Galeri Biografi Penciptaan: Gema Swaratyagita, Budi Yasin Misbach dan Shinta Febriany

Portal Teater – Biografi penciptaan dihadirkan sebagai ruang untuk mendudukkan pertanggungjawaban gagasan produksi kesenian di ruang publik. Karena itulah, ruang ini menjadi demikian penting dalam program-program yang digagas oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta.

Dalam konteks pagelaran Djakarta Teater Platform, ruang tersebut ditempatkan pada agenda tersendiri sehingga para seniman bisa dengan leluasa mempertanggungjawabkan gagasan produksi kesenian mereka.

Pada Minggu (14/7), diskusi biografi penciptaan menghadirkan ketiga sutradara dari tiga kelompok teater Indonesia yang menjadi partisipan dalam program Djakarta Teater Platform 2019. Mereka adalah Gema Swaratyagita (sutradara “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim”), Budi Yasin Misbach (sutradara Teater Alamat) dan Shinta Febriany (sutradara Kala Teater).

Diskusi ini berlangsung selama dua jam, bertempat di Lobby Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta, pukul 16.00-18.00 WIB.

Berikut dilampirkan beberapa foto selama diskusi biografi penciptaan berlangsung:

Ugeng T. Moetidjo (Pengamat), Diskusi Biografi Penciptaan 3, Minggu (14/7) doc: portalteater.com
Ugeng T. Moetidjo sebagai pengamat dalam diskusi Biografi Penciptaan 3.

Shinta Febriany (Sutradara Kala Teater)., Diskusi Biografi Penciptaan 3, Minggu (14/7) doc: portalteater.com
Shinta Febriany (sutradara Kala Teater).

Gema Swaratyagita, komposer dan sutradara "Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim".
Gema Swaratyagita, komposer dan sutradara “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim”.

Budi Yasin Misbach, sutradara Teater Alamat.
Budi Yasin Misbach, sutradara Teater Alamat.

Arkan Tanriwa, moderator diskusi.
Arkan Tanriwa, moderator diskusi.

Afrizal Malna (Komite Teater DKJ), Diskusi Biografi Penciptaan 3, Minggu (14/7) doc: portalteater.com
Afrizal Malna, Ketua Komite Teater DKJ.

Dendi Madiya, sutradara Artery Performa.
Dendi Madiya, sutradara Artery Performa.

Taufik Darwis, salah seorang narasumber dalam diskusi "Rawayan Forum".
Taufik Darwis, salah seorang narasumber dalam diskusi “Rawayan Forum”.

*Naskah: Rere Marselina; Foto: Andi Andur

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...