Agustus 11, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Coco mencium pipiku dan dia juga menghela nafas

Jakarta – Bagi perempuan, korban kejahatan seksual atau pemerkosaan, Julianto Eka tak henti-hentinya membeberkan perilaku busuk para promotor.

Sebelumnya, dua korban pemerkosaan, Julianto Eka, tampil di podcast Gogro TV (Sura Karen) dan podcast. Tutup pintu Teddy Corbusier, sekarang Mawar dan Melati (bukan nama sebenarnya) ada di Podcast Gurhat Bang, acara yang dibawakan oleh Denny Sumerko.


Juliano Eka adalah sosok yang inspiratif. (ist)

Namun, Mawar dan Melati tidak akur, dan kini Denny Sumarko menjadi korban baru di podcast bernama Julianto Eka bercadar. HitamKatakan saja matahari (bukan nama sebenarnya).

Secara total, tiga korban pelecehan seksual berbicara tentang pengalaman pahit mereka dilecehkan oleh promotor.

Mentari menceritakan kepada Denny Sumarko bagaimana dirinya menjadi korban pertama pelecehan Juliando Eka.

Berawal dari aksi di satu daerah, saat itu Mentari pun turut serta dalam acara tersebut.

Setelah selesai dan hendak pulang, Mentari didekati oleh Juliando Eka.


Tiga korban pelecehan seksual oleh Julianto Eka, Melati (Baju). Hitam), Matahari (kerudung hitam), mawar (jaket abu-abu). (Film YouTube Pengakuan Bang Denny Barago).

Sementara itu, Julianto Eka, Mentari, berbicara tentang keinginan untuk mengembangkan keterampilan Mentari di bidang tertentu.

“JE mencegat saya untuk pulang saat itu dan dia bilang saya tidak boleh pulang dulu karena JE ingin saya mengembangkan keterampilan saya dan dia mendesak saya untuk tidak mengikuti kegiatan rutin di akhir pekan,” kata Mendari. Podcast Gurhat Bang, dikutip Denny Sumerko, Selasa (12/7/2022).

Tanpa ragu, Mendari menyetujui permintaan Julianto Eka.

Setelah itu, Julianto Eka mengajak Mentari dan beberapa teman Mentari untuk makan di mall dan menonton film.

Mentari mengatakan tidak ada yang mencurigakan saat itu.

READ  PPIP tegaskan Muhammad Keys bukan duta Panchasila

Tetapi ketika mereka semua kembali ke hotel, sesuatu yang aneh terjadi dan gadis-gadis itu diundang satu per satu ke kamar Julianto Aega.