Bengawan Symphony Orchestra Juarai IOEF 2019

Portal TeaterBengawan Symphony Orchestra (BSO) sukses menjuarai Indonesian Orchestra & Ensemble Festival (IOEF) 2019 setelah berhasil menyingkirkan 24 grup musik lainnya dalam gelaran tahun keempat IOEF.

Pada malam puncak IOEF 2019, Founder dan Festival Director IOEF Dr. Karina Nathania menyampaikan apresiasi kepada grup musik orkestra asal Solo, Jawa Tengah tersebut, karena selama tiga hari mampu tampil konsisten dalam pementasan mereka.

Selain memberikan pengharagaan kepada BSO, Karina dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua peserta IOEF.

Bagi Karina, mahkota kemenangan sebenarnya telah diraih semua peserta karena tidak ada yang kalah dalam festival orkestra perdana dan terbesar di Asia Tenggara tersebut. Tugas dewan juri adalah memberikan poin tertentu berdasarkan kriteria yang ditetapkan manajemen festival.

“Kita semua adalah pemenang, karena telah berjuang bersama di sini,” katanya di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Minggu (15/9) malam.

Pada acara penyerahan piala, gurp musik ensembel asal Kolese Kanisius Jakarta, Canisius Wind Ensemble (CWE), sebagai pemenang IOEF tahun 2018, menyerahkan piala bergilir kepada BSO.

Sementara kepada semua peserta, manajemen IOEF memberikan sertifikat apresiasi sebagai penghargaan telah mengikuti IOEF 2019.

Earhouse Guitar Club Laboratory pada pentas di IOEF 2019. -Dok. Alexander Vito/kumparan
Earhouse Guitar Club Laboratory pada pentas di IOEF 2019. -Dok. Alexander Vito/kumparan

Digagas Musicmind dan TRUST

IOEF 2019 diprakarsai oleh Musicmind dan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Event tahunan yang digelar sejak 2016 ini digelar di Taman Ismail Marzuki pada 13-15 September 2019.

Dalam penyelenggaraannya, IOEF 2019 didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI, Kedutaan Besar Austria di Jakarta, PT. Trinity Optima Production, Andante Music School, Musicgear Indonesia, CASIO Music Indonesia, dan Kantorkuu.

Karina sebelumnya mengatakan, festival ini menjadi wadah bagi para pelaku musik orkestra dan ensemble tanah air untuk dapat saling menginspirasi dan berkenalan satu sama lain.

Selain menjadi ajang untuk menampilkan berbagai komunitas musik, IOEF juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar tentang musik orkestra melalui berbagai workshop dan seminar yang dibimbing langsung oleh musisi profesional di bidang ini.

IOEF 2019 menampilkan 25 grup dari Indonesia dan mancanegara, lima special show dan empat workshop. Special show IOEF 2019 menghadirkan MPYO (Malaysian Philharmonic Youth Orchestra) yang merupakan salah satu orkestra remaja terbaik di Asia Tenggara di bawah asuhan Malaysian Philharmonic Orchestra.

Adapula Clarquinet dari Singapura, Gusto Saxophone Quartet dari Thailand, serta musisi orkestra kelas dunia yaitu Julia Zulus (Oboe) dan Justas Stasevkij (Piano) yang secara khusus didatangkan oleh Austrian Embassy Jakarta dari kota Wina.

Pentas Gusto Saxophone Quartet dari Thailand pada opening ceremony IOEF 2019. -Dok. @ioef_fest.
Pentas Gusto Saxophone Quartet dari Thailand pada opening ceremony IOEF 2019. -Dok. @ioef_fest.

Nuansa Nusantara

Aroma Nusantara seolah begitu menonjol pada malam Gala Konser, Minggu (15/9). Konser akbar itu dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Para penonton yang hadir, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, diajak berdiri dan bernyanyi dengan diiringi musik yang dimainkan TRUST Orchestra.

Usai lagu kebangsaan dilantunkan, dilanjutkan dengan lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan oleh penyanyi sopran Silvia Wirdani. Malam makin hangat dengan permainan violis ternama Michele Siswanto.

Berikutnya, grup orkestra yang baru meraih medali emas di The World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria itu memainkan medley lagu-lagu daerah Nusantara.

Ada lima penggalan lagu daerah yang mewakili pulau-pulau besar di Indonesia, yakni Bungong Jeumpa, Suwe Ora Jamu, Ampar-Ampar Pisang, dan Yamko Rambe Yamko.

Tepuk tangan penonton riuh usai medley pertama dimainkan, apalagi sebagian pemain beratraksi dengan menarikan koreografi sesuai musik yang dimainkan.

Adalah Julia Zulus, pemain oboe, dan Justas Stasevkij, pemain piano, berkolaborasi memainkan dua lagu daerah Nusantara, yakni Kampuang Nan Jauh di Mato dan Si Patokaan. Pengalaman yang dimiliki ditunjukkan lewat penguasaan panggung yang baik dari kedua musisi internasional itu.

Opening ceremony IOEF 2019. -Dok. @ioef_fest.
Opening ceremony IOEF 2019. -Dok. @ioef_fest.

Malam semakin larut berubah menjadi terhanyut ketika konduktor Malaysian Philharmonic Youth Orchestra (MPYO) Naohisa Furusawa memimpin konser musik kolaborasi dengan TRUST Orchestra dan memainkan lagu Cindai, lagu Melayu yang dipopulerkan Siti Nurhaliza di Indonesia.

Pada puncaknya, kedua grup membawakan lagu Rasa Sayange, seperti yang dijanjikan dalam jumpa pers sebelumnya. Lagu tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa kedua negara tetap akrab meski membawakan lagu yang sempat menjadi sumber konflik.

Sumber: Liputan6.com, Suara.com

*Daniel Deha

Baca Juga

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama denganĀ  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

Komit Bangun Kebudayaan, Bupati Tubaba Gelar “Megalithic Millennium Art”

Portal Teater - Pembangunan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung belakangan ini terus bertumbuh. Aktivisme itu tidak hanya digiatkan oleh seniman dan komunitas/sanggar seni,...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama denganĀ  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...