Galeri Pertunjukan “Domba-Domba Revolusi” Teater Ciliwung

Portal Teater – Grup teater asal Jakarta Selatan, Teater Ciliwung mementaskan “Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto pada Selasa (19/11) malam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Dalam penulisan naskah “Domba-Domba Revolusi”, Bambang Soelarto terinspirasi dari sebuah kisah nyata seorang pengamen Keroncong setengah baya.

Nama pengamen ini tidak pernah diriwayatkan oleh pengarang. Karenanya Soelarto tidak mengalami sendiri kejadiannya. Pengamen menceritakan pengalamannya selama perjuangan fisik yang terjadi pada tahun 1948.

Yaitu ketika ia mengalami peristiwa yang cukup dramatis pada waktu menginap pada sebuah losmen di kota yang sedang dikepung oleh para tentara Belanda selama beberapa hari.

Di losmen itu, ia terjebak cinta dengan pemiliknya. Namun pada akhirnya wanita itu mati.

Kejadian itulah yang mendorongnya mengangkat senjata melawan Belanda. Sekilas, jiwa patriotismenya muncul. Meski begitu, ia tidak ingin menyebut dirinya seorang partisan maupun orang berjasa/pahlawan.

Pengamen begitu suci niatnya, sehingga dalam “Domba-domba Revolusi” disebut sebagai seorang seniman, untuk menunjukkan bahwa jiwa seniman sebagai seorang yang membangun kebudayaan sebagai perjalanan mistik dan suci.

Karya berupa drama ini kemudian diterbitkan pertama kali dalam majalah sastra No. 8 Tahun II (1962). Cetakan dalam bentuk novel, pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Nusantara (Jakarta) tahun 1964, lalu dicetak ulang pada 1967 dan 2001.

Sebagai naskah realis, Teater Ciliwung berusaha menghadirkannya apa adanya, tanpa memperindah atau memperburuk latar yang sebenarnya. Sebab, teater realis adalah representasi kehidupan sehari-hari.

Sebagai pengingat, berikut foto-foto yang kami rangkum dalam pementasan “Domba-Domba Revolusi” Teater Ciliwung.

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Humas dari grup teater asal Jakarta Selatan, Teater Ciliwung tampak sedang bersiaga di meja registrasi untuk melakukan pendataan ulang penonton-penonton pertunjukan “Domba-Domba Revolusi” di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Selasa (19/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Pengunjung Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 bermain game di sela-sela waktu tunggu pementasan grup teater asal Jakarta Selatan, Teater Ciliwung mementaskan “Domba-Domba Revolusi” di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Selasa (19/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Penonton pertunjukan “Domba-Domba Revolusi” yang dipentaskan oleh Teater Ciliwung tampak sedang membaca beberapa banner pertunjukan selama Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 yang digantung di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Selasa (19/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Pengunjung Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 tampak sedang mengisi lembaran survey yang disediakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sesaat setelah mereka melakukan reservasi di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Selasa (19/11) malam. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
“Domba-Domba Revolusi” karya Bambang Soelarto dipentaskan oleh Teater Ciliwung, Selasa (19/11) malam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Dalam penulisan naskah “Domba-Domba Revolusi”, Bambang Soelarto terinspirasi dari sebuah kisah nyata seorang pengamen Keroncong setengah baya. Nama pengamen ini tidak pernah diriwayatkan oleh pengarang. Karenanya Soelarto tidak mengalami sendiri kejadiannya dalam naskah tersebu. Dok – portalteater.com

Galeri Pertunjukan "Domba-Domba Revolusi" Teater Ciliwung
Aktor grup Teater Ciliwung kala mementaskan “Domba-Domba Revolusi” dalam rangakaian acara Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019 pada Selasa (19/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dok – portalteater.com

*Andi Andur

Baca Juga

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Terkini

Para Penyair Robot, Ekosistem Penulis dan Tak Ada Apa-apa

Portal Teater - Sebuah unggahan Instagram milik akun @balingehits memunculkan performance berbeda tentang pisang, bapak dan ibu. Kata ditempatkan di atas bidang IG putih...

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...