Juli 18, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Ingat, saat ban mobil Anda pecah, jangan menginjak rem

Ingat, saat ban mobil Anda pecah, jangan menginjak rem

SOLO, KOMPAS.com – Kejadian Ban pecah Bahkan lebih sering terjadi, apalagi kejadian ini seringkali terjadi setelah kecelakaan fatal.

Bahkan, ada pula pengemudi yang panik saat ban pecah dan langsung menginjak rem dan menghentikan mobil.

Bahkan, langsung menginjak rem ban Seluler Jika rusak dan kendaraan melaju kencang, dapat mengakibatkan kecelakaan yang sangat parah.

Direktur Pelatihan Safety Defense Consultant Indonesia Soni Suzmana mengatakan, panik saat ban mobil pecah adalah hal yang wajar, namun Anda juga memerlukan pengetahuan tentang cara mengoperasikan kendaraan dalam keadaan darurat.

Baca Juga: Mengapa Rem Bus dan Truk Sering Terjadi?

tsikot.com Waspadai kemungkinan pecahnya ban mobil di pintu tol saat perjalanan mudik Lebaran. Berikut gejala dan cara mencegahnya.

“Kebiasaan yang salah adalah mengandalkan rem untuk berhenti dan tidak menguasai teknik dasar dalam keadaan darurat (ban pecah),” kata Sony kepada Kompas.com baru-baru ini.

Sony mengatakan tidak akan melakukannya secara langsung Injak rem Sebab ada engine brake untuk mengurangi kecepatan. Oleh karena itu, hanya pengemudi saja yang harus memastikan pedal gas dan kopling mobil matic tidak ditekan.

Reaksi ban kempes, pertama pegang setir ke depan (lurus). Biasanya kendaraan meluncur ke arah ban kempes, jadi pengemudi mau injak rem, pengemudi tidak boleh terpicu, kata Sony.

Baca juga: Mulai Tahun Depan, SIM Indonesia Akan Berlaku di 8 Negara ASEAN

Kapan pedal rem Jika diinjak, roda mobil akan terkunci seiring dengan melunaknya ban sehingga menyebabkan mobil terguling dan meningkatkan risiko.

READ  Tips mengatasi hambatan belok saat mengendarai mobil manual di tanjakan

Kemudian, Sony menyebut mobil tersebut dapat dikendalikan untuk mengarah ke sisi kiri jalan atau pada posisi aman saat mobil melaju dengan kecepatan 50 kmpj hingga 60 kmpj.


Mendengarkan berita penting Dan Berita khusus Kami ada di telepon Anda. Pilih saluran favorit Anda untuk mengakses pesan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.