Agustus 11, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Inilah yang Bertamina katakan tentang viralnya video oknum petugas SPBU di Pindaro yang menyontek untuk mengurangi jumlah pelanggan BBM.

KOMPAS.com – Sebuah video yang menunjukkan petugas SPBU menipu pelanggan dengan mengurangi jumlah bahan bakar yang mereka beli menjadi viral di media sosial.

Sebuah video diunggah ke akun Instagram Ini, Senin (20/12/2021).

Cheat SPBU di Pindaro, Jakarta Selatan. Isi 13 liter, ambil 9 liter,Tulis di akun Instagram.

Dalam video tersebut terlihat kemarahan pelanggan di dalam mobil karena tidak tepat berapa liter bahan bakar yang dibelinya.

Dimana perekam video dia ppm Rs. Beli 100.000. Tapi, petugas SPBU hanya mengisi 9 liter.

Baca selengkapnya: Banyak pertanyaan soal SPBU di Jakarta disebut tidak terima pembayaran tunai, ini kata Bertamina

Testimoni Pelanggan

Menurut pelanggan, Rp. Untuk pembelian 100.000, bahan bakar yang didapat harus lebih dari 13 liter.

Informasi, inspirasi dan Intelijen Dari Surel Anda.
Registrasi Surel

Apapun namanya, filler Rp 100.000 harus di atas 13 liter, Anda menggunakan 9 liter. Saya akan viralkan Anda. Kamu seperti itu,” kata wanita yang merekam video tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, pelanggan yang kesal dengan aksi penipuan pegawai SPBU bertanya kepada atasannya. Tapi tidak menjawab dengan jelas.

Siapa bos Anda, saya akan memberi tahu Anda bos Anda. Berapa banyak mobil yang Anda miliki?, “Pelanggan bertanya dengan nada tinggi.

Di akhir video, petugas SPBU mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya penipuan semacam itu dilakukan terhadap pelanggan.

Baca selengkapnya: Rp. Kerumunan meletus di toilet-toilet SPBU pada saat terjadi pungli dengan memberikan 2.000, ini kata Bertamina.

Hingga Selasa pagi (21/12/2021), video tersebut telah diunggah sebanyak 6.236 kali dan telah dikomentari lebih dari 300 kali oleh warganet.

Terkait Video viral Bagaimana Pertamina menyikapi hal ini?

READ  Pendukung Barcelona bersorak saat mereka menghadapi Juventus: Samuel Eto'o

Denda telah dijatuhkan

Irto Ginting, Direktur Eksekutif PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading (Pjs), membenarkan kejadian tersebut.

Saat ini, Irdo menegaskan petugas SPBU yang curang telah diberikan pembatasan berat berupa pemecatan.

34.152,09 Menyusul kecurangan yang dilakukan oleh operator SPBU tersebut, Pertamina Bhadra Nayaka telah mengeluarkan izin pemberhentian kepada yang bersangkutan, Sub Holding Commercial & Trading PD Pertamina (Persero),” ujarnya dalam keterangan tertulis. Kompas.com, Selasa (21/12/2021).

Ia menjelaskan, izin pemberhentian tersebut diperoleh setelah terbukti yang bersangkutan melakukan kecurangan saat pengisian bahan bakar di pelanggan SPBU.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/12/2021) sore.

Baca selengkapnya: Ada banyak pertanyaan tentang ujian pelatihan Sim C dengan menekan nomor 8 di Indonesia, kata Polisi Corlandas

Komitmen Pertamina

Pemberhentian yang bersangkutan sebagai operator SPBU akan berlaku mulai 20 Desember 2021.

“Bertamina terus berkomitmen untuk memastikan layanan dan seluruh operasional SPBU berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Irdo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan Fertimina yang menyampaikan laporan hujatan saat kejadian.

Baca selengkapnya: Rp. Diafragma video polisi geram dengan warga dikatakan sudah mendengar 200 ribu.

Pertamina akan terus mengevaluasi dan menerima semua laporan yang disampaikan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas masukan dan laporannya. Ini menjadi tujuan pemeringkatan kami dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan Bertamina,” jelasnya.

“Untuk transaksi yang aman, kami memiliki MyPertamina dimana seluruh proses transaksi tercatat dengan sangat transparan,” kata Irdo.

Baca selengkapnya: Ada banyak pertanyaan tentang mengirim Pribta Randy ke penjara, yang formalitas dan dia akan bekerja lagi setelah berita mereda, ini yang dikatakan polisi

Dapatkan pembaruan pesan pilihan Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join team telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, Kemudian bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.