Deal! Hilmar Farid Jawab Keresahan Pelaku Seni dan Budaya

Portal Teater – Penghapusan Direktorat Kesenian dari struktur Direktorat Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim awal tahun ini memunculkan polemik di kalangan pelaku seni dan budaya Indonesia.

Umumnya, para pegiat seni, budaya dan sejarah resah dengan restrukturisasi dan perubahan nomenklatur tersebut.

Bagi mereka penghapusan direktorat yang membawahi langsung aktivisme kesenian itu menunjukkan miskomunikasi dan ketidakkonsistenan pemerintah dalam membangun ekosistem kesenian dan kebudayaan di Indonesia.

 

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyampaikan kemitraan antara Kemendikbud dalam konferensi pers kemitraan Kemendikbud dan Netflix di Jakarta, Kamis (9/1). -Dok. kompas.com/Yohanes Enggar.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyampaikan kemitraan antara Kemendikbud dalam konferensi pers kemitraan Kemendikbud dan Netflix di Jakarta, Kamis (9/1). -Dok. kompas.com/Yohanes Enggar.

Jawaban Hilmar Farid

Menjawab keresahan yang terjadi, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid memastikan bahwa perubahan struktur organisasi pada Ditjen Kebudayaan tidak akan mengubah kualitas layanan yang selama ini telah dijalankan.

Mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk merampingkan struktur birokrasi dan efisiensi pelayanan, Hilmar menegaskan, perubahan tersebut justru akan membuat layanan lebih efektif, termasuk untuk mengakomodasi kerja kesenian.

“Tidak ada yang berubah dalam pemberian layanan publik, apakah pendaftaran cagar budaya, warisan budaya, layanan fasilitasi kerja sama program-program dengan komunitas akan terus berjalan,” ujar Hilmar dalam lewat sebuah pernyataan pada akun Instagram Ditjen Kebudayaan, Senin (13/1), melansir medcom.id.

Hilmar menjelaskan, penghapusan Direktorat Kesenian tidak berarti kerja kesenian di masa mendatang sama sekali ditiadakan. Dengan membentuk Direktorat Pelindungan Kebudayaan, maka aktivitas kesenian dan kebudayaan sudah masuk kedalamnya.

Namun, pemerintah tidak terlalu merinci program-program direktorat baru tersebut karena masih menunggu proses reorganisasi hingga akhir bulan ini.

“Kalau (nomenklatur) dibikin panjang bisa lima baris, maka untuk menyingkat kita bilang Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Kesenian ada di sana, tradisi, pengetahuan tradisi, permainan tradisional, dan seterusnya,” terangnya.

Sementara itu, untuk kerja sama komunitas seni dan budaya dengan pemerintah masih akan tetap berjalan. Bahkan, dengan direktorat baru tersebut, kata Hilmar, kerjasama di bidang kesenian akan lebih mudah dan terakomodasi.

“Saya janjikan, saya pastikan layanan tidak ditinggalkan, layanan yang selama ini memfasilitasi kegiatan baik itu sifatnya registrasi cagar budaya, dan akan terus berjalan akan terus kami tingkatkan,” tandasnya.

Perubahan struktur dan nomenklatur Ditjen Kebudayaan. -Dok. Joind Bayuwinanda.
Perubahan struktur dan nomenklatur Ditjen Kebudayaan. -Dok. Joind Bayuwinanda.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai Peraturan Mendikbud No. 45 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada lima direktorat baru yang dibentuk pemerintah di lingkup Ditjen Kebudayaan.

Kelima direktorat tersebut, yaitu Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, serta Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.*

Baca Juga

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Terkini

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Dewan Kesenian Jakarta Minta Anies Kaji Ulang Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menyusul polemik yang mengemuka di ruang publik, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang proyek revitalisasi...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...