September 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Gambaran fantastis dari proses dan teori kematian matahari

Gambaran fantastis dari proses dan teori kematian matahari

Jakarta – Semua benda di alam semesta akan selalu memiliki tahap akhir. Matahari tidak terkecuali. Prediksi dan teori yang menggambarkan kehancuran matahari juga telah banyak dilaporkan. Salah satunya adalah proses kematian Matahari, yang berakhir ketika pusat tata surya menjadi planetary nebula, cangkang yang terbentuk dari gas bercahaya dan gelembung debu.

Dalam pengertian itu, mereka berteori bahwa usia matahari sekarang 4,6 miliar tahun. Itu diukur dengan usia benda-benda lain di tata surya yang terbentuk pada waktu yang sama.

Namun pada teori yang sama, mereka memprediksi bahwa matahari akan mencapai akhir hidupnya dalam waktu sekitar 10 miliar tahun.

Baca juga: Mercedes menanggapi tantangan mobil listrik Arnold Schwarzenegger

Proses kematian Matahari dimulai saat Matahari menjadi bintang raksasa merah. Pusat bintang akan menyusut tetapi lapisan luarnya akan meluas ke orbit Mars. Dalam proses ini lapisan luar matahari menelan bumi. Menurut para ilmuwan, pada saat itu, manusia sudah punah.

Apalagi saat berubah menjadi bintang merah, matahari sangat terik. Laut mengering dan tanah tempat manusia berdiri sangat panas sehingga tidak akan ada lagi kelembaban.

Ketika gas helium di matahari habis, bintang raksasa itu menjadi nebula planet. Teorinya adalah bahwa untuk membuat nebula planet, bintang raksasa merah harus dua kali lebih besar dari Matahari.

Teknik komputer yang dilakukan pada tahun 2018 justru menunjukkan hal sebaliknya. Untuk menjadi nebula planet, matahari sebenarnya menyusut. Matahari kemudian menjadi katai putih atau bintang putih dari nebula planet, diyakini sebagai bentuk terakhir dari evolusi bintang.