Dibuka Makin Inklusif, PKN 2019 Hadirkan Lima Agenda Utama

Portal Teater – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) akan segera diselenggarakan pekan depan, 7-13 Oktober 2019. Event tahunan ini melibat banyak insan seni-budaya se-Nusantara, bertujuan membuka ruang interaksi bagi berbagai komunitas di tengah ketegangan politik dan sosiokultural.

“Kebanyakan ruang-ruang diisi oleh ketegangan yang sifatnya sosial ekonomi. Nah, dengan kebudayaan, kami harap ada pola komunikasi yang lebih fleksibel leluasa dan basisnya kebersamaan,” ujar Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, pekan lalu.

Seperti halnya Pekan Olahraga Nasional (PON), konsep PKN dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Puncaknya, para pemenang di tingkat provinsi berhak mengikuti PKN tingkat nasional.

Skema tersebut diharapkan bisa berdampak luas dan menciptakan ruang interaksi maupun ekosistem kebudayaan yang baik dan inklusif di masyarakat.

Selama ini, ruang-ruang publik kita didominasi oleh elusi arus informasi, hal mana menyebabkan sedikitnya kesempatan orang untuk berinteraksi dengan bebas dan dalam bahasa kebudayaan.

“Semua persiapan kami lakukan agar PKN bisa menjadi ruang interaksi berbagai komunitas dan juga membentuk kebudayaan inklusif,” kata Hilmar.

Hilmar Farid. -Dok. antaranews.com
Hilmar Farid. -Dok. antaranews.com

Lima Agenda Utama

Hilmar menjelaskan, ada lima kegiatan utama PKN 2019, yakni kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi kebudayaan, pagelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya.

Khusus konferensi pemajuan kebudayaan, acara ini berupa ruang pencerahan publik yang bertujuan mempersiapkan perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan.

Sementara ekshibisi kebudayaan merupakan pameran artefak-artefak kebudayaan, purwarupa teknologi pemajuan kebudayaan hasil inovasi dari Kemah Budaya Kaum Muda, serta karya-karya unggulan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Selanjutnya, pagelaran karya budaya bangsa, yaitu parade gelombang Nusantara yang menggalang partisipasi dari pelaku budaya se-Indonesia. Beberapa pergelaran seni yang akan ditampilkan meliputi defile tarian tradisional, koreografi bela diri, hingga rampak perkusi Nusantara.

Selain itu, ada empat panggung utama yang disiapkan penyelenggara PKN, antara lain: Panggung Nusantara, Panggung Kaebauk, Panggung Siger, dan Panggung Guyub.

Didi Kempot. -Dok. genpi.co
Didi Kempot. -Dok. genpi.co

Yang tak kalah penting, event yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, ini akan hadir pula sederet pegiat seni dan artis kenamaan tanah air setiap harinya.

Beberapa di antaranya, yaitu Rahayu Supanggah, Ki Manteb, Didi Kempot, Barasuara, Navicula, hingga Ras Muhamad dan Maliq & D’Essentials.

Sederet artis dari penyanyi dangdut ternama hingga band yang tengah eksis pun ikut serta, seperti Cita Citata, Alffy Rev ft Maestro Gamelan Rahayu Supanggah, dan Sinden Peny Candra. Artis-artis ini akan memeriahkan seremoni pembukaan PKN.

Cita Citata. -Dok. balipuspanews.com
Cita Citata. -Dok. balipuspanews.com

Ruang Bagi Disabilitas

Ruang interaksi budaya tidak hanya menghadirkan para artis, musisi, seniman, budayawan, dan permainan tradisional, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya untuk semua kalangan.

Salah satunya, programer PKN menyiapkan ruang yang ramah, baik tempat dan juga pertunjukan serta pameran yang diikuti kaum disabilitas (different ability).

“Tidak hanya disabilitas fisik, namun juga untuk teman-teman dengan disabilitas mental serta neuro disabilitas,” ungkap Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini, Kamis (3/10).

PKN merupakan wujud implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Pentas tari Nusantara. -Dok. istimewa,
Pentas tari Nusantara. -Dok. istimewa.

Di dalam agenda tersebut disebutkan PKN menjadi platform yang menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya, serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Karena itu, sebagai sebuah kegiatan akbar yang diusung oleh pemerintah, PKN tentu diharapkan mendapatkan dukungan banyak pihak, khususnya media, untuk menyampaikan informasi pada setiap gelaran PKN.

Sumber: Detik.com, Kompas.com, Jpnn.com

*Daniel Deha

Baca Juga

“Panembahan Reso” di Era Media Digital

Portal Teater - "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra yang disutradarai Hanindawan akan dipentaskan pada 25-26 Januari 2020 pukul 19.30-22.30 WIB di Ciputra Artpreneur, Kuningan,...

Tandai HUT Ke-30, Teater Gema Gelar Wicara “Filosofi Hidup Berteater”

Portal Teater - Teater Gema baru saja merayakan 30 tahun berdirinya pada Senin (13/1) lalu. Menandai perayaan tersebut, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

Merayakan Suara Melanesia yang Langka Lewat “Planet-Sebuah Lament”

Portal Teater - Pementasan kontemporer berbaju tradisi, "Planet-Sebuah Lament", karya Garin Nugroho selama dua hari pada akhir pekan lalu, Jumat-Sabtu (17-18 Januari), berhasil menghibur...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama denganĀ  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...