Kabar Baik, Antivirus Corona Buatan Kementan Siap Dipakai

Portal Teater – Di tengah kegelisahan dan kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi virus corona, sebuah kabar baik datang dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan).

Badan pemerintah ini mengaku telah menemukan obat untuk menangkal dan mengobati virus Corona secara efektif.

Obat tersebut dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja di bawah Balitbangtan, yakni Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro).

Mengutip Detik Finance, obat tersebut telah dipatenkan ke dalam tiga bentuk produk: inhaler, diffuser oil, dan kalung anti-Corona.

Adapun ketiga produk antivirus corona tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, formula aromatik antivirus berbasis minyak eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578.

Kedua, ramuan inhaler antivirus Bbrbasis eucalyptus dan proses pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574.

Ketiga, ramuan serbuk nanoenkapsulat antivirus berbasis eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580.

Badan virologi Kementan itu mengkalim obat tersebut siap dipakai secara massal namun masih menunggu klaim Obat Herbal Tersandar (OHT) dan izin edar dari BPOM.

Direncanakan ketiga produk akan dipasarkan dalam kerjasama bersama PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang).

Namun, apakah obat antivirus ini benar-benar ampuh membunuh virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu?

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry. -Dok. jakartanewson.com.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry. -Dok. jakartanewson.com.

 

Lewati Uji Coba Klinis

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian terhadap berbagai tumbuhan sebagai antivirus corona beberapa bulan terakhir sebelum mematenkan ketiga produk.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menggunakan tanaman minyak atsiri (eucalyptus) dengan memanfaatkan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).

Tanaman ini dinilai cukup efektif menangkal virus karena ada senyawa eucalyptol yang dapat mengikat Mpro atau main protease (3CLPro) yang terdapat dalam virus corona jenis apapun.

Mpro adalah enzim kunci dari virus corona yang memiliki peran penting dalam memediasi replikasi dan transkripsi virus.

Para peneliti kemudian menargetkan untuk melakukan rekayasa ilmiah untuk menghambat perkembangan Mpro sehingga laju replikasi dan transkripsi virus terhenti.

“Kesimpulan kami bisa (membunuh Covid-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro itu. Nah kandungan Mpro berlaku pada Covid-19 yang juga ada, dia (virus corona) bisa mereplikasi,” kata Fadjri, Senin (18/5).

Sejak 10 tahun lalu, Balitbangtan memang telah melakukan berbagai penelitian terhadap eucalyptus di laboratorium.

Tentu laboratorium yang mengantongi sertifikat keselamatan biologi (Biosavety) Level 3 (BSL3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.

Sebelumnya, lembaga ini sudah beberapa antivirus dari marga virus corona, seperti influenza, beta corona, dan gamma corona. Dan virus SARS-Cov-2 merupakan salah satu varian dari beta corona.

Fadjry pun menandaskan bahwa klaim bahwa eucalyptus dapat membunuh dan menekan pertumbuhan virus corona dapat dipertanggungjawabkan karena telah melewati uji klinis.

Ia menambahkan, kandungan senyawa aktif eucalyptus sama halnya dengan minyak kayu putih, namun dengan kadar berbeda.

Karena itu, ketiga produk tersebut aman untuk dikonsumsi, asalkan tidak diminum atau disuntikan.

“Virus bertahan di mulut bisa satu minggu dan di hidung atau tenggorokan bisa dua minggu. Mengapa swab dilakukan di hidung dan tenggorokan karena cairan yang mengandung virus menumpuk di situ. Kami sudah coba uji (obat antivirus corona),” ungkapnya.

Membantu Mengurangi Gejala

Jika ketiga produk ini berhasil lolos perizinan di BPOM dan OHT, maka akan menjadi obat herbal pertama di dunia yang berhasil membunuh virus corona.

Di beberapa negara ada Remdesivir yang dikembangkan oleh Gilead Sciences Inc. berbasis Amerika Serikat. Obat itu telah terbukti efektif membantu memulihkan pasien corona.

Namun saat ini masih harus melakukan pengujian tahap II dan tahap III untuk memastikan bahwa obat itu cukup manjur dan aman untuk dikonsumsi secara global.

Terkait ketiga produk herbal buatan Kementan, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan tanaman eucalyptus memang sudah lama digunakan sebagai obat herbal.

Namun ia menggarisbawahi bahwa obat tersebut tidak bisa disebut sebagai obat yang dapat mengatasi penyakit tertentu.

Merujuk pada peraturan BPOM, Amin mengungkapkan bahwa tidak bisa sebuah produk herbal diklaim bisa menyembuhkan penyakit.

Karena itu, ia menganjurkan agar klaim tersebut lebih kepada bagaimana obat tersebut bukannya menangkal corona, tapi membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi gejala.

“Selagi menggunakan obat bahan alam, tetap saja tidak bisa mengklaim menyembuhkan atau membunuh virus,” katanya kepada Detik.com, Selasa (19/5).*

Baca Juga

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...