“J.J Sampah-Sampah Kota”, Garapan Kedua Rangga Riantiarno

Portal Teater – Lakon “J.J Sampah-Sampah Kota” ditulis Nano Riantiarno dan telah dipentaskan oleh Teater Koma pada 1979. Setelah 40 tahun, Teater Koma akan mementaskan ulang naskah tersebut di bawah arahan sutradara Rangga Riantiarno.

Dengan menjadi sutradara dalam produksi pertunjukan ke-159 ini, maka Rangga Riantiarno telah berhasil menyutradarai dua naskah Teater Koma setelah Antigoneo pada 2011.

“Saya memilih untuk mementaskan kembali lakon ini karena kisah para pemegang kekuasaan mempermainkan orang-orang kecil nyatanya dan ironisnya, tidak lekang oleh waktu. Selalu terjadi, terulang kembali, tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia,” katanya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (29/10), melansir cnnindonesia.com.

Rangga menambahkan, dalam rentang waktu yang cukup lama untuk kembali mementaskan lakon tersebut, dia melakukan sejumlah tambahan dan perubahan, termasuk pemain dan multimedia.

Perubahan ini tentu akan memberikan kesegaran baru dengan tampilan yang lebih menarik.

“Para pemainnya tentu berbeda. Ada tokoh-tokoh yang dulu diperankan pria, kini dimainkan wanita. Multimedia juga jadi elemen baru dalam pementasan kali ini, karena ada satu tokoh yang hanya dimunculkan via multimedia,” paparnya.

Naskah ini akan dipentaskan pada 8-17 November 2019 di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bila gedung GBB direnovasi, maka ini menjadi maskah terakhir Teater Koma yang dipentaskan, kecuali dengan mencari venue alternatif di Jakarta dan sekitarnya.

Nano Riantiarno mengatakan, naskah ini ditulisnya tatkala menghadiri undangan seminar di Amerika Serikat selama enam bulan untuk menulis. Pemilihan nama J.J terinspirasi dari dua toko, yaitu Jian dan Juhro.

“Akhirnya membuat sebuah lakon, waktu itu saya sangat kagum pada dua orang Jian dan Juhro di Cirebon. J.J adalah mereka,” ungkapnya.

Nano pun mengungkapkan, naskah itu ia persembahkan kepada sang istri Ratna Riantiarno dan putranya Rangga, yang kala itu masih berada di dalam kandungan. Dalam naskah itu, ia mencoba bercerita tentang kejujuran.

“Kita bicara soal kejujuran, ketika dikasih uang mau di-apakan. Kejujuran orang-orang yang korupsi. Bagian itu yang penting,” tambahnya.

Kisah tentang Jian dan Juhro

Lakon ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jian dan Juhro yang hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Ia digaji harian dan tidak punya jaminan masa depan.

Meski begitu ia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira. Bersama Juhro, yang tengah hamil tua, ia hidup bahagia.

Semua ini tak lepas dari pengawasan Mandor Kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa dipertahankan.

Suatu hari, Para Pemutus menjatuhkan tas berisi uang yang amat banyak di sekitar tempat Jian bekerja. Jian panik. Apa yang sebaiknya dia lakukan?

“Jawabannya, tentu tidak sesederhana itu. Sama halnya dengan, betapa tidak sederhananya mementaskan kembali lakon yang sudah dipentaskan puluhan tahun lalu di era sekarang,” tulis Teater Koma dalam sebuah pernyataan.

Selengkapnya dapat diakses pada laman resmi Teater Koma.

*Daniel Deha

Baca Juga

Goethe-Institut Gelar Tiga Acara Budaya Daring

Portal Teater - Goethe-Institut Indonesien sepenuhnya menyadari bahwa pandemi global virus Corona (Covid-19) bakal menghentikan semua acara kebudayaan selama paruh pertama tahun ini. Untuk...

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...

Pasien Terinfeksi Covid-19 di Indonesia Tembus 3.000 Orang

Portal Teater - Pemerintah Indonesia pada Rabu (8/4) siang merilis data perkembangan terbaru kasus virus Corona di tanah air. Seperti hari-hari sebelumnya, grafik temuan...

Terkini

PSBB untuk Jakarta Berlaku Selama Dua Minggu

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu ke depan, mulai 10-23 April 2020. Penetapan PSBB...

Kemenparekraf Talangi Pekerja Pariwisata dan Seni

Portal Teater - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana memberikan stimulus fiskal bagi pekerja di bidang pariwisata dan seni. Pendataan akan diperketat agar tidak...

Temuan Kasus Baru Melonjak Drastis

Portal Teater - Temuan kasus baru pasien terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) di Indonesia melonjak drastis pada Kamis (9/4). Otoritas melaporkan, ada 337 kasus baru...

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...