Desember 5, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Di Srejan, Menteri Sosial Rizma Kopam menemukan 2.517 rekening penerima bansos PKH yang diblokir. Sebut saja aneh mendapatkan uang tunai tidak langsung diambil! Berita Joglosemer

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Ibu Risma PKH dihadang dalam rapat koordinasi isu dan bansos saat menunjukkan data bansos. Foto / Wardo

SRAGEN, JocloserBerita.com – Rizma, Menteri Sosial Rizmaharini, marah besar mengetahui ribuan bantuan sosial (ponco) tidak diberikan kepada Family Trust Scheme (PKH) di Sregan.

Mantan Wali Kota Surabaya itu meminta pihak oposisi dan bank penyalur untuk segera menyelaraskan data agar bantuan PKH yang diblokir bisa segera diberikan.

Hal itu terungkap pada Jumat (20/8/2021) saat Mensos Surabaya menggelar kunjungan kerja dan rapat koordinasi membahas PKH dan bansos BPNT di Kara Guest House Hotel Sraja.

Dari hasil pencocokan data, pihaknya menemukan 2.517 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Srajan, yang hingga saat ini belum bisa memberikan bantuan sosial kepada PKH.

Selain itu, rekening 1.868 penerima bansos PKH ditemukan terblokir. Tak pelak menemukan masalah, kemarahan Rizma pun bergejolak.

Ia sempat meminta koordinator kecamatan petugas pendamping PKH dari kecamatan untuk melaporkan data PKH yang belum diberikan.

Kemudian data mereka dicocokkan dengan data PNI sebagai asisten distributor.

Akibatnya, ribuan akun telah diblokir, kecuali data yang tidak dipublikasikan.

“Jadi kunjungan saya, ada data yang tidak terkirim (bansos) lalu kami cek apa masalahnya. Kalaupun ada pesanan untuk bayar. Sekarang, mari selesaikan masalahnya, sudah (warga) tidak terima (bantuan sosial) , sudah bayar kita Padahal pesan, uangnya sangat mahal,” kata Risma kepada wartawan.

Rizma juga menjelaskan, kunjungannya ke Sraja akan menjadi rapat koordinasi dengan Dirjen Kemensos karena banyak bantuan sosial yang belum tersalurkan.

Untuk memotong isu tersebut, ia memanggil kawan PKH dan bank BNI sebagai penyalur bansos PKH di wilayah SKAH.

Rakor tersebut mengungkap adanya kejanggalan data pasokan PKH dan ribuan dana bansos PKH yang tidak disalurkan.

Di Sragen, untuk tahap pertama, dari 35.508 keluarga binaan, hanya diberikan 35.421 KPM. Ada 87 KPM yang tidak memberikan bantuan sosial PKH.

READ  City Vs Madrid Fantastis, Guardiola dan Ancelotti Saling Puji

Untuk tahap kedua, jumlah bantuan sosial PKH yang belum dibayarkan meningkat menjadi 2.517 KPM. Saat ini, dari target 37.237 KPM, baru tercapai 34.720 KPM.

Dari alasan kawan dan bank, banyak alasan mengapa bansos PKH tidak diberikan.

Misalnya, KPM tidak menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau buku tabungan. Namun alasan yang paling dominan adalah rekening penerima program bansos PKH diblokir.

Diakui bahwa sulit untuk membuka bank. Bank berpendapat bahwa membuka blok rekening memerlukan koordinasi di tingkat pusat.

Risma langsung menelepon administrasi PNI pusat dan meminta mereka segera membuka blok tersebut.

“Masalahnya bermacam-macam. Ada yang belum ditawarkan dan diblokir selama dua bulan dan seterusnya. Jadi saya harus melarangnya,” katanya.

Menurut Kementerian Sosial, 1.868 rekening penerima bansos diblokir.

Pemblokiran rekening dilakukan karena PKM belum membayar hibah selama dua bulan berturut-turut. Rizma curiga dan meminta kepada pihak bank dan asisten PKH untuk mengecek di lapangan.

“Kalau PKM dibayar, anehnya tidak segera diambil. Saya ingin mengkaji kembali bagaimana bantuan ini bisa segera diterima masyarakat. Mudah-mudahan minggu ini dan minggu depan sudah clear,” ujarnya. Wardo