Agenda Hari Ketujuhbelas FTJ, Kamis 28 November 2019

Portal Teater – Seluruh kelompok teater peserta Festival Teater Jakarta (FTJ) telah usai mementaskan lakon terbaik mereka di panggung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki sejak 13-27 November 2019.

Kini saatnya para juri FTJ berembuk dan mengavalusi pertunjukan tiap kelompok yang telah tampil tersebut untuk menentukan lima grup pemenang berikut kategori-kategori lainnya.

Sebagai informasi, dalam sistem penjuaraan FTJ kali ini tidak ada lagi juara I, juara II, juara III dan seterusnya. Sebab grup-grup yang masuk ke dalam kategori lima grup terbaik akan bersama-sama memenangkan festival ini.

Sistem ini sebelumnya telah diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam gelaran Festival Teater Pelajar (FTP) yang tahun ini diadakan pertama kalinya di tingkat provinsi.

Pada hari ini, Kamis (28/11) para juri FTJ yakni: Zen Hae, Gandung Bondowoso, Jajang C. Noer, dan Malhamang Zamzam, Bramantoro Abdinagoro dan Budi Sobar selaku pendamping juri juga akan mengevaluasi kepada 15 peserta FTJ yang akan berlangsung pada pukul 13.00 WIB secara tertutup.

Rangkaian FTJ 2019 tidak hanya menampilkan pertunjukan 15 grup teater, melainkan juga pertunjukan oleh bintang tamu yang bertujuan memeriahkan festival teater tertua ini.

Pada malam hari ini, akan ada pertunjukan “Jaring Sampan” oleh Sanggar Laguna dari Kepulauan Seribu. Pertunjukan bintang tamu ini akan berlangsung pada pukul 19.30 WIB di Gedung Teater Jakarta, TIM Jakarta.

Sinopsis “Jaring Sampan”

Lakon ini dimulai sejak pulau berpenduduk menikmati aliran listrik 24 jam. Seorang tua bernama kong Untung menghabiskan waktu di usia senja hanya untuk membersihkan sampah yang berserakan di sekeliling pulau.

Kong Untung minim bicara. Tubuh rentanya selalu tergerak untuk menjaga keseimbangan alam sebagai syarat keindahan.

Sebagaimana keasrian pulau Untung Jawa di kali pertama ia menjejakkan kaki. Ia adalah saksi sejarah yang masih tersisa, saat perpindahan warga pulau Ubi ke Untung Jawa, di penghujung kekuasaan Belanda di Batavia.

Kong Untung sadar bahwa staminanya tak dapat membersihkan pulau yang terus menerus dibanjiri sampah setiap saat, baik yang dibawa para wisatawan, ombak, angin barat maupun warga setempat.

Ia sadar bahwa perubahan zaman yang begitu cepat, membuatnya tertinggal jauh di belakang. Ia tersadar untuk memperbaiki kerusakan biota laut akibat pencemaran sampah. Namun generasi pulau banyak yang tidak bisa berenang dan mengenal ikan-ikan serta binatang laut.

Karenanya, ia hanya ingin menitip pesan bahwa orang pulau harus lebih siaga mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi di kemudian hari bila hasrat merusak lebih besar dari kesadaran menemukan diri.

Sahabat teater tentu penasaran seperti konsep pemanggungan lakon yang berlatarkan penduduk kepulauan ini?

Bagaimana pantai dihadirkan di panggung teater? Dan seperti apa rupa Kong Untung yang dengan rela memungut beban sampah perkotaan?

Temukan jawabannya dalam pertunjukan “Jaring Sampan” malam ini bersama Bambang Prihadi, sutradara Lab Teater Ciputat, dan Sanggar Laguna Kepulauan Seribu.

Bagi sahabat teater yang tidak dapat melakukan registrasi online, disediakan registrasi On The Spot yang dibuka pada pukul 18.00 WIB di pintu masuk Teater Jakarta.

Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun (Gratis).

*Rere Marselina

Baca Juga

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Hahan Bangkitkan Memori Warga Dresden tentang Raden Saleh Lewat Lukisan

Portal Teater - Seniman asal Yogyakarta Uji Handoko Eko Saputro, atau akrab disapa Hahan, baru saja memamerkan lukisan kolosal Raden Saleh dengan Pop Art...

Terkini

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Selama 43 Tahun, Kritik Seni Rupa Indonesia Masih Sebatas “Pengantar”

Portal Teater - Ketika kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan doktoralnya di Prancis tahun 1981, Sanento Yuliman mulai aktif menulis kritik seni rupa di...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...