FTJU Digelar, Ketua Itera Bicara Soal Kreativitas Kerja Teater

Portal Teater – Jakarta sejak tahun 1970-an telah memiliki tradisi yang kuat. Hal itu terlihat dari berkembangnya komunitas-komunitas teater di ibukota negara tersebut bersamaan dengan terbentuknya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Penyebaran grup teater di Jakarta pun hampir merata. Misalnya dengan adanya organisasi atau asosiasi yang mewadahi aktivitas teater di kelima wilayah administratif Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan).

Berniat terus menjaga konsistensi dan perkembangan teater kota (baca: Jakarta), DKJ melalui Komite Teater bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta secara rutin tiap tahun menyelenggarakan Festival Teater Jakarta (FTJ).

Event ini menjadi platform atau laboratorium pemetaan ekosistem teater Jakarta, sekaligus memperkuat tradisi teater untuk mengimbangi aktivitas ekonomi, bisnis dan politik yang berkeliaran di kota metrpolis ini.

Tahun ini, FTJ kembali digelar bulan November mendatang. Peserta FTJ adalah tiga grup yang menjuarai pre-FTJ yang diadakan di lima wilayah tersebut. Sehingga jumlahnya menjadi 15 grup.

 

Pentas Teater Percik "Kereta Kencana", Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.
Pentas Teater Percik “Kereta Kencana”, Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.

Festival Teater Jakarta Utara

Setidaknya ada tiga wilayah yang telah mengadakan pre-FTJ, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Festival Teater Jakarta Pusat akan digelar akhir pekan ini, sementara Festival Teater Jakarta Utara (FTJU) sedang digelar (pekan ini).

FTJU diselenggarakan oleh Suku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, seperti juga keempat wilayah lainnya. Dalam pelaksanaannya, Sudin DKI Jakarta menggandeng Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera).

Diikuti oleh 10 grup teater, FTJU digelar sepanjang 16-22 September 2019 di Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta Utara. FTJU persis dilaksanakan bersamaan dengan Festival Teater Pelajar Jakarta Utara yang digelar dua hari sebelumnya.

Adapun kesepuluh grup teater FTJU dan karya-karya mereka, yakni: Teater Percik (“Kereta Kencana”; karya: Eugene Ionesco; sutradara Fitri Nurmalasari), Teater SD 30 Senja (“Abab”; karya: Putu Wijaya; sutradara: Harry Akbar Taher), Teater Itaci (“Ruang Tunggu”; karya: Zen Hae; sutradara: Ika Fityan), dan Maura Lintas Teater (“Malam Ke Seratus”; karya Yukio Mushima; sutradara: Maya Azeezah).

Adapula Teater Sabda Biru (“Hah”; karya: Putu Wijaya; sutradara Bagas), Teater Cahaya (“Domba-Domba Revolusi”; karya: B. Soelarto; sutradara: Afri Rosyadi;), Layar Teater Jakarta (“Tanda Silang”; karya Eugene O’ner; sutradara: Fadjar Sukma), Amatir Ujan (“Kursi Kursi”; karya Eugene Ionesco; sutradara Dedies Putra Siregar), Teater Lebah (“Dhemit”; karya Heu Kesawa Murti; sutradara: Dodi Miller), Teater Serpihan Angin Timur (“Malam Jahanam”; karya: Motinggo Boesje; sutradara: Soe Prijadi).

“Kita kan mau buka banyak. Ada beberapa penampil yang pingin tampil. Ya, cuma kita batasi 10 grup. Ada juga grup tapi itu grup untuk exhibition saja dan tidak dinilai,” kata Parulian, Ketua Itera, Rabu (18/9).

Menurutnya, pembatasan peserta FTJU tersebut terkait dengan slot yang disediakan oleh Sudin DKI Jakarta. Dalam hal ini berkaitan dengan anggaran dan juga waktu pelaksanaan.

Mengenai waktu pelaksanaan, FTJU sebenarnya dilaksanakan pada awal Sepetember lalu, yaitu pada 2 September. Namun karena ada satu dan lain hal, makanya diundur ke tanggal 14 September bersamaan dengan Festival Teater Pelajar Jakarta Utara.

Pentas Teater Percik "Kereta Kencana", di PPSB Jakarta Utara, Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.
Pentas Teater Percik “Kereta Kencana”, di PPSB Jakarta Utara, Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.

Masih Perlu Kreativitas

Boleh dikatakan, kreativitas teater di Jakarta Utara belum menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Salah satunya, misalnya, ditandai dengan persaingan selama mengikuti FTJ setiap tahunnya, di mana perwakilan FTJU selalu belum bisa bersaing dengan perwakilan dari keempat wilayah lain.

