Inilah Daftar Pemenang Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2019

Portal TeaterKomite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) telah mengumumkan pemenang Sayembara Sastra DKJ tahun 2019 pada Rabu (4/12) malam, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sayembara Sastra DKJ tahun ini ada tiga kategori, yaitu Sayembara Novel, Sayembara Kritik Sastra dan Sayembara Cerita Anak. Ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya melombakan satu kategori tiap tahunnya.

Sayembara kategori terakhir merupakan yang pertama kalinya diadakan, sementara Sayembara Novel sudah berusia 45 tahun, terhitung sejak tahun 1974, dan Sayembara Kritik Sastra dimulai tahun 2007.

Sebelumnya, Sayembara Novel dan Kritik Sastra diadakan secara bergantian, di mana Sayembara Kritik Sastra jatuh pada tahun ganjil, sedangkan Sayembara Novel pada tahun genap.

Sayembara Novel merupakan kategori perlombaan yang paling diminati sejak rutin digelar beberapa tahun belakangan. Setidaknya beberapa penulis baru dilahirkan dari rahim perlombaan ini.

Tahun ini ada 216 naskah novel yang lolos administrasi dari 21 provinsi dan luar negeri. Angka ini menurun cukup tajam dari 271 naskah pada 2018 dan 343 pada 2016. Enam novel lainnya dinyatakan gugur dalam sayembara tahun ini.

Dari kategori cerita anak, ada 198 naskah dari 23 provinsi, dan 69 naskah kritik sastra dari 15 provinsi. Dari naskah-naskah ini, ada beberapa naskah yang dinyatakan tidak lolos syarat administrasi, antara lain 17 cerita anak dan 3 kritik sastra.

Hal-Hal Mengejutkan

Ada hal-hal mengejutkan dalam pembacaan pertanggungjawaban dan pengumuman pemenang tiga kategori perlombaan oleh sembilan juri hebat yang dipilih DKJ.

Kesembilan juri tersebut yakni: Nukila Amal, Zen Hae, dan Linda Christanty (Sayembara Novel); Reda Gaudiamo, A. S. Laksana, dan Hamid Basyaib (Sayembara Cerita Anak); Faruk, Nirwan Dewanto, dan Wicaksono Adi (Sayembara Kritik Sastra).

Hal menarik pertama adalah pemenang juara I Sayembara Novel. Perlombaan ini dimenangkan oleh Minanto, seorang guru Bahasa Inggris pada salah satu sekolah swasta di Indramayu, Jawa Barat.

Minato bukanlah penulis lama dalam dunia susatra Indonesia. Ia baru mulai aktif menulis pada tahun 2015 bersamaan dengan pengerjaan skripsi.

Setahun berikutnya, ia mengikuti Sayembara Novel lewat karyanya berjudul “Semang”. Percobaan pertama pemuda kelahiran Indramayu, 6 Juni 1992, itu gagal.

Setelah vakum dua tahun (2017 dan 2018), kali ini alumnus Jurusan Sastra Inggris Universitas Padjadjaran Bandung itu akhirnya meraih tropi lewat novelnya berjudul “Aib dan Nasib”. Sebuah pencapaian luar biasa dari seorang penulis manula.

Di kategori Sayembara Kritik Sastra, ada Bandung Mawardi yang berhasil memenangkan dua kategori sekaligus. Lewat naskah “Pikat ‘Lama’, Siasat ‘Baru’” dan “Oh, Roman (Bukan) Picisan”, Bandung meraih masing-masing juara III dan pemenang harapan.

Bandung Mawardi sebenarnya bukan orang baru dalam perlombaan ini. Namanya tercatat sebagi salah satu pelanggan tetap pemenang sayembara ini, dan terus aktif menulis kritik sastra hingga sekarang.

Hal yang paling mengejutkan terjadi pada Sayembara Cerita Anak, di mana para juri tidak memberikan predikat juara atau pemenang, tapi hanya memilih 9 pemenang harapan.

Menurut dewan juri, karya-karya para peserta tidak menggembirakan dan masih jauh dari kata memadai sebagai sastra anak.

Sementara itu, di kedua kategori pertama, dewan juri juga tidak hanya memilih pemenang I, II, dan III, tapi juga memilih beberapa beberapa naskah yang menarik perhatian dan beberapa juara harapan.

Acara tahunan Komite Sastra DKJ ini dibuka dengan penampilan musik oleh Deredia, sebuah grup musik berbasis Jakarta yang fokus pada penggarapan lagu-lagu Pop Klasik dengan sentuhan warna manouche, jazz, rocabilly, ragtime, dan dixie.

Grup musik ini beranggotakan lima orang musisi lintas etnik, mulai dari Flores hingga Sumatra dan telah menghasilkan satu album. Saat ini sedang dalam proses album kedua.

Sebelum menuju puncak malam penganugerahan, Plt. Sekretaris Jenderal DKJ Hikmat Darmawan dan Komite Sastra DKJ (Yusi Avianto Pareanom, Aini Sani Hutasoit, dan Yahya Andi Saputra) memberikan catatan pengantar tentang aktivisme perlombaan sebagai salah satu medan untuk membentuk ekosistem sastra yang sehat di Indonesia.⁣

Grup musik Deredia dalam Malam Anugerah Sastra DKJ 2019 di Teater Kecil, TIM Jakarta, Rabu (4/12). -Dok. Eva Tobing/DKJ
Grup musik Deredia dalam Malam Anugerah Sastra DKJ 2019 di Teater Kecil, TIM Jakarta, Rabu (4/12). -Dok. Eva Tobing/DKJ

Daftar Pemenang

Berikut daftar lengkap pemenang Sayembara Sastra DKJ 2019.

