ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater – Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat manusia, atau sekitar 1 persen penduduk bumi meninggal dan jutaan lainnya menderita.

Di tengah wabah corona, insan teater dunia merayakan Hari Teater Dunia atau World Theatre Day pada 27 Maret lalu. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hatedu 2020 diselenggarakan secara daring tanpa jabat tangan erat.

Di Indonesia, Sala Hatedu 2020 yang sedianya diadakan sepanjang 24-27 Maret di Surakarta, Jawa Tengah, dibatalkan menyusul transmisi corona yang terus meluas.

Insan Teater Terpukul

Presiden International Theatre Institute Mohamed Saif Al-Afkham dalam sebuah pernyataan tertulis, mengutip Jawa Pos, Jumat (27/3), menyebutkan bahwa insan teater dunia menjadi salah satu kelompok yang ikut terpukul sejak corona merebak awal tahun ini.

Al-Afkham mengungkapkan, ITI menaruh perhatian serius terkait perkembangan serangan virus Corona di berbagai negara di dunia.

“Apa yang menjadi perhatian Anda juga menjadi perhatian kami,’” katanya.

Di Inggris dan Australia, industri seni, terutama seni pertunjukan begitu menderita di tengah kekhawatiran terhadap wabah corona. Puluhan bahkan ratusan triliun pendapatan seniman diperkirakan hilang akibat wabah ini.

Sebagai bentuk dukungan agar karya teater terus bertumbuh, ITI mengundang secara terbuka kepada semua insan teater dunia untuk berbagi dukungan karya lewat media daring.

ITI meyakini bahwa menjaga kreativitas dan membuka imajinasi seluasnya untuk bisa terus berinteraksi lewat seni dengan mereka yang lemah, sakit, sendiri, dan terpinggirkan adalah tantangan bagi para seniman hari ini.

’’Kita perlu cara-cara baru. Gunakan imajinasi dan kreasi Anda untuk tetap bersama masyarakat melalui aksi-aksi yang teatrikal,” papar Al-Afkham.

Berkaitan dengan perayaan Hatedu 2020, ITI membuka kesempatan kepada semua pekerja teater untuk membagikan video dari masing-masing perayaan Hatedu 2020 melalui laman masing-masing.

Sementara ITI akan mengunggah video-video tersebut kepada khalayak agar bisa diakses secara lebih luas.

Di luar Hatedu 2020, hari-hari ini para pekerja teater di dalam dan luar negeri telah memulai kreativitasnya dengan memanfaatkan media daring untuk menjalin konektivitas dengan penontonnya, baik melalui Youtube maupun Facebook.

Diharapkan video-video pertunjukan tersebut dapat membantu merawat imajinasi para seniman sekaligus memelihara antusiasme penonton terhadap seni pertunjukan.

Para pembicara di Forum Teater Internasional sebagai bagian dari Festival Monodrama Internasional Fujairah ke-5 pada 26 Januari 2012. Diskusi ini melibatkan Mohamed Saif Al Afkham (ketua), Tobias Biancone (Direktur Jenderal Institut Teater Internasional), Birute Mar (seniman Lithuania), Jolanta Juszkiewicz (seniman Polandia) dan Weislaw Geras (seniman Polandia dan direktur festival monodrama tertua). -Dok. fujairahinfocus.blogspot.com
Para pembicara di Forum Teater Internasional sebagai bagian dari Festival Monodrama Internasional Fujairah ke-5 pada 26 Januari 2012. Diskusi ini melibatkan Mohamed Saif Al Afkham (ketua), Tobias Biancone (Direktur Jenderal Institut Teater Internasional), Birute Mar (seniman Lithuania), Jolanta Juszkiewicz (seniman Polandia) dan Weislaw Geras (seniman Polandia dan direktur festival monodrama tertua). -Dok. fujairahinfocus.blogspot.com

Organisasi Seniman Teater Terbesar

ITI adalah organisasi seniman teater terbesar dunia saat ini. ITI lahir atas inisiasi Direktur Jenderal UNESCO pertama Julian Huxley dan penulis J.B Priestly pada 1948 usai Perang Dunia II.

Saat itu, ITI dicita-citakan menjadi organisasi yang seirama dengan program-program dan kebijakan PBB dalam bidang kebudayaan melalui UNESCO.

Selain itu, ITI memimpikan teater menjadi salah satu jalan untuk saling memahami terciptanya perdamaian dunia.

Sejak berdirinya, ITI tiap tahun merilis pesan khusus menyambut Hari Teater Dunia oleh para seniman terpilih dari berbagai negara. Tahun ini, pesan tahunan itu disampaikan oleh dramawan asal Pakistan, Shahid Nadeem.

Dalam pesan tahunan Hatedu 2020, Nadeem menyebut teater memiliki potensi menjadi sebuah kuil kudus untuk menyampaikan misi suci kemanusiaan kepada semua orang sekaligus menjadi kuil bagi para seniman pertunjukan.*

Baca Juga

Update Corona 27 Mei: Bertambah 686 Kasus Baru, Ini Sebarannya!

Portal Teater - Setelah menurun tiga hari berturut-turut sejak Minggu (24/5), kasus harian positif virus corona kembali naik pada Rabu (27/5) setelah menemukan 686...

Jatim Jadi Episentrum Baru Corona Indonesia

Portal Teater - Provinsi Jawa Timur kini menjadi episentrum baru virus corona di Indonesia. Berbulan-bulan sebelumnya, DKI Jakarta memimpin Indonesia dalam tingkat infeksi Covid-19. Namun,...

Rencana Reaktivasi Pembelajaran Ditolak

Portal Teater - Dunia pendidikan menjadi salah sektor yang ikut terpukul oleh pandemi virus corona. Di Indonesia, seluruh kegiatan pembelajaran dihentikan dan dilakukan secara...

Terkini

Silang-Sengkarut “New Normal”

Portal Teater - Sejak beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah mendengungkan wacana pemberlakukan "new normal", atau yang menurut ahli Bahasa Indonesia sebut sebagai...

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Rencana Reaktivasi Pembelajaran Ditolak

Portal Teater - Dunia pendidikan menjadi salah sektor yang ikut terpukul oleh pandemi virus corona. Di Indonesia, seluruh kegiatan pembelajaran dihentikan dan dilakukan secara...

Update Corona 29 Mei: Kasus Baru Turun Tipis, Total 25.216 Positif

Portal Teater - Kasus baru virus corona turun tipis pada Jumat (29/5) sebanyak 678 kasus dari sebelumnya 687 kasus. Dengan demikian, menurut juru bicara Achmad...