Buku Pematung Ternama Dolorosa Sinaga Diluncurkan Akhir Bulan Ini

Portal Teater – Buku pematung kenamaan Indonesia Dolorosa Sinaga segera diluncurkan akhir bulan ini di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Buku yang mengulas karya patung Dolorosa itu berjudul “Dolorosa Sinaga: Tubuh, Bentuk, Substansi”.

Mengutip publikasi Galnas Indonesia, buku ini dicetak dalam dalam dua bahasa. Dalam versi Bahasa Inggris berjudul “Dolorosa Sinaga: Body, Form, Matter” dengan editor Alexander Supartono dan Sony Karsono.

Somalaing Art Studio bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, dan Poligrabs Creative Studio menggelar diskusi prapeluncuran buku Dolorosa Sinaga di Ruang Seminar, Galnas, Jakarta, Sabtu (18/1). -Dok. Galnas Indonesia/Facebook
Somalaing Art Studio bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, dan Poligrabs Creative Studio menggelar diskusi prapeluncuran buku Dolorosa Sinaga di Ruang Seminar, Galnas, Jakarta, Sabtu (18/1). -Dok. Galnas Indonesia/Facebook

 

Diskusi Prapeluncuran

Dalam rangka mendiskusikan buku tersebut, Somalaing Art Studio bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, dan Poligrabs Creative Studio menggelar diskusi prapeluncuran buku di Ruang Seminar, Galnas, Jakarta, Sabtu (18/1).

Diskusi publik yang berlangsung sejak pukul 11.00-17.00 WIB itu bertajuk “Dolo dan Para Lelakinya. Potret dalam Karya Dolorosa Sinaga”.

Lisabona Rahman, salah satu penulis buku tersebut mengakui, figur “lelaki” Dolorosa merupakan anomali dari karya-karyanya yang didominasi oleh figur perempuan dan merepresentasikan isu-isu perempuan.

Adapun patung potret laki-laki yang lahir dari tangan jenius Dolorosa, antara lain: Pemimpin Tibet Dalai Lama, penyair Widji Thukul, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Soekarno, dan pemberontak kolonialisme Multatuli.

Untuk membedah “jejak” masing-masing karya, dihadirkan enam panelis yang dikenal ahli dalam bidangnya.

Keenam panelis tersebut, yakni arsitek Yori Antar sebagai penanggap karya potret Dalai Lama; Danial Indrakusuma penanggap potret Widji Thukul; Muhammad Sobary dan Abdon Nababan penanggap potret Abdurrahman Wahid; Sukmawati Soekarnoputri dan Seno Gumira Ajidarma penanggap potret Soekarno; dan Bonnie Triyana sebagai penanggap patung Multatuli.

Karya patung para lelaki Dolorosa Sinaga. -Dok. Somalaing Art Studio.
Karya patung para lelaki Dolorosa Sinaga. -Dok. Somalaing Art Studio.

Dolorosa dalam kesempatan diskusi mengatakan bahwa para “lelaki” yang dipotretnya bukan lelaki dalam arti pasangan biologis, melainkan simbol kelelakian karya-karyanya.

Diketahui, Pengajar dan Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini telah lama dikenal sebagai ahli patung. Selama 40 tahun berkarya, ia telah membuat lebih dari 600 karya. Sebagian besar patungnya adalah potret perempuan.

Seniman yang didapuk sebagai Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020 ini pun terus berkarya, bahkan terus meningkat baik secara jumlah maupun nilai.

Karya terakhirnya yang disimpan di Somalaing Art Studio berbasis Jakarta Timur berupa potret lelaki menjadi menarik karena dianggap tidak biasa. Sebab seperti dikenal, Dolorosa adalah aktivis HAM dan feminisme.*

Baca Juga

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...