Festival Teater Tertua di Indonesia Resmi Dibuka di TIM Jakarta

Dimulai sejak 1973, Festival Teater Jakarta menjadi festival tertua dan terbesar di Indonesia.

Portal Teater – Festival teater tertua dan terbesar di Indonesia, Festival Teater Jakarta (FTJ), secara resmi dibuka pada Selasa (12/11) di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

FTJ pada mulanya FTJ bernama Festival Teater Remaja Jakarta yang digagas oleh Wahyu Sihombing dari Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1973.

Ada tiga rangkaian acara yang menandai pembukaan FTJ 2019, yakni konferensi pers, pemukulan gong dan pertunjukan teater oleh bintang tamu Teater Satu Lampung.

Konferensi pers diadakan sore hari, Selasa (12/11), pukul 16.00 WIB di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta, dengan menghadirkan lima narasumber dan dimoderatori Arkan Tanriwa.

Para narasumber tersebut adalah Gumilar Ekalaya (Kepala Bidang Seni Budaya Disparbud DKI Jakarta), Adinda Luthvianti (Anggota Komite Teater DKJ), Bramantoro Abdinagoro (Juri FTJ/Dosen BINUS Business School Jakarta), Kris Aditya (Ketua Asosiasi Teater Jakarta Pusat), dan Dina Febriana (Sutradara Unlogic Theatre/Jakarta Pusat).

Menonton Karena Gengsi

Bramantoro yang juga adalah juri perwakilan penonton awam FTJ 2019 dalam paparannya mengatakan, berdasarkan risetnya, umumnya penonton teater adalah kelompok kelas menengah. Atau yang disebut sebagai generasi milenial.

Minat dan kesukaan mereka terhadap teater bermacam-macam. Menurut Bramantoro, salah satunya adalah persoalan gengsi. Bagi kebanyakan penonton teater, aktivitas menonton teater berbeda dengan menonton pentas seni yang lain.

Ketika menonton teater, umumnya mereka menganggap diri sebagai orang yang “berbeda” dari penonton lainnya; ada semacam rasa bahwa mereka secara sosial mempunyai prestise atau gengsi yang lebih tinggi.

Bramantoro dalam risetnya khusus menyasar penonton teater di gedung-gedung pertunjukan yang berbayar, misalnya di Komunitas Salihara dan TIM.

Ketua Asosiasi Teater Jakarta Pusat (ATAP) Kris Aditya pun mengafirmasi riset Dosen Program Manajemen BINUS Business School Jakarta tersebut.

Dengan mengambil contoh penonton teater di Jakpus, Kris menuturkan, umumnya grup-grup teater di wilayahnya sudah memiliki penonton tersendiri. Hal yang sama terjadi pada grup-grup teater di wilayah lainnya.

Karena itulah, FTJ tahun 2019 mengusung tema “Drama Penonton” dengan tujuan melakukan pemetaan dan profilling penonton teater di kota Jakarta, demikian kata Adinda Luthvianti, anggota Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta.

Tema ini, kata Adinda, diambil dari hasil riset disertasi tentang penonton yang dilakukan Sri Bramantoro Abdinagoro, Dosen Binus Bussines School Jakarta.

Hasil riset tersebut dipresentasikan di hadapan DKJ, dan Komite Teater sangat terkejut karena ternyata penonton teater adalah kalangan menengah dan intelektual.

Selain itu, tema ini bermaksud membongkar “dapur penonton” teater untuk melihat motivasi, kebutuhan, dan perilaku penonton teater, terutama selama perhelatan FTJ.

Kris akhirnya menambahkan, dengan tema ini, diharapkan grup-grup teater yang di Jakarta mampu menangkapnya sebagai satu metode baru dalam penciptaan karya dan juga manajemen organisasi teater untuk menyasar lebih banyak penonton.

Dina Febriana, sutrada Unlogic Theatre pun menandaskan pentingnya rancangan dan inovasi pertunjukan yang mampu menyasar dan memenuhi kebutuhan penonton teater agar kegiatan teater lebih bergairah ke depannya.

Dorong Perkembangan Teater

Sebagai perwakilan provinsi DKI Jakarta, Gumilar menegaskan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan seni pertunjukan, khususnya teater di wilayah Jakarta.

Salah satunya, selain festival teater, adalah menggerakkan kegiatan teater di kampung-kampung yang ada di seluruh Jakarta.

Menyinggung wacana masuknya seni teater ke dalam kurikulum pendidikan formal, Gumilar mengatakan tidak terlalu menyetujuinya, karena menurutnya, kegiatan teater lebih baik dikembangkan di sektor informal, seperti sanggar atau komunitas.

Namun, pernyataan itu ditolak oleh Budi Sobar, mantan anggota Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta. Menurut Budi, sudah saatnya seni teater menjadi bagian dari salah satu kuikulum pada pendidikan formal, seperti halnya pada jenjang pendidikan SMK.

Konferensi pers berjalan alot karena terjadi diskusi yang mempresentasikan keanekaragaman perspektif, baik dari narasumber maupun dari peserta, termasuk beberapa wartawan dari berbagai media yang berkesempatan hadir.

Setelah konferensi pers, rangkaian pembukaan FTJ dilanjutkan dengan sambutan oleh Afrizal Malna (Ketua Komite Teater DKJ), Yuana Rochma Astuti S.E, M.Si. (Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), dan Dr. Dadang Solihin (Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata).

Seremoni ini berlangsung di Teater Besar, TIM Jakarta. Dr. Dadang Solihin, disaksikan oleh Komite Teater dan para ketua asosiasi teater lima wilayah di Jakarta memukul gong pembukaan FTj yang disambut tepukan meriah dari penonton.

Rangkaian acara masih terus berlanjut dengan penampilan apik Teater Satu Lampung yang membawakan naskah “Kursi-Kursi” karya Eugene Ionesco yang diadaptasi dan disutradarai Iswadi Pratama.

Dikemas dalam pendekatan yang berbeda dari pentas naskah serupa sebelumnya, pertunjukan ini tidak saja mengharukan tapi juga menghibur. Sentilan-sentilan cerdas para aktor begitu memukau dan mengocok perut penonton.

*Daniel Deha

Baca Juga

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

“Panembahan Reso” di Era Media Digital

Portal Teater - "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra yang disutradarai Hanindawan akan dipentaskan pada 25-26 Januari 2020 pukul 19.30-22.30 WIB di Ciputra Artpreneur, Kuningan,...

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...