Festival Seni Bali Jani Jadi Tonggak Kebangkitan Seni Modern di Bali

Portal Teater – Gubernur Bali Wayan Koster menaruh ekspektasi tinggi atas terselenggaranya Festival Seni Bali Jani (FSBJ) untuk pertama kalinya tahun ini. Wahana pembinaan seni ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kesenian modern dan kontemporer bagi masyarakat Bali, khususnya generasi muda.

Bali, yang selain terkenal dengan destinasi wisata alam, pun memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa. Dan kini Bali sudah memiliki dua wahana pembinaan seni yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) dan FSBJ.

FSBJ 2019 dilaksanakan selama dua pekan. Dibuka pada Sabtu (26/10) malam, festival yang diikuti 1.692 seniman muda seluruh Bali ini akan berlangsung hingga 8 November 2019, di Taman Budaya Provinsi Bali.

Di tahun pertamanya, FSBJ mengangkat tema “Hulu-Teben: Dialektika Lokal-Global” dengan menghadirkan ragam kegiatan lomba (pawimba), lokakarya (aguron-guron), pergelaran (adilango), pameran (kandarupa), pasar seni (tenten) dan sarasehan (timbang rasa).

Salah satu tari tradisional Bali. -Dok. balibersih.com
Salah satu tari tradisional Bali. -Dok. balibersih.com

Ruang Bagi Karya Seni Modern

Menurut Gubernur Koster, seni tradisi dan seni modern harus disediakan ruang untuk menampilkan dan mengekspresikan karya dari para peminat, pelaku, dan aspirasi masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman di era milenial.

“Seni tradisi telah mendapat ruang untuk berkembang dengan sangat baik melalui PKB yang digagas Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali periode 1978-1988,” katanya saat memberikan sambutan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (26/10), melansir antaranews.com.

PKB sendiri telah dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat dan tahun ini telah berusia 41 tahun.

Meski begitu, Gubernur Koster melihat, wahana apresiasi seni modern dan kontemporer belum mendapat ruang. Itulah alasan mengapa gagasan diselenggarakannya FSBJ muncul setelah ia berdiskusi dengan para ahli dan pelaku seni di Pulau Dewata.

“Saya sangat berharap seni modern ini tidak saja untuk kemajuan seni itu sendiri, tetapi membuka ruang dengan dimensi baru yaitu munculnya industri ekonomi kreatif berbasis budaya ‘branding’ Bali guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali secara berkelanjutan,” katanya.

Sejumlah desain karya busana yang akan ditampilkan mahasiswa ISI Denpasar dalam ajang Festival Seni Bali Jani 2019. -Dok. ANTARA/ISI Denpasar.
Sejumlah desain karya busana yang akan ditampilkan mahasiswa ISI Denpasar dalam ajang Festival Seni Bali Jani 2019. -Dok. ANTARA/ISI Denpasar.

Wujud Kepedualian Pemerintah

Gubernur Koster memandang, gagasan penyelenggaraan FSBJ 2019 merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap perkembangan seni modern dan kontemporer di Bali.

Melalui wahana seni tersebut, pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya kepada para seniman untuk menampilkan karyanya kepada publik.

“Ini menjadi ruang aktualisasi segala nilai luhur dan keindahan seni budaya Bali, serta merupakan suatu upaya nyata kegairahan generasi milenial dalam berkesenian,” tuturnya.

Terselenggaranya program ini muncul bersamaan dengan visi pembangunan Pemprov Bali 2018-2023: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yang fokus pada upaya pemajuan kebudayaan yang meliputi adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

Menurut Gubernur Koster, seni budaya merupakan DNA orang Bali. Seni dan budaya selalu hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, serta digeluti secara tekun dan konsisten oleh masyarakat Bali.

“Saya menggagas pola memajukan seni dan budaya Bali secara komprehensif dan tertata sebagai strategi pemajuan kebudayaan Bali ke depan,” katanya.

Ilustrasi tari tradisional Bali. -Dok. istimewa.
Ilustrasi tari tradisional Bali. -Dok. istimewa.

Buka Ruang Kreativitas Baru

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana mengemukakan ajang FSBJ mewadahi kreativitas seni masa kini.

FSBJ juga merupakan jawaban atas mimpi-mimpi dan harapan komunitas seni modern, kontemporer, dan karya inovatif seniman seluruh Bali selama bertahun-tahun.

“Penantian akan wadah ini sudah cukup panjang karena selama ini komunitas dan pemangku kepentingan bersifat inisiatif dan belum mendapatkan ruang yang sempurna untuk menampilkan karya-karyanya,” katanya.

Selain menjadi panggung kontestasi, ajang ini menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas dari karya kreatif yang dilakukan tanpa batas oleh para seniman Bali.

Karena itu, platform konseptual FSBJ terdiri dari eksplorasi, eksperimentasi, lintas batas, kontekstual, dan kolaborasi.

“Sekiranya, festival ini bisa menjadi ruang seluas-luasnya untuk kreativitas

Gubernur Bali Wayan Koster pada malam pembukaan Festival Seni Bali Jani 2019, Sabtu (26/10). -Dok. indonesiainside.id
Gubernur Bali Wayan Koster pada malam pembukaan Festival Seni Bali Jani 2019, Sabtu (26/10). -Dok. indonesiainside.id

baru, ekspresi baru, dan menunjukkan pada dunia bahwa pemajuan kesenian di Bali selalu hidup hulu (seni tradisi) dan teben atau hilir (seni kontemporer dan modern),” kata akademisi ISI Denpasar itu.

 

Pentas Teater di Panggung Pembukaan

Seremoni pembukaan FSBJ 2019 dilakukan oleh Gubenur Koster pada Sabtu (26/10) malam yang ditandai dengan menyalakan lampu tongkat mistik (LED) disertai video mapping berdurasi tiga menit.

Pembukaan festival seni perdana ini dimeriahkan oleh beragam pertunjukan seni kolaborasi “Babad Gumatat-Gumitit”, sebuah pementasan opera kabaret yang didukung oleh seluruh anggota Teater Kini Berseri berjumlah sekitar 50 orang, serta aktor-aktor teater terbaik setingkat SMA se-Denpasar.

Grup teater SMA tersebut, yakni: Teater Topeng SMAN 2 Denpasar, Teater Blabar SMAN 4 Denpasar, Teater Limas SMAN 5 Denpasar, Teater Kirana SMAN 6 Denpasar, Teater Bagol SMKTI Bali Global Denpasar, Teater Teras SMAN 1 Kuta, Teater Sumukhi SMKN 2 Denpasar, Teater Orok Unud, ISI Denpasar, Komunitas Djamur dan BTS Production.

“Babad Gumatat Gumitit” mengisahkan tentang serangga-serangga dan makhluk kecil lainnya yang sedang mengumpulkan enam mustika dari enam tempat, yaitu hutan, danau, laut, gunung.

Garapan ini sesuai visi Gubernur Koster: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pementasan Teater Kini Berseri pada pembukaan FSBJ 2019, Sabtu (26/10). -Dok. nusabali.com
Pementasan Teater Kini Berseri pada pembukaan FSBJ 2019, Sabtu (26/10). -Dok. nusabali.com

Sementara, penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra didominasi pelajar dan mahasiswa tidak henti-hentinya melepas tawa karena kocaknya lakon yang dibawakan para pemain.

Tambahan pula, perpaduan dengan tata cahaya yang begitu apik dan modern membuat pementasan pembukaan festival ini begitu semarak.

*Daniel Deha

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...