Juli 2, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Deskripsi Meteor, Meteor jatuh ke Bumi

Banyak Bintang Jatuh di Gunung Merapi, Pakar: Ini Cuma Pesawat

KOMPAS.com- Sebuah video viral menunjukkan sebuah benda jatuh dari langit di atas Gunung Merapi. Netizen pun ramai berkomentar Bintang jatuh.

Dalam video yang diunggah ke akun Instagram ountMountnesia, ia mempertanyakan apakah ada benda jatuh dari langit di atas Gunung Merapi pada 1 Juni 2022. pintong Jatuh?

“Pada Rabu, 1 Juni 2022 pukul 18.32 WIB, rekaman #Merapi dapat dilihat di CCTV FREKOM di Kalidenga Lore (tenggara). Menurut Anda apa itu? Bintang jatuh?” Tulis akun Dikutip dari mountnesia Kompas.comKamis (2/6/2022).

Hingga sore ini, Kamis (2/6/2022) video tersebut telah dilihat oleh kurang lebih 370.000 netizen dan sekitar 821 komentar.

Jawaban warganet beragam, ada yang mengatakan itu bukan bintang jatuh, tapi asteroid atau Meteor.

Ada orang yang mengklaim bahwa benda langit yang tampaknya jatuh sebenarnya adalah bintang jatuh, dan mereka menulis tuntutan mereka di komentar.

Mitos bintang jatuh yang diyakini kebanyakan orang dikenal sebagai momen yang tepat untuk berdoa karena bisa diberikan.

Baca selengkapnya: Tidak menjawab doa, bintang jatuh sebenarnya adalah meteor

Terlepas dari berbagai pendapat warganet, bagaimana pandangan para ahli tentang penampakan langit yang jatuh di Gunung Merapi atau penampakan bintang?

Video tersebut dengan jelas menunjukkan Marufin Sudibyo, astronom dan konsultan amatir Indonesia yang menjawab pertanyaan ini dan asisten Observatorium Astronomi Gombong (FKIK) dan Dewan Studi Astronomi Kebumen (MKIF) di Kebumen Jawa Tengah. Bintang jatuh.

Marufin Sudibyo sebenarnya mengatakan bahwa acara ini adalah passing flight.

Maroofin menyebutkan tiga alasan atau faktor utama yang mendukung pernyataannya, yaitu sebagai berikut.

1. Kejadiannya masih sore

Seperti yang bisa kita lihat dari video. Rekaman CCTV menunjukkan waktu terjadinya penampakan tersebut, yakni sekitar pukul 18.31 hingga 18.32 WIB.

READ  Astronot tidak bisa lagi menggunakan toilet di kapsul SpaceX, mengapa? : Teknologi Zona Oksigen

Kata Marufin, percaya peristiwa Bintang jatuh terlihat di atas Gunung Merapi Itu direkam saat matahari terbenam, di mana langit masih cerah dan benda-benda di ketinggian yang sangat besar masih bersinar bersama matahari.

Baca selengkapnya: Suhu permukaan bintang terpanas 35 kali lebih tinggi dari Matahari, jadi apa itu?

Shutterstock Deskripsi Meteor, Meteor jatuh ke Bumi

Dengan begitu, ketika sebuah objek di langit terkena sinar matahari saat pesawat melintas, kamera CCTV harus menangkap penampakannya.

Sementara itu, diyakini jika kejadian itu terjadi pada malam hari sesaat setelahnya atau jika cuaca di langit gelap, kemungkinan pesawat itu terlihat kecil.

“Ya karena (pesawat) masih bersinar di bawah sinar matahari sehingga kita bisa melihatnya,” kata Marupin kepada Kompas.com, Kamis (2/6/2022).

“Kalau tidak menyala, gelap kecuali lampu merah (di pesawat) yang sulit terekam di CCTV,” imbuhnya.

2. Sistem CCTV yang tidak didukung

Faktor selanjutnya yang menguatkan pernyataan Marufin adalah kemampuan atau struktur CCTV yang tidak mampu menangkap gambar suatu objek dengan jelas.

“(Pesawat) itu kemudian difilmkan oleh CCTV, yang biasanya merekam objek terang sebagai ‘objek di ekor’ (seperti komet),” katanya.

Baca selengkapnya: Mengapa bintang dapat memancarkan cahayanya sendiri?

Juga, jika CCTV tidak dikontrol dengan baik, ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) cukup terang untuk melintasi langit lokal atau lokasi CCTV, itu akan tetap terlihat seperti ‘komet’.

3. Cukup lama

Faktor ketiga yang disebutkan Marufin adalah lamanya peristiwa, yang menunjukkan bahwa objek tersebut bukan bintang jatuh karena Merapi jatuh di gunung.

Seperti yang terlihat dalam video yang terekam di CCTV, benda jatuh dari langit terekam pada pukul 18.31.57 WIB. Kemudian pendaftaran berakhir pada pukul 18.32.46 WIB.

READ  iPhone Bisa Jadi Kaca Pembesar, Begini Caranya

Artinya, pada kenyataannya, rekaman itu sekitar 49 detik. Namun, orang yang mengunggah video tersebut membuatnya 3 kali lebih cepat, sehingga durasi video tersebut hanya sekitar 17 detik.

“Kemudian acaranya terlihat terlalu lama (~30 detik), jadi tidak mungkin meteor (bola api) terang,” katanya.

Pada acara Chelyabinsk 2013 ia melepaskan 600 kiloton energi TNT dan membandingkannya dengan kerucut meteorit super terang yang bersinar hanya 20 detik.

“Kombinasi dari ketiga faktor tersebut menentukan bahwa peristiwa ini sebagian besar merupakan pesawat yang lewat,” jelasnya.

Baca selengkapnya: Pollux Bintang Raksasa Merah Menjajarkan Bulan Malam Ini, Ini Penjelasannya

Dapatkan pembaruan pesan pilihan Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join team telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, Kemudian bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.