IOEF 2019 Hadir Untuk Perkuat Ekosistem Musik Indonesia

Portal Teater – Musicmind dan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) dengan bangga kembali mempersembahkan Indonesia Orchestra & Ensemble Festival (IOEF) sepanjang 13-15 September 2019 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Musicmind merupakan penyelenggara pendidikan musik, sementara TRUST Orchestra merupakan salah satu orkestra remaja terbesar di Indonesia. TRUST baru saja meraih Gold Award di ajang World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria Agustus lalu.

Festival orkestra dan ensemble pertama dan terbesar di Asia Tenggara ini bertujuan untuk mempertemukan pemusik lintas negara, membongkar eksklusivitas musik orkestra, serentak untuk memberikan wadah bagi pengembangan (ekosistem) musik Indonesia.

Didukung penuh oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), IOEF kali ini menghadirkan 30 grup orkestra dan ensemble, dari dalam dan luar negeri. Dengan rincian, 25 grup pementas dan lima grup special perfomance. Selain pentas ada juga seminar atau wokshop.

Founder dan Festival Director IOEF Felicia Satyadi mengatakan, IOEF dibentuk dengan tujuan luhur yaitu ingin menjadikannya sebagai wahana pertemuan (meeting spot) antara pemusik Indonesia dan luar negeri, pun pertemuan pemusik dengan publik.

“Untuk grup dan komunitas saling mengenal, saling berinteraksi, saling menonton, dan saling menginspirasi satu sama lain,” ungkapnya di TIM Jakarta, Jumat (13/9).

Di tengah keterbatasan sumber daya, di mana Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam hal pengembangan musik, penting bagi pemusik Indonesia berkarya dan berkiprah lebih jauh id level internasional.

Namun juga penting bagi para pemusik kita perlu membangun jejaring kerja dengan pemusik luar.

“Kita ada keterbatasan sumber daya, pengajar, tapi menurut pengamatan kami, sekolah-sekolah semakin banyak punya komunitas orkestra,” ujarnya.

Manajemen IOEF 2019 menggelar briefing jelang pembukaan IOEF di GBB TIM jakarta, Jumat (13/9). -Dok. portalteater.com
Manajemen IOEF 2019 menggelar briefing jelang pembukaan IOEF di GBB TIM jakarta, Jumat (13/9). -Dok. portalteater.com

Pergeseran Paradigma

Felicia menuturkan, IOEF juga bertujuan mempromosikan pendidikan musik berkualitas, khususnya orkestra dan ensembel, kepada publik atau masyarakat Indonesia.

Dengan keterlibatan publik-penonton yang makin naik tiap tahunnya, IOEF diharapkan menjadi ranah diskursus musik, di mana publik dapat belajar, menonton dan musik itu sendiri memberikan inspirasi bagi konteks terbentuknya pengalaman publik.

Menurut Felicia, antusiasme dan keterlibatan penonton selama perhelatan IOEF ditunjukkan oleh peningkatan grafik kunjungan penonton yang cukup tajam. Tahun lalu hampir 5000 orang (penonton) selama dua hari perhelatan. Di tahun pertama, ada sekitar 3000 ribu pengunjung.

“Tahun ini kita berharap lebih banyak lagi,” harapnya.

Antusiasme penonton terhadap musik orkestra, yang kebanyakan diminati oleh kaum milenial, juga sangat tinggi dalam Jakarta City Philharmonic (JCP), program konser musik kota yang diprakarsai oleh Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UPPKJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Di mana selama beberapa kali konser JPC digelar di Teater Besar TIM Jakarta, hampir semua kursi di tribun pertunjukan dipenuhi oleh anak-anak muda kota.

Pada tataran ini, telah terjadi pergeseran paradigma anak-anak milenial dalam melihat musik orkestra, sebagai musik tradisi dan khas masyarakat Eropa. Orkestra tidak lagi menjadi musik primitif, tapi sudah dikonversi sebagai musik yang layak ditonton dan berkelas.

Arus globalisasi, berikut Jakarta sebagai kota kosmopolit pertama di Asia Tenggara, telah mengubah cara pandang atau perspektif (publik) milenial dalam memaknai dan mendefinisikan dirinya di dalam dan melalui musik orkestra.

Nuansa Indonesia

Merespon arah perubahan publik dalam mengkonsumsi produk (seni) musik ini, TRUST dan Musicmind sebagai programer IOEF, membuat batasan-batasan normatif agar peserta IOEF memasukkan nuansa Indonesia di dalam komposisi atau pentas musik mereka, baik lagu maupun alat musik.

“Kita wujudkan lewat IOEF, untuk memberikan grup atau komunitas menyertakan unsur atau nuansa Indonesia,” kata Felicia.

Felicia mencontohkan, tahun ini sudah ada grup orkestra mengkombinasikan orkestra dengan musik tradisi Nusantara, misalnya dengan Sasando, alat musik tradisi dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menarik pula, salah satu grup orkestra Malaysia yang terlibat di IOEF nantinya akan membawakan lagu-lagu Nusantara.

Selain itu, TRUST pun selalu mengkampanyekan penggunaan lagu dan musik-musik Nusantara dalam setiap konser musik yang diadakan. Jadi tidak hanya musik atau lagu-lagu klasik.

