Februari 7, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kisah As’ad, OB Bos Pabrik Oppo

Jakarta

Ketekunan, ketekunan dan kemauan untuk belajar adalah kunci keberhasilan. Hal ini terlihat pada Mochhamad N As’ad yang memulai karirnya Pesuruh kantor (OB) Sekarang dia adalah Manajer Produk Pabrik Oppo Terletak di Periuk, Kota Tangerang, Bandon.

As’ad mengaku mulai bekerja di pabrik Oppo pada April 2015. Ia adalah salah satu karyawan yang awalnya direkrut saat pabrik pertama Oppo dibangun di Mouk, Kota Tangerang.

“Karena ruang pabrik lama disewakan, saya dan teman-teman menyapu semua toilet dan seluruh lantai. Jadi kami membersihkan semuanya hingga struktur jalan,” kata Asad.

“Jadi saya benar-benar mulai dari bawah,” tegasnya.

Seiring waktu, Assad diyakini sebagai pemimpin garis. Karirnya pun melejit dan dipromosikan menjadi pengawas panggung, posisi yang sebelumnya diisi oleh Tenaga Kerja Asing (DKA).

Selama bekerja di Oppo, ia memanfaatkan masuknya tenaga kerja asing asal China untuk belajar bahasa Mandarin. Usahanya terbayar manis, tak hanya bisa berbahasa Mandarin, namun skill barunya itu membuatnya menjadi ‘master’ area produksi sejak tahun 2020.

“Jadi ada jenjang karir di pabrik Oppo. Ada peluang ketika kita punya kapasitas lebih,” kata As’ad.

Jeffrey Firman de Haan (kiri) dan Mochamad N Asad (kanan) Foto: Adi Fida Rahman/Detigen

Geoffrey Firman de Haan, business performance manager pabrik Oppo Indonesia, memuji kegigihan As’ad. Menurutnya, Asad yang baru memulai karirnya mampu meningkatkan kemampuannya.

“Dia salah satu penduduk setempat yang tahu cara belajar bahasa Cina dan sangat fasih. Saya belajar darinya,” kata Jeffrey.

Selain itu, di pabrik Oppo Indonesia, kata dia, pihaknya fokus mengembangkan talenta dalam negeri, seiring dengan meningkatnya keterampilan tenaga kerja lokal, rasio tenaga kerja asing semakin berkurang.

READ  Percayai Googler yang dipecat

“Sekarang proporsi TKA hanya 3%. PRT meningkat, orang Indonesia semakin pintar, dan jenjang karir di sini terbuka lebar,” kata Jeffrey.

“Dalam Business Performance kami memiliki strategi orientasi karyawan KPI (Key Performance Indicator), mulai dari operator hingga pelatihan. Kami menyediakan segalanya bagi karyawan untuk meningkatkan jenjang karir mereka,” tambahnya.

Untuk itu, Oppo selalu melakukan penilaian tahunan terhadap karyawannya setiap tahun. Mereka yang mengumpulkan poin terbanyak akan dipromosikan.

“Jadi karirnya naik, dan naik dan naik,” pungkas Jeffrey.

Tonton videonya”Smartphone-Nya Para Expert, OPPO Reno8 Series 5G
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)