Awali 2020, Bentara Budaya Jakarta Pamerkan Karya Seniman Imigran Indonesia

Portal Teater – Mengawali tahun 2020, Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran seni rupa bertajuk “INTEGRASI” yang menampilkan karya-karya seniman imigran Indonesia yang telah lama menetap di luar negeri.

Kecuali Lili Voight yang asli warga Jerman, ada empat seniman imigran Indonesia yang memamerkan karyanya, antara lain Andri Andriyani (Belanda), Daniel Kho (Jerman), Yudi Noor (Jerman), dan Ito Joyoatmojo (Swiss).

Pameran “INTEGRASI” akan dibuka pada Kamis (9/1) pukul 19.30 WIB di Bentara Budaya Jakarta, Jln. Palmerah Selatan, No.7, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain pameran karya, Bentara Budaya Jakarta menggelar Artist Talk pada Jumat (10/1) pukul 14.00 WIB yang dimoderatori Asmujo Jono Irianto (kurator pameran).

Pameran berlangsung sepanjang 10-15 Januari 2020 pada setiap pukul 10.00-18.00 WIB.

Pameran Seni Rupa "INTEGRASI" di Bentara Budaya Jakarta. -Dok. Bentara Budaya.
Pameran Seni Rupa “INTEGRASI” di Bentara Budaya Jakarta. -Dok. Bentara Budaya.

“INTEGRASI”  Budaya

Ketua Pengelola Bentara Budaya Jakarta Ika W. Burhan mengatakan, pameran “INTEGRASI” dimaksudkan untuk merespon keadaan nomaden para seniman Indonesia yang sering mengembara dalam jangka waktu lama di luar negeri.

Proses adaptasi dan pengalaman integrasi dengan budaya baru di mana mereka menjadi imigran menjadi penting bagaimana mereka dapat bertahan untuk terus berkarya.

“Penyesuaian ini terkadang tidak hanya melulu fisik, tapi juga mindset, pengambilan keputusan, gaya hidup, bahkan beberapa mempengaruhi pola berpikir mereka tentang filosofi, humanity dan keyakinan yang mereka anut,” katanya.

Dalam pameran ini, seniman yang saat ini tinggal di Bali dan sering menetap di Jerman dan Spanyol, Daniel Kho, akan menampilkan karya berupa figur totem dalam balutan warna-warni pop.

Daniel Kho adalah pencinta wayang, bahkan dia pernah memodifikasinya sebagai wayang modern. Sejak 1977 seniman asal Jawa Tengah ini menetap di Jerman.

Di sisi lain, Ito Joyoatmojo memilih menampilkan gambar-gambar makanan dalam karya-karyanya.

Seniman asal Solo, Jawa Tengah, ini agaknya lebih memaknai makanan ini dapat digunakan sebagai alat untuk integrasi kebudayaan.

Sementara seniman asal Bandung, Jawa Barat, Yudi Noor, kali ini berupaya membangun narasi yang berkaitan dengan identitas dan problem integrasinya di Jerman.

Andri Andriyani akan menampilkan karya instalasi berupa foto sebagai ekspresi artistik menyoal problem identitasnya sebagai imigran Jawa (yang di Indonesia adalah mayoritas).

Berbeda dengan seniman imigran Indonesia, Lili Voight menampilkan karya-karya foto berupa poster untuk menyoal identitas dan ekses dari arus manusia yang saat ini mudah berpindah.

Asmujo, kurator pameran "INTEGRASI" di Bentara Budaya Jakarta. -Dok. youtube.com
Asmujo, kurator pameran “INTEGRASI” di Bentara Budaya Jakarta. -Dok. youtube.com

Di Indonesia Belum Terintegrasi

Kurator pameran Asmujo memandang, tema “INTEGRASI” dapat dikaitkan dengan posisi seni rupa kontemporer dalam masyarakat di Indonesia.

Ia menilai, praktek seni rupa kontemporer di Indonesia masih belum terintegrasi dengan masyarakat kebanyakan.

“Pameran seni rupa kontemporer masih belum terjangkau oleh masyarakat,” kata salah satu delegasi Indonesia pada festival seni rupa tertua dunia Venice Biennale yang diadakan pada Mei 2019 di Italia itu.

Karena itu, tandas Asmujo, karya-karya seni rupa kontemporer kurang memberikan kontribusi yang dapat memicu dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bisa memandang persoalan secara canggih.

Selain itu, minimnya apresiasi terhadap karya para perupa kontemporer menyebabkan berkurangnya sikap toleransi di Indonesia.

Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.*

Baca Juga

“CAGAK”: Berani Memilih Jalan yang Benar

Portal Teater - Jika seorang anak manusia dikondisikan untuk memilih salah satu dari dua pilihan beroposisi biner: kebaikan atau keburukan, maka ia akan memilih...

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Digitalisasi Arsip Dewan Kesenian Jakarta Terkendala

Portal Teater - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyimpan banyak arsip dan koleksi seni berupa kertas (kliping koran, poster, naskah drama/teater), foto, lukisan, buku dan...

Terkini

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Dewan Kesenian Jakarta Minta Anies Kaji Ulang Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menyusul polemik yang mengemuka di ruang publik, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang proyek revitalisasi...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...