Jakarta City Philharmonic Edisi Ke-22 Usung Tema “Malam Tengah Musim Panas”

Portal Teater – Konser orkes kota Jakarta City Philharmonic (JCP) edisi ke-22 bulan Juli kembali digelar dengan mengusung tema: “Malam Tengah Musim Panas”. Konser musik ini diadakan Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta, Senin (22/7), pukul 19.00 WIB.

Konser JCP kali ini membawakan beberapa karya komposer seperti Mochtar Embut, Hector Berlioz, Felix Mendelssohn Bartoldy, Wolfgang Amadeus Mozart, yang diaba langsung oleh Budi Utomo Prabowo (Pengaba Utama JCP) dan Dini Pratiwi selaku Pengaba Tamu.

Selain itu, konser JCP juga berkolaborasi dengan beberapa solis, antara lain: Prajna Indrawati (piano⁣), Aning Katamsi (sopran)⁣, Anita K. (mezzosopran)⁣, dan Varizka Anjani (narator)⁣. Hadir pula dalam konser bulanan ini Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Paragita Universitas Indonesia⁣ dan Kristian Wirjadi (Master Paduan Suara⁣).

Adapun beberapa karya dalam konser malam ini bakal ditampilkan pada bulan Oktober 2019 nanti di Jepang, dalam rangka memenuhi undangan asosiasi okestra simponi negeri Sakura itu.

Dengan mengusung tema “Malam Tengah Musim Panas”, konser JCP kali ini mengambil momentum untuk menampilkan serangkaian musisi dan seniman Indonesia yang telah berkiprah di kancah internasional tetapi tetap bersedia untuk membagi karyanya bagi musik tanah air.

Mendapat Sambutan Luas

JCP telah digelar sejak tahun 2016. Sejak tahun 2017, JCP telah menjadi program bulanan Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta setelah melihat sambutan yang luas dari publik seni musik klasik ibukota dari berbagai kalangan.

Tahun ini, Komite Musik DKJ akan menggelar delapan konser yang telah dimulai bulan April dan akan berakhir pada November 2019. JCP 2019 ini merupakan hasil kerja sama Komite Musik DKJ dengan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) Taman Ismail Marzuki.

Lebih dari itu, JCP juga telah menjadikan dirinya sebagai sebuah pertunjukan alternatif yang ada di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta, termasuk berupaya untuk masuk dalam ekosistem musik dunia yang kemudian akan menjadikannya sebagai identitas kota Jakarta.

“Tujuan JCP yang lainnya adalah mengedukasi penonton serta meningkatkan kualitas para pemain yang turut berkontribusi dan menjadi wadah bagi regenerasi para pemain baru,” papar Ketua Komite Musik DKJ Anto Hoed.

Jakarta City Philharmonic

Jakarta City Philharmonic (JCP) adalah proyek yang digagas Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan DKJ. Pada bulan November 2016 orkes ini mengadakan pentas perdana dan mendapat sambutan hangat dari kalangan pecinta musik orkestra klasik di Jakarta. Kemudian, pada tahun 2017 dan 2018, JCP berhasil meyelenggarakan konser reguler setiap bulannya. Pada 2019 konser reguler JCP akan didukung penuh oleh UP PKJ TIM.

JCP dibentuk untuk melengkapi Jakarta sebagai kota metropolitan. Seperti layaknya kota-kota besar di dunia, kehadiran sebuah orkestra profesional – dengan jadwal padat sepanjang tahun – merupakan kebutuhan kultural sebuah metropolitan modern.

Dengan program yang menarik sekaligus edukasional-informatif, JCP berupaya – dengan sumber daya manusia Indonesia yang tersedia – menghadirkan repertoar musik klasik dunia kepada masyarakat Jakarta secara khusus, dan tentu saja seluruh warga Indonesia.

JCP menghadirkan musik bermutu menjadi terjangkau, tidak elitis, dan mudah disentuh guna memperkaya kehidupan kultural masyarakat yang sehat, sekaligus memberi kesempatan mendapatkan pengalaman pribadi akan betapa kuatnya pengaruh musik dalam jiwa seseorang.

Karya musik simfonik anak bangsa menjadi prioritas untuk dihadirkan dalam setiap edisi pementasan, berdampingan dengan raksasa-raksasa musik simfonik dunia yang sudah lebih dulu menggaung di bangsal-bangsal legendaris planet kita.

Melalui JCP, karya mereka kelak menjadi repertoar dunia setelah JCP menampilkannya. Untuk memenuhi impian tersebut, segenap musisi nasional dengan latar belakang klasik Barat dikerahkan melalui seleksi – baik melalui pemilihan maupun dengan audisi tertutup berkala – sehingga standar penampilan dapat terus ditingkatkan.

Akhirnya, JCP sebagai institusi dapat menjadi sarana dialog kultural di tingkat nasional dan internasional serta berperan aktif dalam perdamaian dunia melalui bahasa yang universal, yaitu musik.

*Daniel Deha

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...