Agustus 17, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

G30S lolos dari pembajakan PKI, namun ketiganya tewas sebagai tameng Jenderal.

Pukul 3.00 pagi tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Chakraborty mengepung rumah Jenderal. Bangsa Di Jalan Teku Umar 40, dia menjadi sasaran utama penculikan dalam peristiwa sejarah G30S PKI.

Namun kehidupan jenderal yang dilanda perang tidak berhenti di situ, ia melarikan diri dari penyergapan di rumahnya dan bersembunyi di sekitar rumah tetangganya, Dr. Limena, di seberang pagar.

Victor M., seorang peneliti dari Amerika Serikat. Seperti yang ditulis Fick dalam bukunya The Cope of 1 October 1965, A Study of Conspiracy, pada pukul 06.00 pagi itu, General Nation’s Doctor keluar dari persembunyiannya di sekitar rumah. Limena di Jalan Teku Umar 36.

Foto: Jendral Bangsa di pemakaman seorang pejuang revolusi, 5 Oktober 1965 (Dok.Film Pengk pengkhianatan G30S PKI)

Ia kemudian memasuki pagar rumahnya sendiri di Jalan Teku Umar 40. Kakinya terluka ketika dia jatuh dari dinding rumahnya saat mencoba melarikan diri.

Mobil Nasushan dibawa ke tempat persembunyian baru oleh Panglima TNI Letkol Hitajat Virosondjaja, ajudannya Mayor Sumercono, dan adik ipar Nasushan, Bob Sunarjo Kondokusomo.

“Jika para pembunuh mengejar Nasushan dan mengejarnya dan meninggalkannya di rumah atau di sekitarnya, ketakutan mereka dibenarkan. Ditulis oleh Victor M. Fick.

Demi keselamatannya, sang jenderal yang glamor, penuh dengan berbagai pertarungan, harus rebah di tanah mobil saat Deek Omar dibawa keluar dari area tersebut.

Dari tempat persembunyiannya, jenderal yang terluka itu kemudian merencanakan serangan balik terhadap kelompok G30S PKI. Nasushan selamat dari upaya pembunuhan, tetapi tiga orang berikut harus mati sebagai tameng sang jenderal.