Portal Teater – Galerikertas Studiohanafi Depok mencoba membuka ruang baru produksi karya seni di bidang senirupa dengan menggelar lokakarya komik setrip bertemakan “Menggali Bahasa Visual-Sekuensial Komik” pada Minggu (23/6). Lokakarya atau workshop ini menghadirkan lebih dari 25 peserta dengan pengarah utama Hikmat Darmawan, pendiri PABRIKULTUR (pabrikultur.com).

Lokakarya ini terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, ceramah dan diskusi tentang sejarah dan seluk-beluk komik setrip di dunia dan Indonesia. Sementara pada sesi kedua, praktik membuat komik dengan gramatika komik setrip yang menggabungkan gagasan komik sebagai wahana membangun dunia, dan kanvas tak-hingga (infinite canvas).

Pada sesi kedua inilah Hikmat mengajak peserta untuk berkarya langsung dengan tema Jakarta di masa depan. Sementara manajemen Galerikertas menyediakan peralatan menggambar untuk para peserta, misalnya buku gambar, pensil, drawing pen, cat air dan lainnya.

Setelah melakukan praktik langsung, partisipan kemudian mempresentasikan karya-karya mereka di hadapan pembimbing/pengarah.

Pembagian sesi ini dimaksudkan agar terbuka ruang bagi peserta untuk memberikan wacana interaktif dan pengalaman menggunakan bahasa visual-sekuensial secara eksploratif.

“Workshop komik bersama Hikmat Darmawan kemarin terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama adalah pengantar tentang komik setrip baik itu sejarah ataupun perkembangannya. Dan sesi kedua, mereka disuruh untuk berkarya langsung,” kata Humas Galerikertas Studiohanafi Tiara Sasmita melalui pernyataan tertulis, Selasa (25/6).

Setelah mempertontonkan karyanya di hadapan pembimbing dan peserta lainnya, akhirnya dipilihlah lima peserta terbaik untuk selanjutnya berproses dan berpameran di Galerikertas pada tanggal 6 Juli 2019 mendatang. Kelima peserta tersebut adalah: Ishmah Sabrina, Putut, Adul, Helmi, dan Wiratama.

Galerikertas Studiohanafi menggelar lokakarya komik setrip bertemakan “Menggali Bahasa Visual-Sekuensial Komik” pada Minggu (23/6).
Salah satu sesi di mana peserta diberi kesempatan untuk berkarya langsung.
-Dok. Studiohanafi.

Tiara menilai, antusisme peserta atau partisipan dalam mengikuti lokakarya sangat tinggi. Apalagi penggarapan produksi komik setrip tersebut merupakan varian baru dari produksi manajemen Galerikertas Studiohanafi.

“Dari 25 peserta yang mengikuti workshop komik ini, semuanya sampai selesai,” ungkapnya.

Seusai mengikuti lokakarya, partisipan pun mendapatkan buku rujukan “Mengapa Komik Setrip” dan How to Make Comics karya Hikmat Darmawan di Toko Buku Galerikertas.

Dan lebih serunya, para peserta juga bisa melihat buku-buku rujukan tentang komik dan komik setrip koleksi milik Hikmat Darmawan atau Ruang Baca Pabrikultur sebagai bahan pendamping lokakarya.

*Daniel Deha