Jelang JILF, Komite Sastra DKJ Gelar “Lab Ekosistem Sastra” di Tiga Tempat Berbeda

Portal Teater – Menyongsong gelaran perdana Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan pelbagai kegiatan pre-festival di beberapa tempat di sekitaran kota Jakarta.

Sejak bulan April lalu, Komite Sastra mengadakan tujuh diskusi pre-festival dengan mengusung beragam tema sastra yang dibahas bersama dengan para pakar atau sastrawan Indonesia.

Sementara itu, pada awal bulan ini, tepatnya pada Senin (5/8), Komite Sastra mengadakan konferensi pers terbuka di Balai Kota DKI Jakarta, dengam menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Rangkaian kegiatan jelang gelaran JILF yang bakal diadakan sepanjang 20-24 Agustus di Taman Ismail Marzuki ini tidak berhenti di situ.

Pekan ini, Komite Sastra mengadakan tiga lokakarya bertajuk “Lab Ekosistem Sastra”. Lokakarya tersebut diadakan pada waktu yang bersamaan di tiga tempat yang berbeda, yaitu pada 13-16 Agustus.

Lokakarya pertama bertemakan “Menerjemahkan Teks Sastra” diadakan di Goethe Institute Jakarta dengan menghadirkan pembicara Anton Kurnia dan Harartati Bambang Haryo, dua orang penerjemah ahli yang telah menerjemahkan puluhan karya sastra asing (Inggris dan Prancis) ke dalam bahasa Indonesia.

Tema ini diangkat untuk melihat dudukkan perkembangan penerjemahan karya sastra di Indonesia, baik dari sastra asing ke dalam bahasa Indonesia, maupun sastra Indonesia ke dalam bahasa asing.

Adapun lokakarya ini dihadiri oleh 15 peserta yang semuanya berlatar belakang penerjemah, baik penerjemah profesional maupun penerjemah pemula. Uniknya, lokakarya ini juga diikuti oleh seorang peserta mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Tangerang Selatan.

Anton Kurnia sedang memaparkan materi dalam lokakarya "Menerjemahkan Teks Sastra" di Goethe Institute Jakarta, Selasa (13/8).
Anton Kurnia sedang memaparkan materi dalam lokakarya “Menerjemahkan Teks Sastra” di Goethe Institute Jakarta, Selasa (13/8).

Pada lokakarya kedua, Komite Sastra menghadirkan pembicara Ben Sohib, sastrawan keturunan Arab-Betawi yang pernah menerbitkan novel “Da Peci Code” yang telah difilmkan dengan judul ““Tiga Cinta Dua Dunia Satu Hati” (2010).

Ben sebelumnya pernah menjadi pembicara dalam diskusi pre-festival ke-7 di Ruang Pertemuan Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/7) bertemakan “Literature of Batavia: From The Closest”.

Lokakarya ini diadakan di Gedung Kekini Besar, Cikini, Jakarta, dengan mengusung tema “Penulisan Kreatif”. Hadir dalam lokakarya ini 25 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang kepenulisan, baik penulis sastra (fiksi) maupun penulis non-fiksi.

Sementara lokakarya ketiga diadakan pada tempat yang sama, yaitu di Gedung Kekini Besar, dengan tema “Toko Buku Alternatif”. Lokakarya ini diikuti oleh 16 peserta. Semuanya adalah kaum muda yang punya mimpi besar untuk membangun pustaka alternatif di komunitas atau tempat mereka masing-masing.

Ayu sedang menjelaskan konsep toko buku alternatifnya dalam lokakarya "Toko Buku Alternatif" di Gedung Kekini Besar, Jakarta, Selasa (13/8). -Dok. Eva Tobing/DKJ
Ayu (peserta) sedang menjelaskan konsep toko buku alternatifnya dalam lokakarya “Toko Buku Alternatif” di Gedung Kekini Besar, Jakarta, Selasa (13/8). -Dok. Eva Tobing/DKJ

Hadir sebagai pembicara dalam lokakarya ini adalah Teddy W. Kusuma dan Maesy Ang. Keduanya adalah pegiat pada toko buku alternatif “Pasar Santa” yang bertempat di Jakarta Selatan.

*Daniel Deha

Baca Juga

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Memaknai Medium dalam Konteks Praktik Seni Kontemporer Lintas/Nir-Medium

Portal Teater - Seni kontemporer hari-hari ini acap kali bergerak sedemikian bebas dari satu bentuk ke bentuk lain, dari satu praktik ke praktik lain, dari...

Nantikan Pameran Ekskursi Arsitektur UI “Orang Laut” di Museum Nasional

Portal Teater - Pada periode Juni-Juli 2019 Tim Ekskursi Arsitektur Universitas Indonesia telah melakukan pendokumentasian arsitektur vernakular suku asli di Lingga, Kepulauan Riau, dan...

Terkini

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Mengomentari Sanento Yuliman Hari Ini

Portal Teater - Saya bukan seorang seniman, tetapi sangat menikmati tulisan-tulisan Sanento Yuliman. Dia menulis untuk dipahami orang seperti sebuah tanggung jawab. Dia tidak...