KAP Malang Siap Pentaskan Teater Digital “Caligula”

Portal TeaterKamateatra Art Project kembali lagi ke panggung teater dalam sebuah proyek kerja baru berjudul “Caligula”.

Seperti pertunjukan sebelumnya di masa pandemi, KAP Malang akan menyajikan karya Albert Camus (1938) ini ke dalam format digital.

Sutradara pertunjukan Anwari pun masih mencoba menghadirkan satu aktor tunggal dalam pertujunkan ini, seperti pentas “Back to Basic” sebelumnya, yaitu aktor FN Bagaskara.

Pertunjukan hasil tafsir ulang sutradara ini diadakan dalam kerjasama dengan Teater Komunitas Malang dan akan ditayangkan melalui Youtube KAP, Kamis (18/6) pukul 20.00 WIB.

Berdurasi Pendek

Yang berbeda dari pertunjukan ini, selain format dan panggung pementasan, adalah bahwa karya ini digarap dalam durasi pendek dengan mengambil gagasan penting dalam naskah.

Selain itu, Anwari juga mencoba memperlihatkan sesuatu yang berbeda dengan menampilkan pertunjukan tanpa kata.

Melalui metode tersebut, ia menghadirkan beberapa simbol yang dapat mewakili tentang eksistensialisme Camus yang kemudian menjadi isu yang tidak terikat waktu.

Pertunjukan dimulai dengan seseorang yang duduk di meja makan. Tatapannya menyiratkan sesuatu, tidak hanya bayangan kematian seseorang yang dicintainya. Ia lalu makan kerupuk dengan rakusnya.

Kehadiran kerupuk di sini mewakili ambisi yang tidak bisa membuat orang kenyang dan malah membuat semakin haus. Simbol lain adalah topeng yang kemudian dipakai FN Bagaskara.

Topeng yang dipakai bukan hanya untuk menyembunyikan ketakutan besar dalam diri aktor, tapi membuat ketakutan pada orang lain.

Simbol-simbol yang dihadirkan Anwari di sini hanya menjadi kran pembuka atas tafsir yang lebih luas oleh publik/penonton.

Representasi Negara

Camus misalnya menghadirkan sosok seorang tiran yang terobsesi atas hal-hal di luar norma pada sosok Caligula.

Ini tidak terlepas dari rasa duka yang dialaminya atas kematian sang adik yang begitu dicintainya. Kedukaan itu membawanya pada pertanyaan atas esensi hidup, takdir, dan kematian.

Dalam karya ini, Anwari menyadari bahwa sksistensialisme atas kehidupan dengan berbagai aspeknya dapat dijumpai dalam representasi peran negara (dalam model apapun) saat ini.

Di mana negara sebagai lambang otoritas tertinggi kerap melakukan pengendalian dengan menerapkan sistem kontrol dan pembatasan.

Berupaya beranjak lebih jauh dari tafsiran politik, KAP berharap agar karya ini dapat dimaknai dalam konteks eksistensialisme yang luas dan tidak terbatas pada isu-isu sektoral.

Pertunjukan ini diproduseri oleh Elyda K. Rara dan dibantu kru produksi, seperti Bedjo Supangat (penata artistik), Sofyan Joyo Utomo (videografer), dan Ken Nadya Anggraeni (logistik).

Seperti biasa, KAP menerima segala bentuk apresiasi atas pertunjukan ini (tulis maupun video) yang dapat dikirim melalui alamat surel kamateatraartproject@gmail.com.

KAP juga membuka donasi bagi siapa saja yang ingin mendukung keberlangsungan proses berkesenian pertunjukan digital mereka dan para seniman yang terlibat di dalamnya.

Donasi dapat disalurkan melalui rekening BRI 223701004555505 atas nama Ken Nadya Ayu Anggraeni. Konfirmasi donasi dapat melalui nomor WA: 082229562629.*

Baca Juga

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Terkini

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...