Angkat Kisah Guru Agama, Teater STOP SMK Pusaka I Juarai FTP Jakarta Timur

Portal Teater – Festival Teater Pelajar (FTP) Jakarta Timur 2019 telah berakhir pada Senin (2/9) bersamaan dengan pengumuman juara atau pemenang. Di mana ketiga pemenang dari FTP tersebut akan mewakili Jakarta Timur dalam ajang Festival Teater Pelajar Jakarta (FTPJ) yang bakal digelar September ini.

Ketua Ikatan Teater Jakarta Timur (Ikatamur) Ragil Biru Solihin dalam pernyataan tertulis menyebutkan, pemenang FTP Jakarta Timur 2019 diraih oleh Teater STOP SMK Pusaka I Jakarta lewat lakon “Tak Ada Bintang Di Dadanya”. Lakon ini disutradarai Zoebir Mustaqim.

Sementara Grup Terbaik Juara II diraih oleh Teater Total SMAN 54 Jakarta lewat lakon “Jakarta Karikatur”, yang disutradarai Rasendriya Shafa Pambudi.

Di podium ketiga, Grup Terbaik direngkuh oleh Teater Muditara SMK Multimedia Nusantara Jakarta lewat lakon “Kami Perempoean”, dengan sutradaranya: Eka Kartika Halim.

Selain ketiga pemenang utama, penghargaan juga diberikan kepada dua grup teater lain, yakni di podium keeempat dan kelima. Keduanya adalah Teater Layar 61 SMAN 61 Jakarta (Juara Harapan I) lewat lakon “Menjalu Jalu”, dengan sutradaranya: ABI ML, dan Teater Pancawarna SMAN 81 Jakarta (Juara Harapan II) lewat lakon ” Wara Wiri”; sutradara Patricia Kresnauli.

Dengan kemenangan tersebut, maka ketiga grup terbaik mendapatkan hadiah dari Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta masing-masing: Juara I: Rp12 juta, Juara II: Rp10 juta dan Juara III: Rp8 juta.

Sampaikan Pesan Lewat Sentuhan Artistik

Teater STOP SMK Pusaka 1 yang pentas pada Senin (26/8) pekan lalu itu menampilkan lakon “Tak Ada Bintang Di Dadanya” untuk mengisahkan pengabdian seorang guru agama yang kian penting saat ini; di tengah ketergerusan literasi dan degradasi karakter generasi muda.

Sutradara Teater Stop Zubir Mustaqim mengungkapkan, melihat kondisi akhir-akhir ini, di mana banyak kejadian mengerikan yang merusak citra generasi muda, maka lakon tersebut berupaya membangkitan kembali akhlak yang dianggap mulai pudar dari kehidupan anak-anak saat ini.

Bagi Zubir, posisi guru agama yang dianggap kurang penting dalam tatanan pendidikan kita mesti diperhatikan kembali. Sebab jasanya begitu besar dalam pendidikan, di mana pendidikan keagamaan hampir membentuk seluruh moral, tatakrama dan akhlak peserta didik.

“Kalau matematika salah, itu masih bisa dimaklumi. Tapi kalau agama kita salah, maka abis kita,” paparnya di Auditorium Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Senin (26/8).

Lakon tersebut dipentaskan dalam waktu yang sangat singkat, tetapi memuat pesan yang sangat kaya. Apalagi dengan sentuhan artistik, kostum (tata rias) dan properti panggung lainnya, termasuk multimedia yang amat mendukung konstruksi makna yang disampaikan lewat lakon tersebut.

Dengan permainan lampu dan properti-properti tersebut, pentas Teater STOP tampak megah dan mewah. Lagipula, pemeranan tokoh Guru Hasan (seorang guru agama), diperankan secara apik oleh Luthfi Maulana Yusuf, yang kemudian mengantarnya menyabet gelar pemain utama pria terbaik.

Nominasi Pemenang Lain

Selain keterpilihan tiga grup terbaik yang kemudian menjadi perwakilan Jakarta Timur di FTPJ 2019, Ikatamur juga memberikan nominasi pemenang kepada kerja penyutradaraan, artistik, kostum, keaktoran, dan penulis naskah.

Untuk nominasi tersebut, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta memberikan hadiah masing-masing Rp10 juta per katergori.

