Galeri Pertunjukan Lab Teater Ciputat: “Sinopsis TIM 2019+”

Portal Teater – Pertunjukan hari kedua pegelaran Djakarta Teater Platform (DTP) 2019, Selasa (9/7), begitu menghebohkan. Laboratorium Teater Ciputat (LTC), lewat pementasan kolosalnya berjudul “Sinopsis TIM 2019+” berhasil mengacak-acak, memencarkan, dan memutar logika penonton untuk memaknai tiap alur pertunjukan yang berpindah-pindah dari satu medan ke medan permainan.

Penonton dibiarkannya tersebar, seolah sedang memasuki ruang pameran, atau apa yang kurator Rebecca Kezia sebut sebagai “ruang riuh”, ruang di mana publik mereposisi identitasnya sendiri.

Baranngkali, itulah manifestasi ketidakpuasan sutradara LTC Bambang Prihadi terhadap model pertunjukan (seni) yang digelar di panggung prosenium. Melalui “Sinopsis TIM 2019+”, ia mengajak penonton (publik) untuk keluar dari cengkraman pemujaan karya seni pertunjukan monoton yang diciptakan kaum modernis.

Dengan “Sinopsis TIM 2019+” pula, Bambang ingin meleburkan publik ke dapur produksi karya seni itu sendiri. Itulah paradigma karya seni kontemporer, atau yang Bambang sebut sebagai “hyper-realis”, di mana hampir tidak ada perbedaan antara audiens dan seniman.

Pertunjukan ini berlangsung selama 1,5 jam, yaitu dimulai pada pukul 20.00-21.30 WIB. Ada 12 pemain dengan 2 aktor utama, yakni: Sir Ilham Jambak dan Ari Sumitro, beserta 60 aktor muda yang adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, yang menampilkan karya ini.

Karena sang sutradara ingin keluar dari panggung prosenium, maka hampir semua arena di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta dipakai untuk pertunjukan, misalnya: teras, lobby, lorong, gedung utama pertunjukan, hingga kembali lagi ke teras GBB.

Berikut kami lampirkan beberapa foto pementasan LTC:

Sutradara LTC Bambang Prihadi menerima karangan bunga dari anggota Komite Teater DKJ Rita Mona.
Sutradara LTC Bambang Prihadi menerima karangan bunga dari anggota Komite Teater DKJ Rita Mona.

Segenap kru LTC pose bersama Komite Teater DKJ usai pertunjukan.
Segenap kru LTC pose bersama Komite Teater DKJ usai pertunjukan.

Ekspresi penonton ketika memperhatikan keriuhan panggung pertunjukan.
Ekspresi penonton ketika memperhatikan keriuhan panggung pertunjukan.

Penonton memadati teras GBB TIM sesaat menjelang pertunjukan dimulai.
Penonton memadati teras GBB TIM sesaat menjelang pertunjukan dimulai.

Gadget sebagai media baru yang mereposisi identitas manusia.
Gadget sebagai media baru yang mereposisi identitas manusia.

Para pemain dan kru LTC mempersiapkan kostum pertunjukan.
Para pemain dan kru LTC mempersiapkan kostum pertunjukan.

*Naskah: Daniel Deha; Foto: Andi Andur

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...