Untuk memperlihatkan visi ke-Indonesiaannya, manajemen IOEF juga berencana akan menggeser lokasi festival, tidak hanya di ibukota (Jakarta), tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Tahun depan, IOEF kelima bakal digelar di Bali.

“Jadi kita juga mainkan lagu-lagu rock, IDM, soundtrack. Tujuannya agar masyarakat tahu, dan bisa menikmati orkestra,” ungkapnya.

Karenanya, IOEF juga ingin membongkar eksklusivitas musik orkestrta sebagai musik dari produk “budaya tinggi” Eropa untuk didistribusikan secara merata dan baru ke tengah masyarakat musik.

Perluas Jejaring

IOEF tahun ini menampilkan 30 grup dari Indonesia dan empat diantaranya merupakan grup musik dari luar negeri, yaitu dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dari Indonesia, kata Felicia, antara lain dari Bandung, Sukabumi, Jakarta dan beberapa kota terdekat. Kebanyakan peserta berasal dari sekolah atau kampus, dan beberapa lainnya dari komunitas umum.

Dari Malaysia, IOEF menghadirkan MPYO (Malaysian Philharmonic Youth Orchestra), salah satu orkestra remaja terbaik di Asia Tenggara di bawah asuhan Malaysian Philharmonic Orchestra. Sementara dari Singapura ada Clarquinet dan Gusto Saxophone Quartet dari Thailand.

Untuk memperluas jejaring kerjasama, IOEF 2019 juga menghadirkan bintang tamu, yaitu musisi orkestra kelas dunia Julia Zulus (Oboe) dan Justas Stasevkij (Piano). Keduanya khusus didatangkan oleh Kedutaan Besar Austria dari kota Wina.

Pembukaan IOEF akan terjadi hari ini di Gedung GBB TIM Jakarta, Jumat (13/9), pukul 19.00 WIB.

Bazar kuliner dalam IOEF 2019 di GB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com.
Bazar kuliner dalam IOEF 2019 di GB TIM Jakarta. -Dok. portalteater.com.

Rangkaian acara festival selama tiga hari ini akan ditutup dengan Gala Konser yaitu penampilan dari TRUST, sebagai Home Orchestra IOEF, dan Malaysian Philharmonic Youth Orchestra.

Dalam konser itu, kedua grup orkestra ini akan menyanyikan lagu “Rasa Sayange”, lagu yang sempat jadi sumber konflik antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Di mana kedua negara terlibat dalam ketegangan karena perang klaim tentang muasal lagu tersebut.

Dengan dan melalui tersebut, baik TRUS maupun MPYO ingin menjalin tali persaudaraan inklusif, sebagaimana musik itu sendiri telah melucuti batas dan sekat-sekat primordial: kelas, ras, etnis, ideologi, dll.

Sebagai ajang bergengsi, grup orkestra dan ensembel diseleksi melalui proses yang ketat. Proses tersebut dimulai sejak Februari 2019, di mana ada 40 grup yang mendaftar dari seluruh Asia Tenggara. Namun pada akhirnya manajemen IOEF memilih 25 grup terbaik.

*Daniel Deha

Baca Juga

Buku Pematung Ternama Dolorosa Sinaga Diluncurkan Akhir Bulan Ini

Portal Teater - Buku pematung kenamaan Indonesia Dolorosa Sinaga segera diluncurkan akhir bulan ini di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Buku yang mengulas karya patung...

“Panembahan Reso” di Era Media Digital

Portal Teater - "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra yang disutradarai Hanindawan akan dipentaskan pada 25-26 Januari 2020 pukul 19.30-22.30 WIB di Ciputra Artpreneur, Kuningan,...

Komit Bangun Kebudayaan, Bupati Tubaba Gelar “Megalithic Millennium Art”

Portal Teater - Pembangunan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung belakangan ini terus bertumbuh. Aktivisme itu tidak hanya digiatkan oleh seniman dan komunitas/sanggar seni,...

Terkini

Buka Lembaran 2020, Kineforum DKJ Putar Lima Film Keluarga

Portal Teater - Kineforum, salah satu sayap program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuka lembaran tahun ini dengan mempersembahkan "FAMILIAL", sebuah program untuk...

ORArT ORET Semarang Gandeng SCMC Gelar Konser Edisi Ke-2 “Barokan Maneh”

Portal Teater - Komunitas ORArT ORET Semarang kembali menjalin kerjasama dengan  Semarang Classical Music Community (SCMC), menggelar konser musik klasik pada Jumat (24/1) di...

Tolak Komersialisasi TIM, Para Seniman Gelar Diskusi “Genosida Kebudayaan”

Portal Teater - Menolak komersialisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menggelar diskusi publik di Pusat Dokumentasi...

Pemerintah Alokasikan Rp1 Triliun Dana Perwalian Kebudayaan 2020

Portal Teater - Pemerintah mengalokasikan Dana Perwalian Kebudayaan bagi pegiat seni budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp1 triliun. Alokasi...

Tur Keliling ASEAN, Kreuser/Cailleau Singgah di Jakarta dan Surakarta

Portal Teater - Selama bulan Januari dan Februari 2020, komponis Jerman Timo Kreuser dan pembuat film Prancis Guillaume Cailleau melakukan tur keliling Asia Tenggara...