Agenda Pameran 4 Seniman Terkenal di Museum MACAN Tahun 2020

Portal Teater – Sebagai salah satu pusat kesenian di Kota Jakarta, Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) memiliki agenda tetap untuk menampilkan karya-karya terbaik para seniman agar dapat dinikmati publik.

Tahun ini pusat kesenian berbasis Jakarta Barat itu memiliki agenda pameran seni dari empat seniman, baik lokal maupun mancanegara.

Keempat seniman tersebut, yakni Julian Rosefeldt (Jerman), Agus Suwage (Indonesia), Melati Suryodarmo (Indonesia) dan Chiharu Shiota (Jepang).

Direktur Museum MACAN Aaron Seeto dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan, pihaknya kini tengah mempersiapkan pameran seni berskala besar dari empat seniman terkenal tersebut.

Tidak hanya sekedar mempersiapkan venue pameran, Museum MACAN juga tidak sabar untuk segera menyambut kehadiran karya termutakhir para seniman agar dapat dinikmati publik seni ibukota.

“Kami tidak sabar untuk menampilkan pameran skala besar karya-karya Melati Suryodarmo, Julian Rosefeldt, Agus Suwage dan Chiharu Shiota pada 2020,” katanya, melansir sinarharapan.co, Rabu (1/1).

Pameran 4 Seniman

Aaron menjelaskan, program pameran di Museum MACAN akan dibuka dengan pameran karya video masif bertajuk “Manifesto” pada Februari–Mei 2020 oleh perupa Jerman bernama Julian Rosefeldt yang ditampilkan dalam 13 layar.

Dalam pameran ini, aktris Cate Blanchett tampil sebagai 12 karakter dan membacakan manifesto seni abad ke-20, termasuk tulisan para perupa, penyair, arsitek, penampil dan pembuat film.

Beberapa pegiat seni itu antara lain: Kazimir Malevich, Sturtevant, Sol LeWitt, Claes Oldenburg, Mierle Laderman Ukeles, André Breton, Bruno Taut, Lebbeus Woods, Yvonne Rainer dan Jim Jarmusch.

Presentasi tersebut diselenggarakan dalam kemitraan dengan Art Gallery of New South Wales (AGNSW).

Pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN. -Dok. lifestyle.kompas.com
Pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN. -Dok. lifestyle.kompas.com

Pada bulan yang sama (Februari), Museum MACAN juga akan menampilkan “Why Let the Chicken Run?”, pameran survei museum perupa kontemporer Melati Suryodarmo.

Dalam kesempatan tersebut, Melati akan menampilkan karya pertunjukan penting yang mengeksplorasi konsep tubuh dan dipengaruhi tradisi seni di Solo, kota asalnya.

Selain itu, putri dari mendiang Suprapto Suryodarmo ini juga akan mempresentasikan hasil studinya di Jerman, ketika ia berguru pada seniman pertunjukan Marina Abramovic dan penari/koreografer Butoh Anzu Furukawa.

Pameran ini ditampilkan bersamaan dengan “Manifesto”, berfokus pada sepilihan karya Melati, termasuk “Why Let the Chicken Run” (2001), yang dibuat sebagai penghormatan kepada salah satu panutannya dalam seni pertunjukan, Ana Mendieta, dan “EXERGIE -Butter Dance” (2012), salah satu karyanya yang paling populer.

Karya-karya yang ditampilkan berdurasi antara 15 menit hingga 12 jam, dan akan ditampilkan di hari-hari tertentu selama 13 minggu, menawarkan pemahaman yang menyeluruh akan kekaryaannya bagi pengunjung museum.

Penampilan Museum MACAN yang eksotik. -Dok. Museum MACAN.
Penampilan Museum MACAN yang eksotik. -Dok. Museum MACAN.

Pada pertengahan tahun nanti, yaitu pada Juli-Oktober, akan ditampilkan pameran survei perupa kontemporer Agus Suwage bertajuk “The Theatre of Me”.

Sebagai perupa yang terkenal dengan pendekatan satire terhadap isu sosial, Agus akan menampilkan potret dirinya, juga sepilihan lukisan, patung dan instalasi yang dibuatnya sejak 1980-an hingga kini.

Di akhir tahun, Museum berbasis Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu juga membawa pameran tunggal terbesar dari perupa Jepang yang tinggal di Berlin dan mengeksplorasi kekaryaannya selama 25 tahun, Chiharu Shiota, dalam tajuk “The Soul Trembles”.

Pameran karya Chiharu Shiota. -Dok. designgallerist.com
Pameran karya Chiharu Shiota. -Dok. designgallerist.com

Pameran ini berlangsung sepanjang November 2020-Februari 2021 dan menampilkan instalasi yang kompleks dan indah berupa jaring-jaring merah dan hitam yang terbuat dari benang, yang terentang dan memenuhi ruang pamer.

Beberapa karya Shiota juga menggunakan barang sehari-hari, seperti sepatu dan piano yang terbakar untuk mewujudkan konsep abstrak seperti kenangan, kekhawatiran dan mimpi.

Pameran selama empat bulan ini diselenggarakan oleh Museum MACAN dan Mori Art Museum di Tokyo.*

Sumber: sinarharapan.co

Baca Juga

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

Pesta Kesenian Bali 2020 Ditiadakan

Portal Teater - Pemerintah Provinsi Bali mengumumkan peniadaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 tahun 2020 menyusul penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya di...

Virus Corona dan Problem Kultural

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) yang kini melanda dunia, bagi Yuval Noah Harari, salah satu filsuf masakini, merupakan krisis global. Mungkin krisis terbesar...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...