Februari 7, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Dikritik karena melanggar teori 9 fisika mobil magnetik dalam kecepatan dan kemarahan

Memuat …

Salah satu mobil bertenaga magnet yang ditampilkan dalam film F9 adalah Dodge Charger bertenaga Vin Diesel. Foto / IST

Jakarta – Tampilan mobil magnetis di Fast and Furious 9 atau F9 telah dikritik oleh Aaron White, seorang fisikawan di California Academy of Sciences, karena melanggar beberapa teori fisika. Hal itu diungkapkan Aaron White melalui kanal YouTube miliknya, di mana ia melihat beberapa pelecehan dalam adegan mobil magnetis yang dibintangi para pemeran film F9.

Pertama, White menunjukkan bahwa magnet memiliki tarikan gravitasi yang sangat kuat, terutama terhadap benda-benda di dekatnya. Tetapi ketika jarak magnet bertambah dengan benda-benda di sekitarnya, kekuatan itu melemah. Jadi tidak ada magnet yang terlalu kuat untuk menarik mobil yang ditampilkan di film F9.

Baca juga: Dictoc telah dikritik karena memperbaiki wajah pengguna tanpa izin

Selain itu, ia merasa aneh dengan objek target yang terinspirasi dari magnet di dalam mobil. Padahal, magnet sangat selektif dalam menarik benda di sekitar mobil dengan magnet.

Padahal, menurutnya, medan magnet yang dihasilkan berbentuk bola, sehingga segala sesuatu yang ada di dalamnya tertarik. Sebenarnya ada beberapa adegan di mana beberapa item terinspirasi secara magnetis. Sekali lagi, pembuat film adalah orang-orang yang dipilih dalam pemilihan objek yang tunduk pada magnetisme. “Faktanya, di dunia nyata, gajah yang lamban diekspos oleh agresi cebol yang ngebut.

Hal lain yang aneh adalah mobil magnet dapat menggabungkan mobil dan truk dengan mobil magnet. Menurut Aaron White, prinsip dasar magnet adalah magnet tidak menolak logam. Jadi adalah hal yang aneh ketika sebuah magnet tiba-tiba meniup logam yang terperangkap.

READ  Smartphone Entry Level Samsung Galaxy M22 Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

“Jika struktur partikel benda yang menempel pada mobil magnetik Dominic Toretto tidak bisa diubah,” jelasnya.

Baca juga: Gila, Tawaran Wisata Luar Angkasa Jeff Bezos Capai Rp391 Juta

Ia sendiri mencontohkan salah satu konsep magnetis yang berhasil ditampilkan dalam sebuah film, yakni film X-Men adalah magnet karakter yang diukir. Karena magnet digambarkan sebagai seseorang yang bisa mengendalikan medan magnet. Jadi dia terutama bisa menjalankan medan magnet. “Kontrol ini tidak akan diterapkan oleh beberapa alat yang dirancang,” katanya.

Aaron White mengatakan bahwa terlepas dari semua kontradiksi fisika dan benar-benar sebuah film, sutradara F9 bebas menerima konsep yang mereka inginkan. Selain itu, tujuan dari film ini adalah untuk menghibur penonton dengan adegan-adegan yang menghibur. “Untuk itu mereka sangat sukses menghibur semua orang,” jelasnya.

(wsb)