Adapun nominasi pemenang tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sutradara Terbaik: Zoebir Mustaqim dalam naskah “Tak Ada Bintang Di Dadanya” dari Teater STOP SMK Pusaka 1 Jakarta.
  • Penata Musik Terbaik: Dede Pancayana dalam naskah “Jakarta Karikatur” dari Teater Total SMAN 54 Jakarta.
  • Penata Artistik Terbaik: Mata Art Community dalam naskah “Tak Ada Bintang Di Dadanya” dari Teater STOP SMK Pusaka 1 Jakarta.
  • Penata Kostum Terbaik: Khoerrunisa dalam naskah “Kami Perempoean” dari Teater Muditara SMK Multimedia Nusantara Jakarta.
  • Penata Rias Terbaik: Mega Kartika dan Afrohtak dalam naskah “Tak Ada Bintang Di Dadanya” dari Teater STOP SMK Pusaka 1 Jakarta.
  • Pemeran Utama Pria Terbaik: Luthfi Maulana Yusuf sebagai Guru Hasan dalam naskah “Tak Ada Bintang Di Dadanya” dari Teater STOP SMK Pusaka 1 Jakarta.
  • Pemaran Utama Wanita Terbaik: Syifa Aulia sebagai Mimin dalam naskah “Jakarta Karikatur” dari Teater Total SMAN 54 Jakarta.
  • Pemeran Pembantu Pria Terbaik: Muhammad Rafly Zain sebagai Dadang dalam naskah “Menjalu Jalu” dari Teater Layar 61 SMAN 61 Jakarta.
  • Pemeran Pembantu Wanita Terbaik: Fireiah Rahmawati sebagai AMinah dalam naskah “Kami Perempoean” dari Teater Muditara SMK Multimedia Nusantara Jakarta.

12 Partisipan FTP Jakarta Timur

Seperti gelaran teater pelajar di wilayah lain di Jakarta, FTP ini digagas oleh Ikatan Teater Jakarta Timur (Ikatamur) dalam kerjasama dengan Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

Event ini diadakan sepanjang 22 Agustus-2 September 2019 di Auditorium Gelanggang Remaja Jakarta Timur. Event ini hanya digelar pada waktu reguler sekolah, yakni Senin-Jumat, sedang Sabtu dan Minggu ditiadakan.

Adapun keduabelas kelompok teater pelajar partisipan FTP Jakarta Timur 2019, antara lain: Teater L’Pina SMK L’Pina (“Apa Warnamu”), Teater Layar 61 SMAN 61 Jakarta (“Menjalu Jalu”), Teater Stop SMK Pusaka 1 (“Tak Ada Bintang di Dadanya”), Teater Total SMAN 54 Jakarta (“Jakarta Karikatur”), Teater Pancawarna SMAN 81 Jakarta (“Wara-Wiri”).

Selain itu, ada Teater Papan SMKN 48 Jakarta (“Be Or Not To Be”), Teater Etnis SMK Nurul Islam (“Nur is Nur”), Teater Terjun SMAN 76 Jakarta (“A.Y.O.I”), Teater Semu SMAN 50 Jakarta (“Ande-Ande Lumut”), Teater Muditara SMK Multimedia Nusantara (“Kami Perempoean”), Teater Kumantelaga SMAN 53 Jakarta (“Kisah Bunga Matahari”) dan Teater Sampul SMKN 50 Jakarta (“Generasi Terakhir”).

*Daniel Deha

Baca Juga

Viral! Pisang Karya Maurizio Cattelan di Art Basel Miami Dibandrol Rp1.7 Miliar

Portal Teater - Karya instalasi seniman eksentrik Italia Maurizio Cattelan berupa pisang yang dipamerkan oleh Galeri Perrotin pada Art Basel di Miami, Amerika Serikat,...

Dukung Kerja Kesenian, Pemerintah Minta Seniman Daftar Lewat Aplikasi Online

Portal Teater - Sebuah kabar gembira datang di penghujung tahun 2019 buat pegiat atau pelaku kesenian di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal...

Peringati Hakordia, Tiga Menteri Jokowi-Ma’ruf Main Teater

Portal Teater - Ada yang unik dengan cara para menteri Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin periode 2019-2024 dalam memperingati Hari...

Terkini

Ugo Untoro: Melukis Lebih Dekat tentang Personalitas Diri

Portal Teater - Duabelas tahun lalu pameran seni visual Ugo Untoro bertajuk "Poem of Blood" di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, 12-26 April 2007, menghebohkan...

Tutup Tahun, JCP Persembahkan Konser Special “Tribute to Farida Oetoyo”

Portal Teater - Jakarta City Philharmonic dan Ballet Sumber Cipta mempersembahkan konser spesial akhir tahun bertajuk Tribute to Farida Oetoyo pada Jumat (13/12), pukul...

Ini Daftar 20 Dance Film Yang Lolos Kompetisi IMAJITARI 2019

Portal Teater - Ada 20 karya dance film yang dinyatakan lolos ke tahapan sesi kompetisi helatan IMAJITARI “International Dance Film Festival” 2019. Dari 20...

Selama 43 Tahun, Kritik Seni Rupa Indonesia Masih Sebatas “Pengantar”

Portal Teater - Ketika kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan doktoralnya di Prancis tahun 1981, Sanento Yuliman mulai aktif menulis kritik seni rupa di...

Mahasiswa Prodi Teater IKJ Pentas “Macbeth” dengan Konsep Kekinian

Portal Teater - Mahasiswa Program Studi Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan bangga akan mementaskan "Macbeth" karya William Shakespeare di Gedung Teater Luwes IKJ,...