Bandung Choral Society Adakan Festival Paduan Suara Internasional Perdana di Jakarta

Portal Teater -Sukses mengadakan festival paduan suara tahunan Bali International Choir Festival sejak 2012, Bandung Choral Society (BCS) tahun ini dengan bangga mempersembahkan festival paduan suara baru bertaraf internasional di Jakarta, Jakarta World Choir Festival (JWCF).

Festival ini diadakan di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sepanjang 24-27 Oktober 2019, dan diikuti oleh 43 grup paduan suara, dengan 4 dari luar negeri dan 39 dari Indonesia.

Keempat grup paduan suara dari luar negeri antara lain: Himig Trinitarian Chorale (Filipina), El Coro Ensemble (Malaysia), dan Yonsei Music Academoy Choir dan Korea Angels Choir (Korea Selatan).

Selain grup peserta lomba, JWCF mengundang grup paduan suara bintang tamu, seperti The Archipelago Singers (Jakarta), 78 Youth Choir (Jakarta), PRD Choir Polda Bali (Bali), serta Yoon Hak Won Chorale dan Jeju Provincial Seogwipo Chorale (Korea Selatan).

Ada 10 kategori dalam perlombaan ini. Berdasarkan usia peserta, ada lima kategori, yaitu anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, dan lansia. Sementara berdasarkanklasifikasi jenis lagu, ada kategori rohani Kristen, lagu rohani agama lain, dan lagu rohani Afro-Amerika.

Lampung Kids Choir, salah satu peserta JWCF 2019. -Dok. portalteater.com
Lampung Kids Choir, salah satu peserta JWCF 2019. -Dok. portalteater.com

Perkenalkan Jakarta sebagai “Bali Lain”

Ketua Panitia JWCF Rangga Aristo Kulas mengatakan, event ini bertujuan mengembangkan kesenian di Indonesia, khususnya seni suara, serentak memperkenalkan varian budaya lain di Indonesia (baca: Jakarta) selain yang terkenal oleh dunia luar: Bali.

Selain pengenalan budaya, festival ini bermaksud mengokohkan nama Jakarta sebagai ibukota di dunia internasional, yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas politik dan bisnis, melainkan juga merupakan pusat kebudayaan.

Karena itu, BCS memilih Taman Ismail Marzuki sebagai venue pertunjukan untuk mengatakan kepada dunia bahwa Jakarta juga memiliki magnet bagi pentas-pentas kesenian.

Pada tahun 1970-an, Jakarta sendiri pernah menjadi pusat kebudayaan Asia oleh karena intensnya kegiatan kebudayaan, dengan titik pusatnya di TIM Jakarta.

“Harapannya, ingin memperkenalkan wajah Indonesia. Contohnya gedung ini (Teater Jakarta, red). Banyak orang luar yang belum tahu. Walau ini adalah pusat kesenian Jakarta, namun karena kurang diekspos maka mereka banyak yang tidak tahu,” katanya di TIM Jakarta, Jumat (25/10).

BCS berpendirian menghidupkan nilai-nilai budaya agar dunia internasional datang Indonesia untuk menikmati kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, khususnya di Jakarta.

“Makanya pada seremoni pembukaan kita tampilkan tarian khas Betawi untuk menunjukkan bahwa ada budaya lain di Indonesia selain Bali,’ tuturnya.

Yahya Choir dari Bandung, peserta JWCF 2019. -Dok. portalteater.com
Yahya Choir dari Bandung, peserta JWCF 2019. -Dok. portalteater.com

Jakarta Punya Daya Tarik Wisata

Direktur Artistik JWCF dan Pimpinan BCS Tommyanto Kandisaputra mengatakan, Jakarta sebagai kota megapolitan memiliki berbagai daya tarik pariwisata yang juga luar biasa. Kota ini menjadi tempat yang menarik bagi siapapun.

Karena itu, penyelenggaraan JWCF dengan berbagai acara menarik akan menjadi sebuah perayaan paduan suara yang penuh sukacita.

Menurutnya, kiprah Indonesia dalam dunia paduan suara telah diakui dunia, baik dari berbagai prestasi yang telah diraih, pesona keindahan musik, kualitas artistik dan penampilan paduan suara Indonesia, begitu pula dalam penyelenggaraan kompetisi dan berbagai kegiatan edukasi paduan suara.

“Sekarang saatnya, kami mempersembahkan panggung paduan suara yang lebih luas dan berkualitas bagi peserta dari Indonesia atau dunia,” katanya, mengutip Katalog JWCF 2019.

Rangga pun menandaskan, dengan dilaksanakannya JWCF di Jakarta maka ada motivasi masing-masing peserta dari daerah untuk melihat Jakarta, bukan sekedar mengikuti perlombaan semata.

Artinya, menempatkan venue perlombaan di jantung ibukota akan memantik semangat turistik para peserta dari berbagai daerah untuk mempresentasikan (folklore) kebudayaan lokalnya.

Tidak Sekedar Perlombaan

JWCF 2019 tidak hanya menyuguhkan perlombaan paduan suara, tapi juga menggelar kegiatan-kegiatan lain seperti diskusi dan workshop serta konser kemitraan.

“Ini kompetisi paduan suara tapi ada pelatihan-pelatihan juga, konser, dan lain-lain yang dibuat tiap sore. Dan itu kita undang pembicara dari luar negeri,” papar Rangga.

Ada enam pembicara yang sekaligus merupakan juri ahli dalam festival ini, antara lain: Andrea Angelini (Italia), Chatarina Leimena (Indonesia), Hak Won Yoon (Korea Selatan), Hee Churl Kim (Korea Selatan), Jonathan Velasco (Filipina) dan Susanna Saw (Malaysia).

Menurut Rangga, kehadiran pembicara ini diharapkan dapat memperluas wawasan para peserta festival. Karenanya, event ini juga memproduksi pengetahuan baru kepada peserta.

Grup peserta yang tampil, kata Rangga, telah diseleksi sejak November 2018. Adapun beberapa kriteria dalam proses seleksi, yakni dimensi artisitik dan kelengkapan dokumen yang dilakukan dalam beberapa tahap.

“Kita tidak ada kriteria spesifik,” terangnya.

Pada acara penutupan, akan tampil salah satu paduan suara yang cukup terkenal di Jakarta, The Archipelago Singers yang baru saja menjuarai festival paduan suara internasional di Korsel.

Selain itu, ada pula penampilan spesial Yoon Hak Won Chorale dari Korsel di bawah konduktor Yoon Hak Won, konduktor legendaris paduan suara di Korsel.

Pemenang Grand Prix JWCF 2019 akan mendapat sertifikat, tropi “Choir of the World – JWCF 2019” dan didapuk untuk tampil pada Grand Prix of Championship of Bali International Choir Festival 2020.

*Daniel Deha

Baca Juga

Industri Musik AS Ambruk Karena Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah menyebar di 203 negara di dunia dengan terkonfirmasi positif 859.965 kasus, 42.344 meninggal dan 178.364 sembuh. Amerika Serikat...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Terkini

Data dan Dana Untuk Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Indonesia membuka jalur pendataan bagi pekerja seni yang secara ekonomi terdampak virus Corona. Pendataan telah dibuka sejak akhir pekan lalu,...

Mendata Pelaku Industri Kreatif Terdampak Corona di Ibukota

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul semua lini kehidupan manusia saat ini. Wabah global ini tidak hanya menghantam sektor ekonomi, politik, atau...

Mendata Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan membuka pendataan bagi pekerja dan pelaku seni di ibukota yang terdampak secara ekonomi akibat...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...