1. Pemenang Sayembara Novel 

Pemenang I
Judul Novel: Aib dan Nasib
Karya: Minanto

Pemenang II
Judul Novel: Sang Keris
Karya: Panji Sukmo Her Asih

Pemenang III
Judul Novel: Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga
Karya: Erni Aladjai

Di samping itu, para juri menyebut beberapa judul naskah yang menarik perhatian juri meskipun belum dapat menjadi pemenang, antara lain:

Judul Novel: Menanti Sage Brous Pulang
Karya: Indarwati Indar Aminuddin

Judul Novel: Rencana Besar (Untuk Mati dengan Tenang)
Karya: Wisnu Suryaning Adji Sumarwan

Judul Novel: Hikayat Lembayang
Karya: Dadan Sutisna

Judul Novel: Cadl
Karya: Henny Henny Triskaidekaman

Judul Novel: Cerita Cinta Tentang Kucing
Karya: Irman Hidayat

Judul Novel: Burung Kayu
Karya: Niduparas Erlang

2. Pemenang Sayembara Kritik Sastra:

Pemenang I
Judul: Bualan Warto Kemplung, Cerita Bersambung Mustofa Abdul Wahab (Sebuah Pembacaan atas Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu)
Karya: Sunlie Thomas Alexander

Pemenang II
Judul: Membaca Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi Melalui Genre Coming of Age
Karya: Dewi Anggraeni

Pemenang III
Judul: Pikat ‘Lama’, Siasat ‘Baru’
Karya: Bandung Mawardi

Dewan Juri juga menetapkan tiga pemenang harapan, yaitu:

Judul: Menelusuri Abjeksi dan Maternal Passion dalam Buku Puisi Ibu Mendulang Anak Berlari karya Cyntha Hariadi
Karya: Aprillia Ramadhina

Judul: Oh, Roman (Bukan) Picisan
Karya: Bandung Mawardi

Judul: Novel Eksploratif Tanpa Tendensi Membuka Ruang Eksperimen
Karya: Cecep Burdansyah

3. Pemenang Sayembara Cerita Anak:

Berikut 9 pemenang harapan:

Judul: Seruni
Karya: Sri Sundari

Judul: Kedai Sulap
Karya : Lisma Laurel/Lismawati

Judul: Ciwiri dan Dunia Balik
Karya: Ruwi Meitasari

Judul: Adventuria: Bertahan Hidup di Pulau Misterius
Karya: Zainal Fahmi Firdaus

Judul: Hei, Alga
Karya: Cikie Wahab

Judul: Jalan Pulang
Karya: Nathanina Luvena Lais

Judul: Bocah-Bocah Bekasi
Karya: Andi Saddam Khusein

Judul: Sindu dan Menara Ajaib di Belakang Rumah Sihir
Karya: Mahfud

Judul: Mel, Wil, dan Lubang di Dinding
Karya: Nabila Azzahra Syahbani

Total Hadiah Rp182 Juta

Seperti diberitakan sebelumnya, total hadiah sayembara yang dibuka sejak bulan Juni dan resmi ditutup pada 3 September 2019 ini sebesar Rp170 juta.

Namun pada malam anugerah, para juri memiliki beberapa pertimbangan khusus, sehingga ada penambahan hadiah bagi beberapa penulis di dua kategori, yaitu Sayembara Kritik Sastra dan Sayembara Novel. Jadi, total hadiah naik menjadi Rp182 juta.

Adapun rinciannya, untuk Sayembara Novel, para pemenang mendapat total hadiah sebesar Rp77 juta dengan rincian sebagai berikut: Pemenang I: Rp30 juta; Pemenang II: Rp20 juta; Pemenang III: Rp15 juta.

Penyelenggara juga memberikan hadiah kepada 6 penulis yang naskahnya menarik perhatian dengan masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp2 juta.

Untuk Sayembara Kritik Sastra pada pemenangnya mendapatkan total hadiah sebesar Rp60 juta, dengan rincian sebagai berikut: Juara I: Rp20 juta; Juara II: Rp15 juta; Juara III: Rp10 juta; dan tiga pemenang harapan masing-masing sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, total hadiah pemenang Sayembara Cerita Anak adalah Rp45 juta, yang diberikan kepada sembilan pemenang harapan (tanpa pemenang utama) masing-masing sebesar Rp5 juta.*

Baca Juga

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Terkini

Jelang Pameran, Julian Rosefeldt Kuliah Umum “Manifesto”

Portal Teater - Tiga hari menjelang pameran, seniman dan pembuat film asal Jerman Julian Rosefeldt akan memberikan kuliah umum bertemakan "Manifesto", judul dari karya...

FTP 2020: Ruang Bagi Generasi C Bereksplorasi

Portal Teater - Sepuluh tahun lalu, Dan Pankraz, peneliti dan Direktur Perencanaan/Strategi Pemuda pada DBD Sydney, Australia, pernah mengatakan, Generasi C (Gen C) bukanlah...

Lestarikan Budaya Betawi, Sudin Kebudayaan Jaksel Bina 60 Sanggar Seni

Portal Teater - Untuk memperkuat ekosistem kesenian kota berbasis komunitas, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Selatan memfasilitasi pembinaan bagi 60 sanggar seni di Hotel...

Dewan Kesenian Jakarta Minta Anies Kaji Ulang Revitalisasi TIM

Portal Teater - Menyusul polemik yang mengemuka di ruang publik, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji ulang proyek revitalisasi...

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...