Buka JILF 2019, Adania Shibli Akan Bicara Soal Representasi Sastra Palestina

Portal Teater – Festival sastra berskala internasional perdana di Jakarta, Jakarta International Literary Festival (JILF), resmi dibuka hari ini, Selasa (20/8) di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Pembukaan festival ini ditandai dengan Pidato Kunci sastrawan muda Palestina kelahiran 1974, Adania Shibli, nanti malam pukul 20.00-21.30 WIB di Teater Besar TIM Jakarta.

Sebagai penulis yang telah dua kali menerima penghargaan A.M. Qattan Foundation, Shibli akan memberikan representasi baru dari Palestina, alih-alih mata telanjang kita melihat permukaan negara di Timur Tengah itu sebagai bangsa yang tengah berkonflik dengan klaim teritori.

Justru pada titik itu, Shibli dengan cerdas akan menggambarkan bagaimana pengalaman kolektif yang sangat masif dan menjadi memori sebuah bangsa seperti Hari Nakba tercermin dalam karya sastra, dan ruang bagi representasi akan tema-tema di Palestina.

Shibli, seorang penulis di lanskap budaya negaranya dan juga di tingkat dunia, juga akan bercerita lebih jauh tentang pilihan-pilihannya dalam berkarya, pengalaman yang membentuk tulisannya, serta apa yang ingin dicapai lewat karyanya.

Shibli meraih gelar Ph.D. dari University of East London dengan konsentrasi studi pada Studi Media dan Budaya. Disertasinya berjudul “Visual Terror: A Study of the Visual Compositions of the 9/11 Attacks and Major Attacks in the ‘War on Terror’ by British and French Television Networks”.

Beberapa karya sastranya adalah “Touch” (2010), “We are all equally far from love” (2012) dan “Keep your eye on the wall: Palestinian landscapes” (2013).

Di usianya yang masih muda, Shibli dinobatkan sebagai salah satu dari Beirut39, sebuah kelompok dari 39 penulis Arab berusia di bawah 40 yang dipilih melalui kontes yang diselenggarakan oleh majalah Banipal dan Festival Hay.

Selain memberikan perspektif khas kesusastraan Palestina, Shibli juga juga akan hadir dalam kegiatan “Author’s Talkshow” pada Kamis (22/8), pukul 18.30-19.15 WIB di Plaza Teater Besar TIM Jakarta.

Para volunter JILF 2019 berdiri di depan booth pameran Patjar Merah di Plaza Teater Besar TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Para volunter JILF 2019 berdiri di depan booth pameran Patjar Merah di Plaza Teater Besar TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Tampilkan Ratusan Penerbit Buku

Adapun program utama dalam festival ini adalah Pidato Kunci, Simposium, Pameran Sastra Liar Era Kolonial⁣, Bincang Sastra & Bincang Penulis⁣, Malam Pembacaan Karya, Lab Ekosistem Sastra, diskusi “Bacaan Liar”, Pasar Hak Cipta Buku dan dan Jakarta Award.

Pada hari pertama, selain Pidato Kunci Shibli, JILF 2019 dibuka dengan Bazar Buku Patjar Merah di Plaza Teater Besar TIM, Pameran Sastra Liar Era Kolonial dan Pasar Hak Cipta Buku di Lobby Teater Kecil TIM Jakarta.

Program bazar dan pameran ini bakal digelar sepanjang gelaran JILF, sejak pukul 10.00 pagi hingga pukul 21.00 WIB.

Dalam program Patjar Merah, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta mempercayakan Agromedia, sebuah penerbit dan distributor buku Indonesia yang berdiri pada 1 April 2001.

Penerbit ini pada mulanya berkonsentrasi pada penerbitan buku-buku pertanian, tetapi kemudian mengembangkan sayap bisnisnya, termasuk penerbitan karya sastra di bawah naungan penerbit GagasMedia.

Menurut Kepala Cabang Agromedia Jabodetabek Cucu, dalam pameran ini pihaknya menampilkan antara lain ribuan buku sastra dari ratusan penerbit buku sastra, termasuk misalnya Penerbit Kompas Gramedia dan Mojok.

Buku-buku tersebut, kata dia, kebanyakan merupakan terbitan penerbit dalam negeri, baik karya sastra populer saat ini maupun karya sastra lawas atau pada era kolonial Belanda.

“Setidaknya ada ratusan penerbit yang buku-bukunya ditampilkan dalam pameran ini,” katanya di TIM Jakarta, Selasa (20/8).

Para sastrawan partisipan berbincang-bincang dalam acara Pasar Hak Cipta Buku di Lobby Teater Kecil TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Para sastrawan partisipan berbincang-bincang dalam acara Pasar Hak Cipta Buku di Lobby Teater Kecil TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Hadirkan Puluhan Sastrawan

Menurut informasi yang dihimpun Portal Teater, semua sastrawan yang terlibat langsung dalam beragam kegiatan ini telah datang ke Jakarta. Nanti malam mereka akan bersama-sama membuka secara resmi perhelatan JILF 2019.

Setidaknya ada puluhan penulis sastra lintas benua yang hadir di JILF tahun ini, baik dari Indonesia maupun dari benua lain seperti Amerika Serikat, Afrika, Asia, dan Eropa.

Dari luar negeri, festival kali ini menghadirkan belasan penulis atau sastrawan dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Botswana, Filipina, India, Inggris, Malaysia, Mauritius, Palestina, Singapura, Siprus, Somalia, Turki, dan Thailand.

Mereka adalah: Adania Shibli, Akhil Katyal, Amir Muhammad, Bejan Matur, Eliza Victoria, Faisal Tehrani, Laurie Callahan, Legodile Seganabeng, Momtaza Mehri, Prabda Yoon, Sharlene Teo, Shenaz Patel, Stephanos Stephanides, dan Zainab Priya Dala.

Sementara, dari Indonesia ada 24 penulis yang terkenal giat dalam dunia kesusastraan. Mereka adalah: Ade Putri Paramadita, Amanatia Junda, Andina Dwifatma, Anya Rompas, Ari J. Adipurwawidjana, Azhari Aiyub, Bernado J. Sujibto, Fadly Rahman, Hendri Yulius, Hetih Rusli, Hilmar Farid, Intan Paramaditha, Laura Prinsloo, Manneke Budiman, Mario F. Lawi, Nirwan Dewanto, Nukila Amal, Raisa Kamila, Roy Thaniago, Ruhaeni Intan Hasanah, Sabda Armandio, Teddy W. Kusuma, Timbul Haryono dan Zen Hae.

*Daniel Deha

Baca Juga

Komit Bangun Kebudayaan, Bupati Tubaba Gelar “Megalithic Millennium Art”

Portal Teater - Pembangunan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung belakangan ini terus bertumbuh. Aktivisme itu tidak hanya digiatkan oleh seniman dan komunitas/sanggar seni,...

Merayakan Suara Melanesia yang Langka Lewat “Planet-Sebuah Lament”

Portal Teater - Pementasan kontemporer berbaju tradisi, "Planet-Sebuah Lament", karya Garin Nugroho selama dua hari pada akhir pekan lalu, Jumat-Sabtu (17-18 Januari), berhasil menghibur...

Sambut Imlek, Mahasiswa UNJ Pentaskan Seni dan Budaya Tionghoa

Portal Teater - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (25/1) akhir pekan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...