Corona Belum Mereda, Ada Opsi Penundaan Keberangkatan Jemaah Haji

Portal Teater – Penyelenggaraan ibadah haji internasional sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juli nanti.

Indonesia sendiri akan memberangkatkan 221 ribu jemaah yang terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.

Namun karena pandemi virus corona yang belum mereda dan pulih, pemerintah akhirnya membuka kemungkinan untuk menunda pemberangkatan jemaah haji ke tanah suci, Arab Saudi.

Berbicara kepada CNN Indonesia, Selasa (19/5), Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan salah satu alasan penundaan tersebut adalah kepastian otoritas Arab Saudi mengenai pembukaan kembali penyelenggaraan umroh tahun ini.

Pemimpin negara penghasil minyak terbesar berjanji akan memberikan kabar baik pada 20 Mei nanti.

“Bila sudah tanggal 20 Mei belum ada keputusan dari (Arab) Saudi, kami rencanakan untuk mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan haji pada tahun ini,” katanya.

Otoritas Arab Saudi sejak dua bulan lalu telah melakukan penutupan sejumlah tempat suci di negara itu, termasuk menunda penyelenggaraan umrah sepanjang tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh mengatakan kepada stasiun televsisi Al Ikhbaria bahwa kesehatan anggota jemaah haji dan warga Arab Saudi menjadi prioritas utama.

“Untuk itu, kami meminta saudara-saudara kami, umat Muslim di seluruh dunia, agar menunda kontrak haji sebelum situasinya lebih jelas,” katanya.

Arab Saudi saat ini bertengger di urutan ke-15 negara paling terpukul oleh virus corona. Ada 57.345 kasus di seluruh negara, dengan 320 meninggal dunia dan 28.748 sembuh.

Pada Senin (18/5), salah satu negara pemasok minyak terbesar itu menemukan 2.593 kasus baru. Kekhawatiran makin memuncak bilamana otoritas membuka kembali ekonomi dan ibadah haji.

Tiga Skenario

Fachrul menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih berpegang pada tiga skenario mengenai problem ibadah haji di tengan pandemi.

Pertama, memberangkatkan seluruh jemaah jika Arab Saudi menyelenggarakan haji seperti biasa.

Kedua, membatasi jumlah jemaah yang berangkat jika Arab Saudi menerapkan social distancing dalam ibadah haji.

Terakhir, menyiapkan skenario jika haji tahun ini dibatalkan karena corona. Salah satunya dengan menunda ke tahun depan.

Skenario terakhir ini telah disepakati dalam rapat antara Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI pada Rabu (15/4) lalu.

Untuk skenario ini, pemerintah memastikan agar bagi jemaah haji bisa menarik kembali biaya pelunasan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali mengatakan, untuk biaya setoran awal sebesar Rp25 juta tidak boleh diambil, kecuali calon jemaah membatalkan keberangkatan haji.

Dan untuk menarik biaya haji, jemaah perlu mengajukan permohonan ke Kantor Kemenag Wilayah Kabupaten/Kota masing-masing.

Jika disetujui, maka jemaah bisa menerima biaya pelunasan yang telah disetorkan via rekening.

Sementara jemaah haji khusus, permohonan pengembalian dana diajukan lewat penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

PIHK selanjutnya membuat surat pengantar pengajuan pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pelunasan ke Kemenag beserta nomor rekening jemaah yang bersangkutan.

Untuk jemaah yang tidak menarik biaya pelunasan, tercatat di Siskohat sebagai jemaah lunas tunda.

Tahun depan, jika BPIH masih sama, jemaah tidak lagi membayar pelunasan. Namun jika lebih besar, jemaah membayar selisih harga.

Pemerintah pun memastikan bahwa tahun depan, para jemaah yang tertunda akan mendapat prioritas selama antrean haji.*

Baca Juga

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Membaca “Ditunggu Dogot”: Berkhidmat dan Mengakrabi Penonton

Portal Teater - Dua aktor kawakan, Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno, membacakan naskah “Ditunggu Dogot” ditemani penulis naskah Sapardi Djoko Damono dan Yola Yulfianti (sutradara). Pembacaan...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...