Galeri Buku Bengkel Deklamasi TIM Aset Pemprov DKI Jakarta

Portal Teater – Jika kita memasuki kawasan Taman Ismail Marzuki Jakarta, ada sebuah galeri buku kecil di pojok kiri Gedung Graha Bhakti Budaya. Beberapa seniman senior sering berkumpul di sana, termasuk sang pendiri, Jose Rizal Manua.

Dikisahkan, galeri buku bernama Bengkel Deklamasi ini, merujuk pada kecintaan sang pendiri akan puisi, didirikan pada 27 Juli 1996 dan diresmikan oleh Direktur Pusat Kesenian Jakarta-TIM Jakarta, Pramana Padmodarmaja.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada Rabu (8/1), Bang Yos menceritakan, pendirian galeri buku ini terinspirasi dari Secondhand Book Store di New York, Amerika Serikat, ketika pada tahun 1988 Bengkel Teater Rendra mengikuti The First New York Festival.

Karena mendapatkan buku-buku bagus dengan harga yang murah, salah satu pujangga Indonesia itu terdorong untuk mendirikan salah satu galeri buku serupa di Jakarta.

Sebagai pegiat seni, Bang Yos tidak cukup sulit untuk mendekati pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tahun 1994, saya bertemu dengan Bapak Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta (periode 1992-1997),” tuturnya.

Jose Rizal Manua adalah salah satu penyair senior Indonesia yang mendirikan Teater Tanah Air berbasis Jakarta. -Dok. Facebook/Jose Rizal Manua
Jose Rizal Manua adalah salah satu penyair senior Indonesia yang mendirikan Teater Tanah Air berbasis Jakarta. -Dok. Facebook/Jose Rizal Manua

Jadi Aset Pemerintah

Usai menyampaikan niat baik untuk mendirikan sebuah galeri buku di TIM, Gubernur DKI Jakarta kala itu pun menyambut dengan antusias.

Selama kurang lebih dua tahun setelah pertemuan, pendiri Teater Tanah Air itu membuat maket untuk diserahkan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Pada 1996, atas prakarsa Kepala Dinas Kebudayaan Azhary Baedlawie, dibangunlah galeri buku di tempat di mana sekarang galeri itu berada.

Ketika galeri ini diresmikan, para budayawan, sastrawan dan seniman terkemuka Indonesia turut hadir.

Beberapa dapat disebutkan, di antaranya WS Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Leon Agusta, Iwan Fals, Remy Sylado, Seno Gumira Ajidarma, Noorca Marendra, Slamet Sukirnanto, Franky Raden, Sanuel Wattimena, Eka D. Sitorus, Gendut Riyanto, Dorman Borisman, Teguh Esha, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu infrastruktur seni yang menyediakan buku-buku kesenian dan bacaan populer, Bengkel Deklamasi menjadi modal budaya Pemprov DKI Jakarta yang ada di kawasan TIM, selain Pusat Dokumentasi HB Jassin.

“Galeri Buku Bengkel Deklamasi adalah aset Pemda DKI Jakarta,” katanya.

Testimoni Seniman

Saat ini, Bengkel Deklamasi boleh dibilang menjadi tempat persinggahan para seniman dan budayawan, baik dari Kota Jakarta sendiri maupun dari luar Jakarta.

WS Rendra suata waktu pernah mengatakan, Bengkel Deklamasi tidak hanya menjadi sumber informasi, tapi juga memberikan kejutan karena sifatnya yang penting sebagai bacaan.

Lebih dari itu, maestro teater Indonesia itu amat mengapresiasi keberadaan galeri buku tersebut. Bukan lagi tempat persinggahan, melainkan juga menjadi tempat peetemuan yang hangat antar seniman.

“Dan praktis untuk menjadi tempat menitip pesan antar teman, O.K! Sukses!” katanya.

Slamet Sukirnanto pun mengakui, keberadaan Bengkel Deklamasi bukan sekedar toko buku, tapi mempunyai arti yang lebih besar dalam rangka memasyarakatkan sastra.

“Bengkel Deklamasi harus bergerak terus dan berkembang,” harapnya.

Gendut Riyanto di lain waktu berujar: “Untuk galeri bukunya Yos, hebat kamu. Negeri ini memang dibangun mulai dari kerja keras seperti ini. Kamu sudah mulai untuk angkatan kita berikut hari.”

Akhirnya, Bang Yos berharap agar galeri buku ini terus dipertahankan, sehingga dapat menjadi salah satu ikon di TIM Jakarta.

Sebab, Bengkel Deklamasi sejauh ini telah cukup dikenal di mancanegara, antara lain di AS, Inggris, Perancis, Belanda, Australia, Jepang, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, dan masih banyak lagi.*

Baca Juga

Corona Meluas, Teater Katak Tunda Pementasan “Zeus and The Olympian God”

Portal Teater - Mencermati transmisi virus corona (Covid-19) yang makin luas di Indonesia, Teater Katak mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas produksi pertunjukan "Zeus and The...

Melihat Dampak Konsumerisme terhadap Air

Portal Teater - Koji Yamazaki, 38 tahun, keluar dari sebuah tong sampah besar berwujud kontainer yang terbuat dari aluminium berwarna kuning karat. Ia hanya...

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Terkini

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Corona Meluas, Teater Katak Tunda Pementasan “Zeus and The Olympian God”

Portal Teater - Mencermati transmisi virus corona (Covid-19) yang makin luas di Indonesia, Teater Katak mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas produksi pertunjukan "Zeus and The...

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...