Bulan Bahasa Bali untuk Literasi Budaya

Portal Teater – Pemerintah Provinsi Bali secara istimewa mempersembahkan bulan Februari sebagai Bulan Bahasa, yang kemudian diberi nama Bulan Bahasa Bali.

Hal yang berbeda dengan helatan Bulan Bahasa Nasional yang biasanya diadakan pada bulan Oktober tiap tahunnya untuk mengenang dan merayakan Sumpah Pemuda (1928).

Kegiatan ini tidak bersifat sporadis tapi dilakukan secara struktural dan sistemik yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, sampai ke tingkat lembaga pendidikan, swasta maupun masyarakat se-Bali.

Yang menarik, semua kegiatan yang digelar dalam program ini menggunakan bahasa Bali, sehingga hanya dikhususkan bagi masyarakat asli Bali.

Bagi masyarakat Bali, bahasa Bali merupakan salah satu bahasa Ibu yang dipakai sebagai lambang kebanggaan masyarakat, identitas masyarakat, sarana penghubung keluarga dan masyarakat dan pendukung sastra daerah dan sastra Indonesia.

Edisi kedua program Bulan Bahasa merupakan implementasi konkret dari Peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Pertama kali Bulan Bahasa Bali diadakan tahun 2019.

Gubernur Bali I Wayan Koster membuka fetival akbar masyarakat Pulau Dewata ini pada Sabtu (1/2) di Taman Budaya Bali, Denpasar, awal bulan lalu.

Gubernur Koter membuka Festival Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. suarabali.com
Gubernur Koter membuka Festival Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. suarabali.com

Berbagai kegiatan seperti perlombaan, atraksi budaya, pertunjukan, dan gelaran budaya lainnya diadakan setelah pembukaan di masing-masing wilayah.

Salah satu tujuan utama dari program ini adalah merawat budaya Bali melalui kegiatan yang umumnya menggunakan bahasa Bali, agar masyarakat, terutama generasi yang lebih dan muda dan terpapar teknologi melek terhadap budaya dan bahasa Bali.

Gubernur Koster dalam sambutan pembukaan festival mengatakan, Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali untuk melestarikan dan memperkuat sendi-sendi dalam bahasa dan tulisan Bali.

“Bahasa Bali adalah salah satu kebanggaan budaya kita. Oleh karena itu, kita harus melestarikannya,” katanya.

Gubernur Koster mengikuti Festival Nyurat Lontar pada seremoni pembukaan Festival Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. balifactualnews.com
Gubernur Koster mengikuti Festival Nyurat Lontar pada seremoni pembukaan Festival Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. balifactualnews.com

2.020 Peserta Ikuti Nyurat Lontar

Sesuatu yang istimewa lahir dalam event ini. Di mana sebanyak 2.020 peserta (merujuk pada tahun 2020) yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan penyuluh bahasa Bali memeriahkan seremoni pembukaan dengan mengikuti Festival Nyurat Lontar Massal.

Festival Nyurat Lontar Massal adalah kegiatan di mana para peserta menulis aksara Bali pada salah satu bait dalam kekawin Nitisastra di atas daun lontar dengan menggunakan pengrupak (pisau khusus untuk menulis di daun lontar).

Tujuannya agar peserta mengetahui apa itu pengrupak, jenis daun lontar dengan kekeringan seperti apa yang bisa dipakai, dan sebagainya.

Festival ini digagas tidak saja menjadi seremonial belaka, tapi bagaimana mengajak masyarakat terutama kaum muda untuk memahami betapa pentingnya kesatuan pemahaman bahasa, aksara dan sastra Bali.

Berbagai acara kemudian menyusul untuk menyemarakkan gelaran yang mengangkat tema “Melarapan Bulan Bahasa Bali, Nyujur Atma Kertih” dan bermaskot Manuk Dewata ini.

Tema tersebut diterjemahkan diantaranya dalam 17 ragam wimbakara (lomba), tiga krialoka (lokakarya) dan empat kali widyatula (diskusi) tematik berkaitan dengan tafsir dan referensi kepustakaan mengenai tema atma kertih, dan prasara (pameran) dengan peserta perguruan tinggi, organisasi bahasa, serta perajin.

Di Kabupaten Tabanan, gelaran Bulan Bahasa Bali 2020 diadakan pada Senin (10/2) yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan diikuti oleh puluhan peserta, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan IGN. Supanji menerangkan, berbagai kegiatan dan lomba dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Bahasa Bali di Tabanan, di antarannya, lomba nyurat aksara Bali, lomba mesatwa Bali, lomba baca aksara Bali, serta pentas teater yang dibawakan oleh Teater Jineng Tabanan.

Di level lembaga pendidikan, mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar pun berkolaborasi dengan Sanggar Sekdut Bali PAC, menampilkan pergelaran seni sastra berjudul “Jaratkaru” di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (12/2).

Lakon ini mengisahkan perjalanan Sang Jaratkaru untuk memperoleh sang istri sesuai dengan janji yang ia ikrarkan kepada roh leluhurnya yang tergantung pada ujung bambu petung di Ayastanasthana, demi membebaskan roh nenek moyangnya dari siksaan.

Pementasan seni sastra pada Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. antaranews.com
Pementasan seni sastra pada Bulan Bahasa Bali 2020. -Dok. antaranews.com

Bali Punya Tiga Wahana Seni

Program ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagaimana pemerintah menyediakan platform dan akses yang luas bagi masyarakat dan pekerja seni untuk bertemu, berinteraksi dan bertukar gagasan untuk memperkuat cita rasa kebudayaan.

Kini, Bali sudah memiliki setidaknya tiga wahana pembinaan seni yang diikuti masyarakat secara luas dan menyeluruh, yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) dan FSBJ dan Bulan Bahasa Bali.

Di samping itu, perkembangan kesusastraan Bali pun cukup maju. Bukan hasil dari program Bulan Bahasa, karena baru dua tahun diadakan, tapi dari para seniman yang mendedikasikan hidup mereka bagi pelestarian budaya dan bahasa Bali.

Baru-baru ini, Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikan Ajib Rosidi, dkk., memberikan penghargaan kepada sastrawan Bali Ida Bagus Prawanasuta melalui karyanya Tresna Tuara Teked yang dianggap mampu mengembangkan khazanah sastra Bali.

Kita berharap, program ini menghasilkan lebih banyak penulis yang lebih muda yang mampu memelihara dan menumbuhkan semangat untuk menulis dan mengembangkan kesusastraan Bali secara luas.

Apalagi dukungan dan perhatian Pemprov Bali terbilang bagus dalam upaya pelestarian budaya Bali. Menjelang akhir tahun lalu, misalnya, Gubernur Koster menggelar Festival Seni Bali Jani (FSBJ) untuk pertama kalinya.

Wahana pembinaan seni tersebut bagi Gubernur Wayan diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kesenian modern dan kontemporer bagi masyarakat Bali.

FSBJ 2019 dilaksanakan selama dua pekan. Festival yang diikuti 1.692 seniman muda seluruh Bali, berlangsung sepanjang 26 Oktober-8 November 2019.

Di daerah/provinsi lain, kita berharap ekosistem yang sama diciptakan pertama-tama oleh pemerintah setempat agar literasi budaya berjalan dengan baik.*

Baca Juga

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Digitalisasi Arsip Dewan Kesenian Jakarta Terkendala

Portal Teater - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyimpan banyak arsip dan koleksi seni berupa kertas (kliping koran, poster, naskah drama/teater), foto, lukisan, buku dan...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...