Oktober 2, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Dua versi lukisan Dibonecoro yang menawan Page All

Amsterdam, KOMPAS.comLukisan menawan karya Dibonecoro Naik ke ketenaran dengan film Curi Raden Saleh (2022).

Lukisan tahun 1857 karya Roden Salle menggambarkan peristiwa 28 Maret 1830, saat penangkapan pangeran Belanda Tiponekoro.

Namun, kejadian itu tidak ditopang oleh Radon Saleh saja. Pelukis Belanda Nicholas Beinman Pada tahun 1835 ia pertama kali melukis The Arrest of Tibonecoro.

Apakah Pangeran Dibonecoro menyerah?

Berjudul Lukisan Beinman Penyerahan Tiobo Negoro kepada Letnan Jenderal Hendrik Mercus Baron de Kock, 28 Maret 1830, mengakhiri Perang Jawa (1825-30). Atau dalam bahasa Indonesia penyerahan Dippo Negoro kepada Letnan Jenderal Hendrik Mercus Baron de Kock, 28 Maret 1830, mengakhiri Perang Jawa (1825-1830).

Sepintas lukisan ini tampak seperti lukisan Radon Saleh. Di dalam Pangeran Tiponegoro mengenakan kemeja putih panjang dengan sorban hijau. Dikelilingi oleh suku, Tiponegoro berdiri di hadapan Letnan Jenderal de Kock.

Baca selengkapnya: Arti Penangkapan Pangeran Dibonecoro oleh Radon Salle

Namun jika diperhatikan lebih dekat, terlihat Diponegoro de Kock sedang berdiri dengan kepala menghadap ke depan, tangan kirinya terbuka, seolah pasrah.

Di Lukisan oleh Radon SalehTibonecoro mendongak, para pengikutnya menangis, dan di sampingnya berdiri de Kock yang angkuh.

Berbeda dengan karya Beinman, lukisan Raden Saleh tidak memuat bendera Belanda merah putih dan biru.

Wikipedia Lukisan Diponegoro yang menawan karya Radon Saleh

Pemandangan yang berbeda

Meski menggambarkan peristiwa yang sama, kedua lukisan itu berbeda karena datang dari sudut pandang yang berbeda.

Bagi Belanda, penaklukan Tiponegoro tentu merupakan kemenangan. Beinmann, yang pernah melukis di bawah de Kock, tertarik untuk menunjukkan kesuksesan ini.

Bagi masyarakat suku, peristiwa ini tentu tragis. Radon Saleh, pendukung asli Tiponegoro, ingin memperlihatkan tragedi peristiwa itu tanpa memuliakan Belanda.

Disampaikan secara pribadi oleh Radon Saleh Lukisan menawan karya Dibonecoro Kepada Raja Willem III sebagai tanda terima kasih, pemerintah Belanda membiayai pendidikannya di Eropa selama hampir 20 tahun.

Baca selengkapnya: Radon Saleh, pelopor seni rupa modern Indonesia

Sejak 1857, lukisan itu berada di bawah kendali Belanda dan dipamerkan di Istana Hed Loo, Den Haag. Lukisan itu dikembalikan ke Indonesia pada tahun 1978 dan sekarang dipamerkan di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Menyadari kesalahan para pendahulunya, pemerintah Belanda tidak merinci penyerahan Pangeran Tiponekoro.

Kompas.com Residen Pieneman mengunjungi lukisan itu di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda, Kamis (1/9/2022).

Di Rijksmuseum, lukisan ini muncul dengan judul “Penangkapan Diponegoro”. Di bawah ini ada penjelasannya:

Seorang pemimpin kunci dalam Perang Jawa (1825-1830) adalah Pangeran Tiponekoro. Meskipun dia dijanjikan tempat yang aman, dia sebenarnya ditangkap selama pembicaraan damai. Beinman bertanggung jawab atas pengkhianatan ini, berdasarkan karya de Kock. Oleh karena itu, lukisan ini tidak menunjukkan persoalan, melainkan penyerahan diri Pangeran Dibonecoro. Orang Belanda yang angkuh itu berdiri tegak di beranda. Tricolor Belanda terbang dengan baik.”

Dapatkan pembaruan berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Gabung grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

READ  Naqida Bukan Idiot, Rafi Ahmed Naqida Nampak Menanggapi Konfrontasi dengan Slavina, Bukti Ayu Ding Ding Gagal Merugi?