Portal Teater – Pekan Teater Nasional (PTN) kembali diselenggarakan sepanjang 20-26 September di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Angkat tema “Tubuh Gunung (Resonansi Teater Tradisi)”, PTN digagas untuk pembentukan karakter nasional melalui hubungan dialogis warisan tradisi dengan lingkungan masa kini.

“Program Pekan Teater Nasional tahun 2019 kami harapkan bisa memetakan realitas teater tradisional sebagai sebuah mata-rantai pewarisan, riset dan pengembangan teater tradisi di Indonesia,” kata Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagaimana dikutip dari Katalog PTN 2019.

Menurut Hilmar, hal itu menunjukkan bahwa teater tradisional sebagai residu tradisi tidak bersifat statis dan kuno, tetapi tetap berfungsi sebagai rujukan nilai, medan pengetahuan dan sumber inspirasi bagi perkembangan kebudayaan di masa kini.

Sudut pandang yang dipakai untuk melihat fenomena tersebut pun tidak berdasarkan dikotomi antara tradisi dan modern, tetapi melihat teater tradisional sebagai modal kultural untuk akses dan strategi kreativitas dari lokal ke global.

Bagi Hilmar, tradisi adalah segala sesuatu yang diwariskan dari masa lalu ke masa kini. Tradisi senantiasa berubah, meskipun dalam rentang historis tertentu, selalu ada perhatian pada fragmen tradisi ter- tentu.

“Inilah yang menyebabkan aspek-aspek konvensional tradisi tetap bertahan, sementara beberapa unsurnya yang lain mungkin lenyap, mungkin pula muncul kembali dalam cara, bentuk dan fungsi serta perubahan pemaknaan di tingkat gagasan, simbol dan nilai, dan dilahirkan kembali dalam wajah ekspresi yang kekinian,” ungkapnya.

Untuk Ekosistem Teater Tradisi

Hilmar pun berharap, PTN 2019 menjadi program untuk memberi ko-edukasi, interaksi gagasan, serta pengetahuan tata kelola penyelenggaraan event kesenian untuk para seniman teater yang berkiprah secara kreatif dalam teater tradisional.

Daripadanya, diharapkan ekosistem seni teater tradisi bertumbuh dan berkembang secara dinamis dan kreatif.

“Semoga kegiatan Pekan Teater Nasional 2019 ini dapat memenuhi harapan sebagai ajang untuk mendorong penguatan karakter melalui seni dan pemantapan dalam proses pemajuan kebudayaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PTN 2019 diselenggarakan oleh Sub Direktorat Seni Pertunjukan, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Taman Budaya Kalimantan Timur.

Pelaksanaan PTN 2019 di Samarinda tersebut masih merupakan salah satu platform bersama dalam bingkai Pekan Seni Nasional 2019 yang tahun ini juga diadakan di tempat dan waktu yang sama.

*Daniel Deha