Angkat Tema “Meretas Indeks”, DKJ Fest Akan Digelar Akhir Tahun Ini

Portal Teater – Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerjasama dengan Jakarta Propertindo (Jakpro) akan menyelenggarakan “DKJ Fest” pada 9-14 Desember 2019 di beberapa titik di kota Jakarta, dengan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat festival.

Dalam rangka mempersiapkan event tersebut, DKJ menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana pada Senin (26/8) bertempat di Ruang Pleno DKJ.

FGD yang dibuka langsung oleh Plt. Ketua DKJ Danton Sihombing dihadiri oleh Komite Teater, seniman lintas media dan juga seniman yang akan berkolaborasi dalam “DKJ Fest”, termasuk beberapa komunitas budaya dari daerah.

“Dalam konteks Jakarta dan DKJ, Gubernur Ali Sadikin pada eranya membentuk DKJ, pusat kesenian berorientasi pada budaya, hiburan, regenerasi,” ungkap Danton (26/8).

Plt. Ketua DKJ Danton Sihombing menjelaskan konsep DKJ Fest 2019 dalam FGD persiapan DKJ Fest di Ruang Rapat Pleno DKJ. -Dok. Eva Tobing/DKJ.
Plt. Ketua DKJ Danton Sihombing menjelaskan konsep DKJ Fest 2019 dalam FGD persiapan DKJ Fest di Ruang Rapat Pleno DKJ. -Dok. Eva Tobing/DKJ.

“Namun, sekarang ada pergeseran-pergeseran perilaku. Inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya DKJ Fest,” lanjutnya.

“DKJ Fest” kali ini menggunakan sebagian karya berbasis riset maupun seni dokumenter, dan memperlihatkan perubahan ekosistem dari teknologi tradisional ke teknologi masa kini dari berbagai situs pengetahuan.

Meretas Indeks

Di tahun keduanya, DKJ Fest mengusung tema “Meretas Indeks”, bertujuan untuk memantulkan pergeseran ekosistem ibukota.

Tema ini diangkat karena bersentuhan langsung dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta “Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta TIM” yang akan membawa Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) ke dalam pergaulan seni yang masa kini dan terhubung dengan arus globalisasi seni.

Program tersebut dimaksudkan untuk mengurai medan budaya sebagai ruang hidup Jakarta dan reposisi ekosistem seni di Jakarta dalam konteks Revolusi 4.0.

Dalam kerangka program itu, Jakarta dilihat sebagai kota dengan beragam lapisan budaya, sekaligus menjadi pintu pertama masuknya teknologi menjadikannya cepat berubah posisi atau bergeser dari budaya itu sendiri.

FGD persiapan DKJ Fest di Ruang Rapat Pleno DKJ. -Dok. Eva Tobing/DKJ.
FGD persiapan DKJ Fest di Ruang Rapat Pleno DKJ. -Dok. Eva Tobing/DKJ.

Dalam hal ini, kerja-kerja kesenian berbasis riset dan dokumenter dibutuhkan, sehingga bisa memantulkan batas-batas perubahannya.

Tentang DKJ Fest

Dewan Kesenian Jakarta Festival (DKJ Fest) merupakan kerja kurasi sosial-politik kota Jakarta untuk memunculkan ‘cermin budaya’, melalui pemetaan dan investigasi.

Pantulan cermin budaya yang diharapkan menghasilkan tatapan baru untuk membaca resposisi memori kota maupun identitas kota yang terjadi.

Syamsudin Ilyas, seorang fotografer dari Komunitas Cilincing mempresentasikan konsep fotografi dalam FGD persiapan DKJ Fest 2019 di Ruang Rapat Pleno DKJ.-Dok. Eva Tobing/DKJ.
Syamsudin Ilyas, seorang fotografer dari Komunitas Cilincing mempresentasikan konsep fotografi dalam FGD persiapan DKJ Fest 2019 di Ruang Rapat Pleno DKJ.-Dok. Eva Tobing/DKJ.

“DKJ Fest” pertama diluncurkan pada tahun 2018, yang merupakan platform kuratorial yang mencari keterhubungan seni dan kota dalam kerangka industri budaya.

Kerja kolaborasi merupakan aktivisme utama untuk terjadinya produksi pengetahuan maupun estetika antar disiplin ilmu.

Seluruh Komite dalam tubuh DKJ (Komite Sastra, Komite Seni Rupa, Komite Teater, Komite Musik, Komite Tari, dan Komite Film) melepaskan diri dari aktivisme sektorial seni dan bekerja dengan visi “lintas batas” dalam menjalankan festival ini.

*Rere Marselina

Baca Juga

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

Tandai HUT Ke-30, Teater Gema Gelar Wicara “Filosofi Hidup Berteater”

Portal Teater - Teater Gema baru saja merayakan 30 tahun berdirinya pada Senin (13/1) lalu. Menandai perayaan tersebut, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama denganĀ  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama denganĀ  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...