Februari 5, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Benarkah mobil manual lebih kuat dari buldoser? halaman semua

SEMARANG, KOMPAS.com – Mobil transmisi otomatis dan manual dibuat untuk tujuan tertentu. Setiap generasi disempurnakan seiring kemajuan teknologi.

Namun, banyak pemilik mobil yang masih membandingkan keduanya, terutama untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Topik yang dibahas bervariasi mulai dari konsumsi bahan bakar hingga kemampuan jelajah, seperti masalah torsi dan kekuatan di medan yang berat.

Pemilik memiliki pro dan kontra tentang siapa yang lebih unggul di antara dua opsi pertukaran ini.

Misalnya di pinggir jalan lereng dan pegunungan ekstrim, Panduan Seluler dianggap unggul. namun, Mobil otomatis Mobil tersebut juga memiliki rating positif untuk faktor keamanan terhadap resiko terguling ke belakang.

Lalu, seperti, mana yang benar?

Kepala Bengkel Nasmogo Janti Yogyakarta, Bambang Sri Hariando mengatakan, ada plus minus antara mobil matic dan manual.

KOMPAS.com/STANLY RAVEL Transmisi Toyota Innova Genix Hybrid e-CVT

“Tergantung apa yang dicari, kemudahan penggunaan dan kenyamanan. Otomatis lebih baik di atas kertas, tapi untuk ketangguhan dan tenaga, manual masih jadi pemenangnya,” ujar Bambang.

Baca selengkapnya: Setiap kali berhenti di lampu merah, transmisi otomatis mobil di D, boros bahan bakar?

Nilai kenyamanan berkendara bagi konsumen adalah yang utama. Pada kondisi tanjakan, jika dihitung persentasenya, 60 persen murni pengendalian kendaraan dan 40 persen lainnya faktor teknis kendaraan, kata Bambang.

Berhenti di tanjakan curam membutuhkan adaptasi awal, yaitu merasa dan reaksi, terutama pada mobil bertransmisi manual.

Tanjakan ekstrem mudah digerus oleh Kijang Innova DieselKompasOtomotif Tanjakan ekstrem mudah digerus oleh Kijang Innova Diesel

“Hal-hal teknis seperti itu Hentikan Anda membutuhkan merasa Memperbaiki pedal di dalam mobil. Mengganti persneling dan mempertimbangkan gradien seberapa besar torsi dan tenaga sangat penting Keahlian,” dia berkata.

READ  Penantang Elon Musk dari China adalah kisah kegagalan yang lengkap

Ada pemilik yang memihak mobil manual karena kendali kendaraan sepenuhnya ada di tangan pengemudi. Namun, pada dasarnya mengendarai mobil manual di tanjakan lebih rawan bahaya.

Sementara itu, sebagian besar pengguna mobil matic lebih tenang dan percaya diri, yang memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Menurut Bambang, tidak ada perbedaan tenaga dan torsi antara kedua mobil bertipe sama tersebut. Kemudian, jika ada kasus gagal mendaki, faktor mungkin menjadi penyebabnya Kesalahan manusia.

“Mobilnya sehat, tapi teknik mengemudinya tidak dikuasai, rusak. Waktu mengemudi umumnya perlu ditingkatkan. Teknik dan spesifikasi pengendalian kendaraan ada di tangan pengemudi,” jelasnya.

Baca selengkapnya: Cara memarkir mobil transmisi manual dengan aman di tanjakan dan turunan

Kepala Bengkel Kajah Mada Honda Semarang, Nanang mengatakan, mobil matic akan lebih mudah melewati tanjakan. Sebaliknya, untuk transmisi manual, ada kemungkinan jika teknik yang digunakan salah Kampas kopling Mobil terbakar dan tidak bisa dinyalakan.

Honda Sensing Media test drive Honda WR-V RS dengan PolyHPM Honda Sensing Media test drive Honda WR-V RS dengan Poly

“Kebanyakan mobil yang gagal menanjak itu manual. Kampas kopling Kehabisan karena terlalu sering bermain. Ternyata, tapi itu subyektif. Ada faktor pengemudi dan kendaraan,” kata Nanong.

Untuk masalah teknis seperti torsi, Nanang menilai, mobil matic dikatakan lebih baik karena torsi mesin dikendalikan oleh ECU yang terkomputerisasi.

mesin Honda WR-VKompas.com/Donny mesin Honda WR-V

Pada mobil manual, diasumsikan bahwa lebih banyak waktu terbang diperlukan untuk menyeimbangkan ritme pembagian antara tenaga dan torsi.

Baca selengkapnya: Karena mobil terbakar dan bau saat melintasi tanjakan

“ECU punya manfaat mematikan sistem mesin, transmisi, faktor manual dll orang itu Nomor satu. Jika bel terbang tinggi dan Keahlian Mengemudi dengan baik, medan kasar apapun aman,” tambahnya.

READ  Segera daftarkan Bantuan Rp 1,2 Juta, masih dibuka sampai Juni 2021. Siapkan KTP dan No HP kamu


Dapatkan pembaruan Berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Yuk gabung di grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link nya https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.