Galeri Pertunjukan “Terdampar” Castra Mardika

Portal Teater –¬† Pertunjukan “Terdampar” oleh Castra Mardika pada Minggu (17/11) malam memukau penonton yang memenuhi Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Lewat aksi-aksi komikal, para aktor Castra Mardika tampil menghibur dan mengundang gelak tawa dari penonton. Desain panggung, make-up, kostum, musik, artisitik dan lighting pun turut mendukung keutuhan pentas berdurasi satu jam ini.

Sutradara muda Castra Mardika, Irfan Hakim (30 tahun), yang telah melalang buana di dunia teater dan mendapat sejumlah penghargaan, baik sebagai aktor maupun sutradara, mampu membawa masuk imaji penonton ke medan pertunjukan.

Castra Mardika merupakan kelompok teater kampus yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa dari Sub Unit Sastra Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UKM UNJ).

Diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya sastra/tulisan yang merdeka, grup teater asal Jakarta Timur ini didirikan pada 18 Februari 2005.

Nama Castra Mardika bermula dari nama yang digunakan untuk Majalah Dinding yang ada di UKM UNJ tersebut. UKM ini berada di bawah nauangan Sub Unit Sastra Drama.

“Terdampar”, karya dramawan Polandia Slawowir Mrozek, merupakan komedi absurd di ujung kehidupan, yang mengeksploitasi keanehan masyarakat.

Asumsi dasar karya ini adalah bahwa meski manusia terlahir berbeda, ada yang lahir sebagai penguasa, bawahan atau rakyat jelata, mereka mempunyai kebutuhan dasar yang sama: makan.

Apa yang akan terjadi jika kebutuhan dasar manusia itu habis? Siapa yang harus dikorbankan untuk dimakan: penguasa, bawahan atau rakyat jelata?

Kondisi itu kemudian dianalogikan dengan tiga anak manusia yang terdampar di suatu tempat terpencil, dua laki-laki dan seorang perempuan: Irfan Hakim, Aminu Rohman dan Nurrizky Annisavitrie.

Saat bahan makanan mereka habis, harus diputuskan siapa di antara mereka bertiga yang harus dimakan. Namun ketiganya membela diri sesuai dengan karakter dan ideologinya yang berbeda untuk menyelamatkan diri sendiri demi kebebasan.

Dalam pergumulan mereka, kebebasan tidak pernah ada. Karena selalu dibenturkan dengan kekuasaan, intelektualitas, kelas sosial, nilai sosial, moral dan kepentingan.

Galeri Pertunjukan

Berikut kami sajikan beberapa foto pilihan selama pertunjukan dan juga foto-foto penonton yang tertangkap jelang pertunjukan.

Ketiga aktor utama dalam pentas "terdampar" oleh Castra Mardika pada Festival Teater Jakarta 2019, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com
Ketiga aktor utama dalam pentas “Terdampar” oleh Castra Mardika pada Festival Teater Jakarta 2019, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com

Kedua aktor Castra Mardika dalam pentas "Terdampar" (Aminu Rohman dan Irfan Hakim) pada Festival Teater Jakarta 2019 di Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Kedua aktor Castra Mardika dalam pentas “Terdampar” (Aminu Rohman dan Irfan Hakim) pada Festival Teater Jakarta 2019 di Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Pentas "Terdampar" oleh Castra Mardika, grup teater kampus UKM Universitas Negeri Jakarta, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com
Pentas “Terdampar” oleh Castra Mardika, grup teater kampus UKM Universitas Negeri Jakarta, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com

Aktor-aktor terbaik Castra Mardika dalam pentas "Terdampar" pada Festival Teater Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com
Aktor-aktor terbaik Castra Mardika dalam pentas “Terdampar” pada Festival Teater Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com

Pemeran utama perempuan (diperankan Nurrizky Annisavitrie) dalam pentas "Terdampar" oleh Castra Mardika, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com
Pemeran utama perempuan (diperankan Nurrizky Annisavitrie) dalam pentas “Terdampar” oleh Castra Mardika, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (17/11) malam. -Dok. portalteater.com

Seorang anak kecil merayap-rayap senang di lantai pameran "Drama Penonton" di Lobby Teater Teater Kecil, TIM Jakarta, pada malam pementasan "Terdampar" oleh Castra Mardika, Minggu (17/11). -Dok. portalteater.com
Seorang anak kecil merayap-rayap senang di lantai pameran “Drama Penonton” di Lobby Teater Teater Kecil, TIM Jakarta, pada malam pementasan “Terdampar” oleh Castra Mardika, Minggu (17/11). -Dok. portalteater.com

Komedian Epi menggending seorang anak kecil dan menunjukkannya ke foto-foto yang dipamerkan pada ruang pameran "Drama Penonton" di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Komedian Epi menggendong seorang anak kecil dan menunjukkannya ke foto-foto yang dipamerkan pada ruang pameran “Drama Penonton” di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Dua orang pengunjung sedang melihat-lihat foto pementasan grup peserta Festival Teater Jakarta 2019 yang dipamerkan pada ruan pameran "Drama Penonton" di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com
Dua orang pengunjung sedang melihat-lihat foto pementasan grup peserta Festival Teater Jakarta 2019 yang dipamerkan pada ruan pameran “Drama Penonton” di Lobby Teater Kecil, TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com

Sementara menunggu pementasan "Terdampar" oleh Castra Mardika, Minggu (17/11), penonton teater bersantai di halaman Teater Kecil, TIM Jakarta, sambil mengunjungi booth pameran kuliner. -Dok. portalteater.com
Sementara menunggu pementasan “Terdampar” oleh Castra Mardika, Minggu (17/11), penonton teater bersantai di halaman Teater Kecil, TIM Jakarta, sambil mengunjungi booth pameran kuliner. -Dok. portalteater.com

Penonton mengantri di meja registrasi panitia untuk melakukan registrasi ulang dan mendapatkan tiket "On The Spot" jelang pementasan "Terdampar" oleh Castra Mardika. -Dok. portalteater.com
Penonton mengantri di meja registrasi panitia untuk melakukan registrasi ulang dan mendapatkan tiket “On The Spot” jelang pementasan “Terdampar” oleh Castra Mardika. -Dok. portalteater.com

*Daniel Deha

Baca Juga

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Deal! Hilmar Farid Jawab Keresahan Pelaku Seni dan Budaya

Portal Teater - Penghapusan Direktorat Kesenian dari struktur Direktorat Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim awal tahun ini memunculkan polemik di kalangan...

Bamsoet Ajak Milenial Nonton “Panembahan Reso” Mahakarya Rendra

Portal Teater - Masterpiece dramawan WS Rendra, "Panembahan Reso", akan dipentaskan ulang oleh kolaborasi GenPI.Co, JPNN.Com, Ken Zuraida, dan BWCF Society. Lakon yang menjadi buah...

Terkini

Di Antara Metode Penciptaan dan Praktik Kerja Berbasis Riset

Portal Teater - Pada 17-18 Januari 2020, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menggelar Ujian Komposisi Koreografi dan Kreativitas Tari Jenjang 3 Jurusan Seni...

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...