Galeri Pertunjukan “Domba-Domba Revolusi” Teater Cahaya

Portal Teater – Teater Cahaya, peserta Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 dari Jakarta Utara, dalam pentas “Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto, Rabu (20/11) malam.

Tampil di Teater Kecil, TIM Jakarta, grup teater yang berdiri tahun 2017 ini menggunakan konsep “panggung arena” untuk mendekatkan penontonnya ke pertunjukan.

Bila dilacak ke belakang, konsep ini merupakan konsep paling awal dari desain panggung teater, seperti misalnya konsep amphitheater di Yunani dan Romawi.

Di bawah garapan sutradara Afri Rosyadi, lakon yang mengisahkan tentang pergolakan revolusi pada awal kemerdekaan ini seperti arena yang sempit dengan penonton duduk berseloyor beberapa sentimeter dari arena.

Desain pangung digarap cukup minimalis dengan sedikit latar berupa tumpukan gardus berisi lukisan-lukisan kepala binatang, dan tiga buah kursi di ruang tamu, sehingga membuat pertunjukan ini terlihat sangat realis-konvensional.

Para aktor keluar masuk panggung seperti berjalan di antara penonton, kecuali kedua pintu samping. Pintu pertama menuju kamar pemilik losmen dan yang lainnya adalah menuju pintu kamar para tamu.

Sementara pintu masuk menuju losmen itu berada persis di samping penonton. Dengan itu para aktor menggunakan penonton sebagai pintu lain yang dapat dimobilisasi ke dalam pertunjukan.

Jika Teater Ciliwung sebelumnya menggunakan konsep realis, lakon yang penuh dengan intrik politik ini dibawakan Teater Cahaya dengan konsep komikal, yang ditunjang oleh idiom-idiom komedi si pedagang yang kental.

Penonton yang tersebar hampir di seluruh arena panggung tertawa-tawa ketika si pedagang menyentil percakapan-percakapan serius di antara para aktor dengan ungkapan-ungkapan satir dan sarkas khas masyarakat Betawi dan Jakarta.

Karenanya, meski naskah yang aslinya terkesan formal karena berisikan percakapan para tokoh kelas atas (melalui perwakilan empat tokoh: politikus, petualang, pedagang, seniman), tapi lakon ini seperti dimainkan dengan gaya teater rakyat Jawa pada umumnya yang lebih bernuansa sandiwara.

Sebagai pengingat, berikut kami lampirkan foto-foto pertunjukan “Domba-Domba Revolusi” yang dibawakan oleh Teater Cahaya.

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Anak-anak duduk menatap layar gadget sesaat sebelum pementasan “Domba-Domba Revolusi” oleh Teater Cahaya pada Rabu (20/11) malam di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Pengunjung Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 tampak sedang memainkan gadget di ruang pameran “Drama Penonton” pada Rabu (20/11) malam di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Pengunjung Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 tampak sedang asyik berbincang di tengah pameran “Drama Penonton” yang digelar di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu (20/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Grup teater asal Jakarta Utara mementaskan “Domba-Domba Revolusi” dalam Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu (20/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Grup teater asal Jakarta Utara, Teater Cahaya menggunakan konsep “panggung arena” untuk mendekatkan penontonnya ke pertunjukan saat menampilkan “Domba-Domba Revolusi” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu (20/11) malam. Bila dilacak ke belakang, konsep ini merupakan konsep paling awal dari desain panggung teater, seperti misalnya konsep amphitheater di Yunani dan Romawi. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Teater Cahaya menggunakan konsep immersive theatre dengan membongkar proscenium yang menjadi konsep hampir digunakan di setiap ruang pertunjukan di Indonesia, hanya saja yang perlu dikembangkan adalah bagaimana keterjalinan interaksi yang lebih komunikatif antara pemeran dengan penonton. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Cahaya
Grup teater asal Jakarta Utara saat menampilkan “Domba-Domba Revolusi” dalam rangkaian acara Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu (20/11) malam. Dok – portalteater.com

*Andi Andur

Baca Juga

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Terkini

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...