Hari Ini, Program DTP 2019 Resmi Dibuka

Portal TeaterProgram Djakarta Teater Platform (DTP) tahun 2019 secara resmi akan dibuka sore hari ini, Senin (8/7), pada pukul 17.00 WIB, di Gedung Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Pembukaan program tahun keempat Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta ini ditandai dengan konferensi pers yang menghadirkan beberapa pihak yang menjadi mitra kerjasama Komite Teater dalam even kali ini. Pihak-pihak tersebut, antara lain: Dewan Kesenian Jakarta, Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, British Council, The Japan Foundation dan Institut Kesenian Jakarta.

Selanjutnya, seremoni pembukaan akan dibuka secara resmi oleh Kementrian Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai perwakilan pemerintah dan Dewan Kesenian Jakarta sebagai penyelenggara, melalui sambutan terbuka pada pukul 19.30 WIB di Gedung GBB TIM Jakarta.

Meski baru dibuka secara pada sore harinya, tetapi pada pagi hari ini, ada pagelaran pameran bertemakan “Ruang Riuh” dengan kurator Rebecca Kezia. Pameran ini berlangsung selama tujuh hari, yakni 8-14 Juli 2019 setiap pukul 10.00 WIB, bertempat di Looby GBB TIM Jakarta.

Kemudian, pada malam harinya, Artery Performa akan mempertontonkan karya pamuncaknya berjudul “Underscore: Copy Paste Sae”, hasil racikan tangan dingin sutradara Dendi Madiya, pada pukul 20.00 WIB, di GBB TIM Jakarta.

Dalam pertunjukan ini, Artery Performa akan menampilkan sebuah upaya pemeragaan dari tiga video dokumentasi pertunjukan Teater Sae, yakni “Pertumbuhan di Atas Meja Makan” (1991), “Biografi Yanti Setelah 12 Menit” (1992) dan “Migrasi dari Ruang Tamu” (1993).

Program DTP 2019 sendiri akan berlangsung selama dua pekan, yaitu pada 8-20 Juli di tiga tempat, yaitu: Graha Bakti Budaya TIM, Studio TOM FFTV dan Gedung Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta.

Dalam even ini akan hadir pula dua perusahaan dance teater asal Inggris, yakni Corali Dance Company dan Impermanence Dance Theatre, dan Yasuhito Yano, sutradara Theatre Company Shelf, dari Jepang, serta lima kelompok teater Indonesia, antara lain: Artery Performa, Kala Teater, Lab Teater Ciputat, Teater Alamat dan Gema Swaratyagita & Laring Project.

Tentang DTP

DTP digagas pertama kali pada tahun 2016 oleh Komite Teater DKJ. Program ini telah menjadi bagian penting dari gagasan yang dibawa oleh para anggota Komite untuk menghidupkan kembali wacana produksi gagasan dalam berkarya di bidang kesenian. Dengan huruf “D” pada nama Jakarta, dimaksudkan agar kita dapat merawat memori kolektif tentang Djakarta.

Ide dasar pembentukan DTP adalah untuk merancang bangunan “laboratorium” penciptaan karya seni kontemporer. Bahwa kurasi karya seni tidak lagi berada di dataran karya, tapi pada tataran gagasan atau ide. Menjaga jarak rasional antara batas dan kebebasan sebagai nilai tukar utama dalam medan produksi dan distribusi teater masa kini.

DTP kemudian menjadi ruang belajar untuk bagaimana teater “dipertaruhkan” dalam medan politik budaya di sekitarnya. Di dalam program ini, para seniman dan publik secara bersama-sama dapat membaca, menulis, mencatat, berbicara, mendengar dan beradu gagasan bernas serta membantah, menolak, dan menghapus memori dari modus penciptaan karya seni pada segala masa.

Dengan DTP, Komite Teater ingin mengajak segenap insan seni untuk saling mendekat sedekat-dekatanyanya untuk ciptakan “ruang antara”, di mana proses bercengkrama tanpa teritori makna menjadi mungkin.

DTP kemudian menjadi sebuah platform untuk praktek-praktek teater mempertaruhkan nilai tukarnya antara riset, pertanyaan dan kebebasan. Dengan itulah, DTP memberikan tawaran partisipasi terbuka dan pertukaran nilai di dalamnya dengan menciptakan ekosistem yang ramah bagi keterbukaan publik dan pasar sebagai basis penciptaan.

Akhirnya, program ini juga mencoba menjawab kebutuhan adanya platform untuk teater mendapatkan putaran balik antara gagasan, produk-produk intelektual masa kini, respon publik maupun pasar sebagai basis penciptaan dan didistribusi kembali ke dalam putaran balik itu.

Untuk mengetahui agenda kegiatan selengkapnya, dapat dibaca pada link berikut: https://portalteater.com/catat-ini-agenda-djakarta-teater-platform-2019/

*Daniel Deha

Baca Juga

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Virus Corona dan Problem Kultural

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) yang kini melanda dunia, bagi Yuval Noah Harari, salah satu filsuf masakini, merupakan krisis global. Mungkin krisis terbesar...

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...