Impermanence Ajak Kaum Disabilitas Jadi Pemimpin

Portal Teater – Kelompok teater tari asal Inggris, Impermanence Dance Theatre, menjadi salah satu mentor dalam residensi inklusif bertemakan “Art and Disability” pada pagelaran Djakarta Teater Platform 2019. Melalui aneka latihan selama residensi, mereka mengajak kaum disabilitas menjadi pemimpin di masa depan.

Residensi ini diadakan selama empat hari, yaitu pada 16-19 Juli 2019, bertempat di Studio TOM FFTV Institut Kesenian Jakarta. Program Ini merupakan salah satu ikhtiar Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta untuk meretas jalan menuju pengembangan kesenian disabilitas Indonesia.

Sutradara Impermanence Roseanna Anderson mengatakan, tujuan utama dari semua latihan selama residensi ini adalah untuk menjadikan kaum disabilitas tidak hanya menjadi orang yang bisa menerima keterbatasan mereka, tetapi lebih penting dari semua itu adalah agar semua mereka menjadi pemimpin.

“Seperti Corali yang sudah lama bergerak di dalam kesenian ini. Dan sekarang mereka sudah menjadi pemimpin bagi generasi lain,” katanya.

Itulah mengapa, sejak awal kegiatan pada mentor berupaya sejauh mungkin mengeluarkan potensi maksimal peserta agar mereka tidak hanya menjadi peserta atau partisipan, tetapi juga menjadi pemimpin.

Misalnya, dengan meminta dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk tampil dan mengekspresikan apa yang menjadi kekuatan imajinatif mereka ke dalam gerakan. Berdasarkan imajinasi itu, peserta lain dan mentor mengikuti gerakan yang sama.

“Ini terjadi pergantian pemimpin, di mana partispan dapat menjadi pemimpin. Bukan hanya mentor, tetapi juga partisipan,” tutupnya.

Peserta disabilitas memimpin latihan gerakan yang diikuti oleh peserta dan para mentor pada sesi residensi "Art and Disability", Jumat (19/7).
Peserta disabilitas memimpin latihan gerakan yang diikuti oleh peserta dan para mentor pada sesi residensi “Art and Disability”, Jumat (19/7).

Berlatih Lewat Foto dan Tarian Ballet

Roseanna mengungkapkan, ada banyak metode latihan yang digunakan untuk mengeksplorasi potensi-potensi kepemimpinan peserta yang memiliki “kemampuan berbeda” itu. Salah satunya adalah tarian ballet.

Sebagai sutradara dan juga penari, ia melihat metode ini sangat baik untuk mengeksplorasi segala kemampuan peserta. Karena dengan latihan menari-lah peserta dapat mengekspresikan apa yang menjadi tenggelam di dalam diri mereka.

Mula-mula, peserta diberi kesempatan untuk melihat foto-foto, artikel, atau gambar yang diambil dari galeri Taman Ismail Marzuki Jakarta. Dari media-media tersebut, peserta kemudian diminta untuk memvisualisasikan gerakan tarian berdasarkan imajinasi atau gambaran mereka masing-masing tentang foto yang dilihat.

Selain itu, kata Roseanna, peserta juga diminta membawa foto dan gambar mereka sendiri untuk kemudian divisualisasikan sesuai kemampuan mereka. Dengan latihan-latihan itu, mereka bertumbuh dalam kepercayaan diri yang baru.

“Gerakan-gerakan yang diciptakan adalah pengalaman pribadi mereka karena mereka harus percaya diri, tetapi dengan foto, mereka harus mengimajinasikan sendiri sesuai kemampuan mereka masing-masing,” ungkapnya, Jumat (19/7).

Roseanna menuturkan, latihan visualisasi ini sangat baik untuk pengembangan dan eksplorasi diri peserta disabilitas karena ketika mereka melihat foto, mereka seolah-olah masuk ke sebuah dunia yang baru.

Artinya, dengan foto tersebut, mereka menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang belum pernah ada, sehingga hal itu dapat menjadi sebuah penciptaan yang sangat menyenangkan.

Sutradara Impermanence Josh Ben-Tovim menggunting foto-foto dari arsip buku yang diambil di galeri TIM Jakarta, Kamis (18/7).
Sutradara Impermanence Josh Ben-Tovim menggunting foto-foto dari arsip buku yang diambil di galeri TIM Jakarta, Kamis (18/7).

Konstribusi di Dua Kegiatan

Selama pagelaran DTP, Impermanence berkontribusi dalam dua mata kegiatan yang berbeda. Sebelumnya,¬†mereka mementaskan karya pamungkas “Baal” yang diadopsi dari manuskrip Bertolt Brecht (1918). Pementasan dance theatre itu menghibur publik seni ibukota selama dua hari berturut-turut, yakni pada 11 dan 12 Juli 2019.

Sementara pada pekan kedua, Impermanence turun dari panggung dan menjadi mentor selama kegiatan residensi bersama dengan para penari disabilitas dari GIGI Art of Dance, sebuah komunitas tari berbasis di Jakarta Selatan.

Dalam pendampingan ini, Roseanna tidak sendirian, tetapi bersama dengan suaminya, yang juga adalah sutradara Impermanence, Josh Ben-Tovim. Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan Corali Dance Company, sesama kelompok asal Inggris.

Selama empat hari, Impermanence telah memberikan banyak hal kepada peserta disabilitas. Meski tidak banyak kaum disabilitas Indonesia yang mendapatkan kesempatan yang sama, tetapi setidaknya ada secercah cahaya baru yang dibawa mereka ke dalam proses produksi gagasan dan praksis kesenian disabilitas di Indonesia.

Salah satu adegan dalam pementasan "Baal" oleh Impermanence di Gedung Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta,Kamis (11/7).
Salah satu adegan dalam pementasan “Baal” oleh Impermanence di Gedung Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta,Kamis (11/7).

Imperamanence sebelumnya telah datang ke Indonesia untuk menghadiri pagelaran DTP sejak pekan lalu dan akan menghabiskan waktunya di ibukota selama dua pekan, hingga kembali lagi negeri Ratu Elizabeth itu akhir pekan ini.

*Daniel Deha

Baca Juga

Pekerja Teater Manfaatkan Media Daring untuk Tetap Bekerja

Portal Teater - Para pelaku teater memilih bekerja dari rumah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang terus meluas. Tidak hanya di Indonesia, sejumlah...

Italia Terpuruk Karena Corona, Ini Alasannya!

Portal Teater - Sekelebat Italia berubah menjadi negara paling terpukul oleh virus corona sejak pertama kali ditemukan di Provinsi Hubei, China, Desember 2019 lalu. Saat...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Terkini

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...