitahukan sejak awal, tapi sang sutradara memodifikasinya dengan peristiwa sakitnya anjing di pertengahan cerita.

Di sisi lain dalam konsep pemanggungan, sutradara mencoba mengangkat situasi di dalam masyarakat ketika terjadi musibah kematian.

Selain pertunjukan, akan dibuka pula pameran Drama Penonton yang akan dibuka pada pukul 13.00 WIB di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta.

Bagi sahabat teater yang tidak kebagian registrasi online untuk pertunjukan nanti malam, disediakan registrasi on the spot yang akan dibuka pada pukul 18.00 WIB.

Sahabat teater diharapkan untuk datang lebih awal, sembari menikmati pameran, jajanan, dan suguhan menarik lainnya di halaman Teater Kecil.

Seluruh pertunjukan ini terbuka untuk umum dan gratis.

*Daniel Deha

Baca Juga

Persiapkan Karakter dan SDM Handal, FKIP UMT Kembali Gelar FESDRAK

Portal Teater - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang kembali menggelar Festival Drama Antarkelas (FESDRAK) akhir tahun ini, 14-15 Desember 2019. Dilaksanakan untuk...

Pentas Teater Gandrik di Surabaya Tanpa Djaduk Ferianto

Portal Teater - Gregorius Djaduk Ferianto atau yang terkenal dengan nama Djaduk Ferianto (alm.) punya harapan akan tampil bersama saudara kandungnya di Teater Gandrik,...

Viral! Pisang Karya Maurizio Cattelan di Art Basel Miami Dibandrol Rp1.7 Miliar

Portal Teater - Karya instalasi seniman eksentrik Italia Maurizio Cattelan berupa pisang yang dipamerkan oleh Galeri Perrotin pada Art Basel di Miami, Amerika Serikat,...

Terkini

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Selama 43 Tahun, Kritik Seni Rupa Indonesia Masih Sebatas “Pengantar”

Portal Teater - Ketika kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan doktoralnya di Prancis tahun 1981, Sanento Yuliman mulai aktif menulis kritik seni rupa di...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...