Parualian, yang juga aktor Teater Kubur, menilai kreativitas dan inovasi kerja teater grup-grup teater di bawah naungan Itera belum begitu bertumbuh dengan baik.

Tidak bermaksud mengerdilkan kreativitas grup-grup teater, ia melihat perlunya daya kreatif dan energi baru untuk turut mengembangkan ekosistem teater di wilayah tersebut.

Sementara, kemunculan grup-grup teater baru di wilayah paling utara Jakarta itu pun hampir tidak ada. Pada tataran ini, ada kemandekan dan kesenjangan yang cukup tajam terkait signifikansi kemajuan teater.

Demikian pula, peserta FTJU tiap tahunnya pun hanya diikuti oleh grup teater yang ada. Kemunculan komunitas baru di kampus, atau teater kampus, pun belum nampak. Apalagi hampir tidak ada kampus di Jakarta Utara yang giat di bidang kesenian.

“Kalau di Selatan kan banyak kampus. Begitu juga di wilayah Timur. Kalau kita di sini kan tidak ada kampus. Yang ada hanya pusat-pusat bisnis,” ujarnya.

Memang selama gelaran FTJU dari tahun ke tahun, antusiasme penonton, sebagaimana menjadi target kerja teater, pun makin meningkat. Hal itu muncul seiring dengan upaya grup-grup teater mengidentifikasi khalayak mereka, sehingga mereka sudah ada penonton loyal (fans).

“Artinya setiap grup sekarang sudah mulai berpikir ke wilayah penonton. Sehingga mereka tidak hanya pikir tentang pertunjukan semata,” pungkasnya.

Pentas Teater Percik "Kereta Kencana", di PPSB Jakarta Utara, Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.
Pentas Teater Percik “Kereta Kencana”, di PPSB Jakarta Utara, Senin (16/9). -Dok. Tewel Seketi.

Namun demikian, kata Parulian, tidak semua penduduk atau masyarakat Jakarta Utara memiliki passion untuk kerja teater. Selain letak Jakarta Utara yang persis berdekatan dengan pelabuhan laut sebagai pusat kegiatan bisnis, belum ada kesadaran baru tentang pentingnya aktivitas dan literasi kesenian (teater).

“Misalnya, ada orangtua yang tidak mengijinkan anak-anak mereka terjun di dunia teater karena masih menganggapnya sebagai pekerjaan yang tidak mendatangkan keuntungan,” ungkap sutradara Teater i tersebut.

Apresiasi Kerja Pemerintah

Melihat partisipasi dan campur tangan yang besar dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Parulian mengakui bahwa seniman dan praktik kesenian pada dirinya tidak mungkin bertahan dan berkembang, bilamana tidak ada campur tangan atau dukungan pihak lain, dalam hal ini Sudin Pariwisata dan Kebudayaan.

Dengan demikian, ekosistem kesenian dapat terus terjaga sepanjang zaman. Demikian halnya dengan FTJ pun ikut berkembang dan menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia dari ke masa ke masa, baik secara kualitas maupun kuantitas.

“Peran serta sudin saya kira cukup sangat membantu perkembangan teater, meskipun arah sasaran yang belum tepat pada organ vital,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menetapkan strategi kebudayaan dengan memberikan ruang kepada masyarakat di lingkup Kelurahan untuk melakukan praktik kerja teater.

Akhirnya, ia pun mengaku senang dengan adanya media ini (Portal Teater). Sebab kebutuhan media sangat di perlukan untuk menyampaikan informasi positif kepada masyarakat, agar teater menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

“Selama ini dirasakan masih jauh, karena kejauhan ini lah teater tertatih-tatih dalam perkembangannya,” ungkapnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Data adalah Kunci di Masa Krisis

Portal Teater - Data adalah kunci ketika sebuah kelompok bahkan negara mengalami krisis atau bencana. Mengapa penting, karena dengan data, setiap pemangku kepentingan dapat...

PSBB untuk Jakarta Berlaku Selama Dua Minggu

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu ke depan, mulai 10-23 April 2020. Penetapan PSBB...

Terkini

PSBB untuk Jakarta Berlaku Selama Dua Minggu

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu ke depan, mulai 10-23 April 2020. Penetapan PSBB...

Kemenparekraf Talangi Pekerja Pariwisata dan Seni

Portal Teater - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana memberikan stimulus fiskal bagi pekerja di bidang pariwisata dan seni. Pendataan akan diperketat agar tidak...

Temuan Kasus Baru Melonjak Drastis

Portal Teater - Temuan kasus baru pasien terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) di Indonesia melonjak drastis pada Kamis (9/4). Otoritas melaporkan, ada 337 kasus baru...

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...